Kesehatan Tubuh
Disabilitas - Penyebab, Jenis, dan Penanganannya

Table of Contents
Disabilitas adalah keterbatasan pada tubuh maupun pikiran (impairment) yang menyebabkan pengidapnya kesulitan atau mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas (activity limitation) atau berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya (participation restrictions). Menurut WHO, diperkirakan terdapat 1,3 miliar orang atau sekitar 16% dari populasi global yang mengalami disabilitas.
Disabilitas tidak hanya terjadi karena penyakit tertentu, seperti down syndrome atau cerebral palsy, namun juga bisa dipengaruhi oleh faktor personal dan lingkungan. Mari pahami lebih lanjut tentang kondisi disabilitas dalam artikel berikut ini.
Apa itu Disabilitas?
Menurut CDC, disabilitas dapat didefinisikan sebagai kondisi ketika tubuh atau pikiran mengalami keterbatasan yang menyebabkan pengidapnya kesulitan dalam melakukan aktivitas tertentu atau berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Sebenarnya, disabilitas tidak hanya mengacu pada satu macam keterbatasan saja. Lebih luas dari itu, disabilitas merujuk pada sekelompok orang dengan beragam kebutuhan khusus. Pasalnya, satu orang dengan jenis disabilitas yang sama bisa saja merasakan dampak yang berbeda.
Menurut WHO, disabilitas memiliki tiga dimensi utama, di antaranya:
-
Gangguan pada struktur dan fungsi tubuh atau mental seseorang (impairment), contohnya kehilangan anggota tubuh, kehilangan penglihatan, atau kehilangan ingatan.
-
Keterbatasan dalam melakukan aktivitas (activity limitation), contohnya kesulitan untuk berjalan, melihat, menulis, mendengar, atau memecahkan masalah.
-
Pembatasan partisipasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari (participation restrictions), contohnya keterbatasan untuk bekerja, memperoleh pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta beraktivitas dalam kegiatan rekreasi dan sosial.
Perbedaan Difabel dan Disabilitas
Disabilitas adalah kondisi ketika tubuh serta pikiran mengalami kesulitan atau keterbatasan dalam menjalani aktivitas tertentu. Sementara itu, difabel adalah istilah atau sebutan bagi penyandang disabilitas.
Penting untuk ditekankan bahwa difabel bukan orang yang sama sekali tidak mampu melakukan apa pun. Hanya saja, difabel memiliki keterbatasan tertentu, sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan suatu aktivitas.
Penyebab Disabilitas
Beberapa faktor yang dikaitkan dengan penyebab disabilitas adalah sebagai berikut:
-
Kelainan bawaan lahir yang memengaruhi fungsi dan struktur organ tubuh, seperti kelainan kromosom (down syndrome), kelainan gen tunggal yang dapat menyebabkan Duchenne muscular dystrophy, serta kelainan yang disebabkan oleh paparan infeksi atau zat berbahaya (alkohol dan rokok) selama kehamilan.
-
Akibat cedera, misalnya cedera tulang belakang dan cedera otak traumatis (traumatic brain injury).
-
Penyakit yang sudah berlangsung lama (kronis), misalnya penyakit diabetes, stroke, dan penyakit kardiovaskular
-
Gangguan spektrum autisme dan ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) sejak masa kanak-kanak dan gangguan mental lainnya.
Jenis-Jenis Disabilitas
Menurut Undang-Undang RI No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, disabilitas terdiri dari beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya.
1. Disabilitas Fisik
Disabilitas fisik adalah keterbatasan atau gangguan pada fungsi tubuh. Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir, namun bisa juga karena kecelakaan, penyakit, atau efek samping dari pengobatan tertentu. Contoh disabilitas fisik antara lain lumpuh, cerebral palsy, bertubuh kerdil, atau kehilangan anggota tubuh, misalnya karena amputasi.
2. Disabilitas Intelektual
Disabilitas intelektual merupakan keterbatasan seseorang dalam berpikir, misalnya pada pengidap down syndrome. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tingkat IQ di bawah standar rata-rata. Penyandang disabilitas intelektual sering kali merasa kesulitan dalam melakukan komunikasi, interaksi, keterampilan, dan perawatan diri.
3. Disabilitas Mental
Disabilitas mental ditandai dengan adanya gangguan pada fungsi psikologis, pikiran, perilaku, serta emosi. Adapun contoh disabilitas mental antara lain depresi, gangguan bipolar, gangguan cemas, dan masalah kesehatan mental lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk berpikir, berkonsentrasi, mengambil keputusan, serta menunjukkan isi pikirannya.
4. Disabilitas Sensorik
Disabilitas sensorik mengacu pada gangguan fungsi pancaindra tubuh, contohnya dapat ditemukan pada penderita tuna rungu (tidak dapat mendengar), tuna wicara (tidak dapat berbicara dengan jelas), atau tuna netra (kebutaan/tidak dapat melihat).
Penanganan Disabilitas
Penanganan dan pendampingan yang diberikan pada penyandang disabilitas berbeda-beda, tergantung dari jenis disabilitasnya. Berikut adalah penjelasannya.
1. Disabilitas Fisik
Penyandang disabilitas fisik akan diberikan alat bantu seperti kursi roda agar lebih mudah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas fisik, sebaiknya mengutamakan untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum membantu atau saat akan menyentuh alat bantunya.
2. Disabilitas Intelektual
Penyandang disabilitas intelektual cenderung membutuhkan waktu, kesabaran, serta perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya. Jadi, yang bisa dilakukan adalah mengajarkan instruksi dasar pada difabel dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti.
Kemudian, usahakan difabel menghindari lingkungan yang terlalu ramai atau berisik karena dapat mengganggu konsentrasi dan menyebabkan stres. Selain itu, difabel juga perlu dibantu untuk menyadari hal-hal yang terjadi di sekitarnya, serta usahakan supaya difabel tidak berada pada lingkungan yang dapat memberikannya tekanan atau stres.
3. Disabilitas Mental
Menghadapi orang dengan disabilitas mental terkadang menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, situasi yang tidak nyaman dapat memperburuk emosinya secara signifikan. Jadi, cara menghadapi orang dengan masalah mental, seperti depresi, sebaiknya dilakukan dengan kesabaran dan pikiran yang terbuka.
Kemudian, sebisa mungkin jauhkan difabel mental dari kondisi yang rentan membuatnya merasa stres dan tertekan. Saat akan menyampaikan informasi, sebaiknya gunakan pemilihan kata yang mudah dimengerti.
4. Disabilitas Sensorik
Cara menangani orang dengan disabilitas sensorik adalah mempelajari cara khusus untuk berinteraksi dengannya. Misalnya, untuk berinteraksi dengan penyandang tuna rungu dan tuna wicara, diperlukan keahlian dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat atau menulis kalimat di atas kertas.
Selain itu, berbicaralah dengan tempo yang sedikit lebih lambat agar penyandang tuna rungu dan tuna wicara dapat lebih mudah mengerti dan mengikuti pembicaraan dari lawan bicaranya.
Apabila Anda ingin melakukan konsultasi lebih lanjut seputar penanganan atau kebutuhan kesehatan difabel, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.
Jika ingin berkonsultasi secara online terkait kesehatan Anda, memanfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai layanan lain, seperti informasi jadwal praktik dokter, check in secara mandiri, serta pemantauan hasil pemeriksaan. Mari unduh MySiloam dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak Basic
Skrining Pria & Wanita
14 Service/Item
Rp1.500.000
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
Terapi Wicara (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp329.000
TERPOPULER
Terapi Wicara (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







