Terapi Bekam - Manfaatnya dan Efek Samping bagi Kesehatan
Kesehatan Tubuh

Terapi Bekam - Manfaatnya dan Efek Samping bagi Kesehatan

03 Juni 2025 5 menit waktu baca
Mengenal bekam

Bekam adalah terapi tradisional yang berasal dari Tiongkok dan Timur Tengah. Terapi ini telah digunakan sejak ribuan tahun  dan kini penggunaannya sudah menyebar luas di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

 

Manfaat terapi bekam diklaim dapat menjaga kesehatan dengan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Lantas, apakah ada efek samping yang perlu diwaspadai? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Bekam?

 

Bekam adalah terapi tradisional yang dilakukan dengan menggunakan cangkir khusus. Cangkir tersebut dapat menghasilkan tekanan, sehingga bisa menarik kulit dan mengeluarkan darah kotor atau racun dari dalam tubuh.

 

Cangkir tersebut akan diletakkan pada bagian-bagian tubuh tertentu, biasanya pada bagian tubuh yang sering merasakan keluhan, misalnya lengan, bokong, punggung, perut, atau kaki. Meski sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun silam dan dapat mengatasi banyak gangguan kesehatan, bekam masih menjadi pilihan terapi alternatif hingga sekarang.

 

Prosedur dan Jenis-Jenis Bekam

 

Pada mulanya, prosedur terapi bekam menggunakan sebuah cangkir khusus untuk menciptakan tekanan darah. Namun, saat ini, bekam dapat dilakukan dengan alat modern yaitu pompa karet. Terapis menggunakan pompa karet ini untuk menghasilkan tekanan supaya bisa menarik kulit. 

 

Namun, sebelum kehadiran alat modern tersebut, terapi bekam dilakukan dengan memasukkan bahan yang mudah terbakar ke dalam cangkir dan membakarnya terlebih dahulu. Ketika api sudah padam, cangkir akan langsung ditempelkan di atas permukaan kulit dan dibiarkan selama kurang lebih 3 menit.

 

Ketika suhu udara di dalam cangkir mulai mendingin, udara akan menarik kulit dan otot, sehingga warna kulit berubah menjadi kemerahan dan pembuluh darah melebar. Prosedur ini dikenal juga sebagai terapi bekam kering.

 

Pada terapi bekam basah, setelah cangkir didiamkan selama 3 menit, cangkir akan diangkat dan terapis akan membuat sayatan kecil pada area kulit bekas bekam untuk mengeluarkan darah. Setelah selesai, cangkir diletakkan kembali di tempat semula selama beberapa menit. Kemudian, luka sayatan dibersihkan, diberikan salep antibiotik, dan ditutup perban untuk mencegah risiko infeksi pada luka.

 

Dalam melakukan bekam, sebagian besar terapis menggunakan cawan/cangkir transparan berbahan dasar kaca atau plastik. Namun, terapi ini bisa juga memanfaatkan cangkir berbahan keramik, silikon, bambu, atau logam.

 

Manfaat Bekam bagi Kesehatan

 

Bekam adalah terapi tradisional yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti melancarkan aliran darah ke kulit, meningkatkan toleransi nyeri, hingga dapat mengatasi berbagai penyakit. Berikut beberapa manfaat bekam bagi kesehatan tubuh, antara lain:

 

1. Meningkatkan Aliran Darah ke Kulit

 

Bekam dikenal sebagai terapi yang bisa meningkatkan aliran darah. Hal ini terbukti dari jurnal yang diterbitkan oleh Complementary Therapies in Clinical Practice. Jurnal tersebut menunjukkan bahwa terapi bekam mampu meningkatkan aliran darah, mengurangi peradangan, serta melonggarkan jaringan di bawah area bekam. Ketika aliran darah di dalam tubuh lebih lancar, keluhan-keluhan penyakit pun dapat membaik secara alami.

 

2. Meningkatkan Toleransi Nyeri

 

Manfaat berikutnya dari terapi bekam adalah dapat meningkatkan toleransi nyeri. Manfaat ini bisa diperoleh berkat kemampuan terapi bekam dalam meningkatkan aliran darah sehingga dapat mengurangi gejala nyeri.

 

4. Menjaga Sifat Biomekanik pada kulit

 

Terapi bekam juga diketahui dapat menjaga sifat biomekanik dalam kulit. Di mana, sifat tersebut dapat menjaga kesehatan kulit melalui kemampuannya dalam melindungi kulit dari serangan berbagai virus dan bakteri, serta mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit.

 

5. Mengobati Peradangan

 

Manfaat selanjutnya dari terapi bekam adalah mampu mengatasi penyakit yang disebabkan oleh peradangan di dalam tubuh, seperti arthritis. Terapi bekam diketahui dapat memberikan pengaruh positif terhadap penyakit radang sendi, keluhan nyeri, hingga kekakuan pada sendi.

 

6. Menurunkan Risiko Penyakit Asam Urat

 

Risiko penyakit asam urat diduga bisa menurun apabila seseorang rutin melakukan terapi bekam. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal ini. Hanya saja, penerapan pola hidup sehat tetap menjadi hal utama dalam mencegah penyakit asam urat.

 

7. Mengatasi Berbagai Penyakit

 

Terapi bekam juga diketahui dapat dijadikan sebagai terapi suportif untuk beberapa penyakit, seperti:

 

 

Efek Samping Bekam

 

Terapi bekam dapat memicu munculnya tanda berbentuk bulat dan berwarna kemerahan pada permukaan kulit seperti memar. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena tanda tersebut dapat menghilang dengan sendirinya dalam 1–2 minggu. Meski begitu, beberapa efek samping bekam yang perlu diwaspadai adalah:

 

  • Luka bakar, hal ini bisa terjadi apabila cangkir/cawan yang digunakan mengisap kulit terlalu kencang sehingga kulit menjadi rentan terbakar.

  • Infeksi pada luka sayatan. Pada prosedur bekam basah, terapis perlu membuat sayatan untuk mengeluarkan darah. Luka tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri atau kuman lainnya ke dalam tubuh sehingga memicu munculnya infeksi.

  • Penularan penyakit. Apabila benda tajam yang digunakan untuk melakukan sayatan pada kulit tidak steril atau telah digunakan berulang kali, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seperti HIV/AIDS dan hepatitis.

  • Efek pusing akibat keluarnya darah. Namun, tidak semua orang merasakan efek samping ini.

 

Bekam adalah terapi yang tergolong aman. Akan tetapi, terapi bekam tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Anak-anak berusia di bawah 4 tahun.

  • Ibu hamil.

  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Wanita yang sedang mengalami menstruasi.

  • Penderita epilepsi.

  • Memiliki riwayat masalah pada kulit.

  • Penderita penyakit atau kelainan pembekuan darah.

 

Itulah informasi seputar terapi bekam, mulai dari manfaat hingga efek samping bekam yang perlu Anda ketahui. Guna menghindari efek samping, terapi bekam harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dan kompeten. Selain itu, alat yang digunakan juga harus dijaga kebersihannya.

 

Apabila Anda sedang menjalani pengobatan tertentu dan tertarik untuk mencoba terapi bekam, Anda bisa mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter. Gunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan Anda melihat jadwal dan membuat janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, nikmati kemudahan layanan kesehatan lainnya melalui aplikasi MySiloam, seperti self check in, dan antre melalui virtual queue, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-thomas-sintong-pratama-purba-spkfr

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Thomas Sintong Pratama Purba SpKFR.,FIPM.,AIFO-K.,COMSK

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-andreas-wardono-spkfr-mkes

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Andreas Wardono Santoso, SpKFR, M.Kes

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

shmd-physiotherapist

Kunjungi Rumah Sakit

SHMD Physiotherapist

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Medan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail