Kesehatan Tubuh
Fraktur Tibia - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Tibia fracture atau fraktur tibia adalah patah tulang yang terjadi pada tulang tibia atau tulang kering. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa kesulitan berjalan, mati rasa, memar, perdarahan, hingga rasa nyeri hebat pada kaki bagian bawah.
Mari simak pembahasan lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta penanganan fraktur tibia melalui artikel berikut.
Apa itu Fraktur Tibia?
Tibia fracture atau fraktur tulang tibia adalah kondisi ketika tulang kering (tibia atau shinbone) mengalami patah atau retak tulang. Tulang kering adalah tulang panjang yang menghubungkan sendi lutut dengan pergelangan kaki dan berfungsi dalam menopang sebagian besar berat tubuh manusia.
Jenis-Jenis Fraktur Tibia

Berdasarkan bentuk patahannya, fraktur tibia dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, di antaranya adalah:
- Oblique fracture: Jenis patah tulang yang membentuk garis miring atau diagonal.
- Transverse fracture: Patah tulang kering yang membentuk garis horizontal di sepanjang tulang tibia.
- Comminuted fracture: Tulang terpecah menjadi tiga bagian atau lebih. Jenis ini tergolong sebagai patah tulang kering yang paling parah sehingga menyebabkan masa pemulihan cenderung lebih lama.
- Spiral fracture: Patah tulang yang membentuk garis spiral (mengelilingi tulang).

Sementara itu, berdasarkan tingkat keparahannya, patah tulang kering dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Stable fracture (non-displaced fracture): Tulang yang patah, namun tidak bergeser dan tetap pada posisi yang sejajar.
- Displaced fracture: Tulang yang retak atau patah yang mengalami pergeseran. Kondisi ini menyebabkan ujung tulang yang patah menjadi terpisah dan tidak sejajar.
- Stress fracture (hairline fracture): Patah tulang yang membentuk retakan kecil dan tipis.
- Open fracture (compound fracture): Patah tulang yang disertai dengan luka terbuka di mana permukaan kulit di atas cedera tulang robek.
- Closed fracture: Patah tulang yang tidak menyebabkan luka terbuka di mana permukaan kulit di atas cedera tulang robek masih utuh.
Penyebab Fraktur Tibia
Penyebab umum dari fraktur tibia adalah terjadinya tekanan atau benturan yang kuat pada tulang, melebihi kapasitas tulang untuk meredamnya. Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami patah tulang kering adalah sebagai berikut:
- Kecelakaan lalu lintas.
- Jatuh dari ketinggian.
- Cedera saat berolahraga.
- Gangguan tulang dan sendi, seperti osteoporosis.
Gejala Fraktur Tibia
Gejala utama dari fraktur tibia adalah kaki terasa nyeri sehingga membuat penderitanya kesulitan berjalan. Selain itu, kondisi tersebut juga kerap menimbulkan gejala umum seperti berikut ini:
- Bengkak, kemerahan, dan memar pada kaki bagian bawah.
- Kesemutan atau mati rasa pada kaki.
- Luka, terutama jika cedera menyebabkan fraktur terbuka.
- Tulang menonjol atau keluar dari permukaan kulit.
- Terdapat perdarahan pada kasus patah tulang terbuka.
- Kelainan bentuk kaki bagian bawah, seperti lutut, betis, atau pergelangan kaki.
- Kesulitan menopang berat badan pada area yang terluka.
Komplikasi Fraktur Tibia
Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, patah tulang kering berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, yaitu:
- Infeksi pada tulang (osteomielitis).
- Kerusakan saraf, otot, dan pembuluh darah.
- Perdarahan masif yang berisiko menyebabkan syok hipovolemik.
- Tulang tidak menyatu dengan tepat (malunion).
- Tulang yang patah tidak bisa menyatu kembali (nonunion).
- Nekrosis avaskular atau kematian jaringan.
- Nyeri yang berkepanjangan.
Diagnosis Fraktur Tibia
Untuk mendiagnosis patah tulang kering, dokter dapat menanyakan pasien terkait dengan gejala yang dikeluhkan, riwayat penyakit, dan kronologi kejadian yang menimbulkan trauma atau cedera. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala yang timbul akibat fraktur tulang, seperti memar, kelainan bentuk kaki, serta ketidakstabilan saat berjalan.
Untuk memastikan dan mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, antara lain:
- Rontgen tulang.
- CT Scan.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Penanganan Fraktur Tibia
Penanganan fraktur tibia perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan, kondisi pasien, serta penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan untuk menangani kondisi tersebut di antaranya adalah:
Tindakan Non-Operasi
Apabila cedera yang terjadi cenderung ringan, dokter dapat menangani patah tulang tibia dengan tindakan medis non-operasi untuk mempercepat proses pemulihan serta menghindari risiko komplikasi. Beberapa tindakan tersebut di antaranya:
- Pemasangan gips.
- Pemberian obat analgesik untuk meredakan nyeri atau peradangan akibat patah tulang.
- Fisioterapi.
Tindakan Operasi
Tindakan pembedahan dapat dilakukan untuk menangani patah tulang tibia yang parah. Adapun prosedur operasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
- Fiksasi internal (open reduction internal fixation / ORIF): Untuk mengembalikan kesejajaran tulang menggunakan implan, seperti plate, pin, sekrup, dan lain-lain.
- Fiksasi eksternal: Untuk mengembalikan kesejajaran tulang dengan menghubungkan alat di luar tubuh.
Fraktur tibia adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengeluhkan gejala patah tulang seperti ulasan di atas.
Anda juga dapat berkunjung ke Siloam Hospitals Mampang untuk memperoleh tindakan lebih lanjut terkait dengan gangguan tulang, sendi, atau jaringan ikat. Siloam Hospitals Mampang adalah pusat unggulan ortopedi yang menyediakan fasilitas medis serta tim ahli ortopedi yang terpercaya sehingga mampu memberikan diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal.
Jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals secara praktis melalui fitur Cari Dokter yang tersedia di aplikasi MySiloam. Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Download aplikasinya sekarang dan mudahkan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







