Kesehatan Tubuh
Penyakit Cacingan: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit akibat kebersihan lingkungan atau makanan yang tidak terjaga. Penyakit ini sering menimbulkan gejala, seperti nyeri perut, diare, gatal di anus, mual, muntah hingga BAB berdarah.
Kondisi ini dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa, terutama yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk. Mari simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati cacingan melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Cacingan?
Cacingan adalah penyakit akibat infeksi cacing parasit yang hidup di dalam usus manusia. Cacing yang tinggal di dalam usus tersebut akan bertahan hidup dengan menyerap sari-sari makanan yang masuk ke dalam usus.
Cacing yang menginfeksi tubuh manusia tidak hanya menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah kulit. Jika tidak ditangani dengan tepat, cacingan juga dapat menyebabkan kondisi lebih serius, seperti anemia.
Penyebab Cacingan
Lingkungan yang kotor dan juga makanan yang kurang steril dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cacingan. Di mana terdapat beberapa jenis cacing yang paling umum masuk ke tubuh manusia hingga menyebabkan cacingan. Jenis-jenis cacing tersebut di antaranya:
1. Cacing Gelang
Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) memiliki ukuran cukup besar berkisar 10-35 cm. Jenis cacing ini masuk dalam tubuh manusia melalui tanah yang terkontaminasi telurnya. Saat berada di dalam tubuh, telur tersebut akan menetas di usus dan menyebar menuju organ tubuh lain melalui pembuluh darah atau saluran getah bening hingga menyebabkan cacingan.
Penanganan infeksi akibat cacing gelang biasanya dilakukan dengan memberikan obat cacing kepada penderita sekaligus keluarganya untuk mencegah infeksi berulang dan penularan ke sesama anggota keluarga.
2. Cacing Kremi
Jenis cacing parasit yang juga dapat menyebabkan cacingan adalah cacing kremi (Enterobius vermicularis). Jenis cacing ini memiliki bentuk halus dan berwarna putih dengan panjang kurang lebih 5-13 milimeter. Cacing kremi banyak menginfeksi anak-anak di usia sekolah.
Infeksi cacing kremi atau enterobiasis dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi telur cacing tersebut. Bisa juga dengan mengonsumsi makanan dari tangan yang kotor dan jarang dicuci.
Setelah berhasil masuk ke tubuh, telur cacing kremi akan berkembang menjadi larva di usus halus. Kemudian, larva akan bermigrasi ke usus besar dan berkembang menjadi cacing dewasa dalam kurun waktu sekitar 1 bulan.
Ketika malam hari, cacing betina dewasa akan menuju anus dan bertelur. Hal ini akan membuat penderita merasa gatal di bagian anus dan membuatnya ingin menggaruk area yang gatal tersebut. Pada saat menggaruk, telur cacing kremi dapat berpindah ke tangan yang memicu terjadinya penularan kepada orang lain atau bahkan tertelan oleh diri sendiri (self inoculation).
3. Cacing Tambang
Cacing tambang (golongan Nematoda) dapat masuk ke dalam tubuh dengan menembus kulit. Misalnya, melalui telapak kaki yang tidak menggunakan alas. Kemudian larva cacing tambang yang baru menetas ini akan masuk dalam sirkulasi darah dan terbawa ke paru-paru atau tenggorokan. Ketika pasien terbatuk, larva cacing akan keluar atau tertelan ke saluran pencernaan.
Larva cacing tambang yang tertelan akan menuju ke saluran pencernaan dan berkembang menjadi cacing dewasa di dalam usus halus. Selain menginfeksi saluran pencernaan, larva cacing tambang juga dapat menginfeksi kulit dan mengakibatkan cutaneous larva migrans.
4. Cacing Pita
Jenis cacing berikutnya yang dapat menyebabkan penyakit cacingan adalah golongan Cestoda (cacing pita). Dalam dunia kedokteran, infeksi cacing pita ini disebut juga dengan taeniasis.
Cestoda masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi atau babi yang tidak matang dengan baik. Larva cacing pita akan berkembang menjadi cacing dewasa di usus manusia selama sekitar 2 bulan.
Cacing dewasa tersebut dapat bertahan di usus halus manusia hingga bertahun-tahun. Larva cacing pita yang berasal dari babi juga dapat menyebar ke otak, otot, dan jaringan tubuh lain.
Gejala Cacingan
Gejala cacingan pada setiap orang bisa berbeda-beda, hal ini tergantung dari jenis cacing parasit yang menginfeksi. Berikut beberapa gejala yang ditimbulkan oleh masing-masing jenis cacing.
A. Gejala Cacingan Akibat Cacing Gelang
Infeksi awal dari cacing gelang biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru akan disadari ketika cacing mulai berkembang dan menyerang organ paru-paru atau usus. Adapun gejala yang ditimbulkan jika menyerang paru-paru adalah:
- Sesak napas.
- Mengi.
- Batuk-batuk.
- Gejala lain yang menyerupai pneumonia.
Apabila cacing menyerang usus, akan muncul gejala seperti:
- Mual dan muntah.
- Diare.
- Nafsu makan menurun.
- Penurunan berat badan.
- Nyeri perut.
B. Gejala Cacingan Akibat Cacing Kremi
Cacing kremi lebih sering menginfeksi anak-anak. Meski begitu, orang dewasa tetap berpotensi tertular infeksi cacing kremi. Gejala cacingan yang muncul akibat infeksi jenis cacing ini adalah:
- Sering merasa gatal di bagian anus, terutama pada malam hari.
- Nyeri, ruam, dan iritasi di sekitar anus.
- Tidak nyaman saat tidur karena rasa gatal pada anus.
C. Gejala Cacingan Akibat Cacing Tambang
Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi cacing tambang biasanya berupa ruam pada kulit yang terasa gatal dan disertai diare. Sejumlah gejala lainnya adalah sebagai berikut:
- Anemia.
- Mudah lelah atau lemas.
- Nyeri perut.
- BAB berdarah.
- Kehilangan nafsu makan.
- Penurunan berat badan.
D. Gejala Cacingan Akibat Cacing Pita
Gejala yang timbul seiring berkembangnya cacing pita di dalam tubuh manusia adalah:
- Diare.
- Lemas.
- Penurunan berat badan.
- Kehilangan nafsu makan.
- Nyeri perut.
- Apabila menginfeksi otak dapat menyebabkan nyeri kepala, kejang, atau penurunan kesadaran.
Cara Mengobati Cacingan
Cara mengobati cacingan pada orang dewasa adalah dengan mengonsumsi obat cacing selama 1-3 hari. Obat cacing sebaiknya dikonsumsi oleh seluruh penghuni rumah untuk mencegah penularan infeksi yang berkelanjutan. Dokter akan meresepkan obat cacing sesuai dengan jenis cacing yang menginfeksi.
Cara Mencegah Cacingan
Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah cacingan adalah sebagai berikut:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesaat setelah menyentuh tanah, ke toilet, sebelum makan atau menyiapkan makanan.
- Minum air matang atau air kemasan.
- Mencuci buah dan sayur dengan bersih sebelum mengonsumsinya.
- Memasak daging hingga matang dengan baik.
- Bagi yang memiliki peliharaan, segera buang kotorannya ke tempat sampah dan mencuci tangan setelah kontak dengan hewan.
- Bagi yang memelihara anjing atau kucing, usahakan memberikan obat cacing secara rutin.
- Pencegahan cacingan dengan rutin mengonsumsi obat cacing 6 bulan sekali.
Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit. Cacingan tidak hanya menyerang organ pencernaan tetapi juga pernapasan, seperti paru-paru. Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan gejala cacingan seperti yang telah disebutkan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang diperlukan sesuai kondisi Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







