Mengenal Glioma, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Glioma, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

17 November 2025 5 menit waktu baca
apa itu glioma

Glioma adalah jenis tumor pada sel glia di area otak atau sumsum tulang belakang. Tumor ini terbentuk ketika sel glia (sel yang berfungsi mendukung kerja dan melindungi sel saraf) berkembang secara tidak terkendali. Mari simak penjelasan lengkap mengenai apa itu glioma melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Glioma?

 

Glioma adalah pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkendali pada sel glia di otak atau sumsum tulang belakang. Sel glia melindungi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, memastikan sel saraf tetap pada tempatnya, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Sel glia juga berfungsi dalam memberikan oksigen dan nutrisi ke sel saraf, dan menghilangkan sel-sel mati dari otak.

 

Jenis tumor otak ini merupakan yang paling sering menyerang orang dewasa, dengan angka sekitar 78% dari seluruh jenis tumor otak. Sebagian besar glioma bersifat ganas (kanker), namun terkadang bisa juga bersifat jinak dan perkembangannya cenderung lambat. Glioma low-grade berkembang secara lambat, sedangkan high-grade berkembang secara cepat. 

 

Jenis tumor di otak ini umumnya tidak menyebar ke bagian tubuh lain, namun bisa membahayakan karena dapat memengaruhi fungsi otak, serta cenderung sulit untuk dijangkau dan ditangani melalui tindakan operasi. Glioma juga sering disebut sebagai intra-axial tumors karena bisa berkembang di dalam jaringan otak dan dapat menyatu dengan jaringan otak lainnya yang normal.

 

Terdapat beberapa jenis glioma yang umum terjadi, mulai dari astrocytomas, brain stem gliomas, hingga optic pathway gliomas. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Astrocytomas: Jenis glioma yang terbentuk dari astrosit, yaitu sel glia (neuroglia) terutama pada sistem saraf pusat yang berperan penting dalam regulasi sistem imun tubuh. Astrocytomas merupakan jenis intra-axial brain tumor yang paling sering terjadi. Astrocytoma grade IV (disebut juga glioblastoma) merupakan jenis glioma yang paling agresif dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

  • Brain stem gliomas atau diffuse infiltrating brainstem gliomas (DIPG): Tumor langka yang berkembang di batang otak.

  • Ependymomas: Tumor ini berkembang dari sel ependimal yang melapisi ventrikel otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini jarang terjadi, hanya menyumbang sekitar 2–3% dari seluruh kejadian tumor otak primer (bukan metastasis).

  • Mixed gliomas (oligoastrocytomas): Tumor ini terbentuk ketika terdapat lebih dari satu jenis neuroglia yang tumbuh secara tidak terkendali.

  • Oligodendrogliomas: Jenis glioma yang terbentuk dari oligodendrosit, yaitu neuroglia yang mengelilingi akson pada neuron sel saraf pusat. 

  • Optic pathway gliomas: Jenis tumor yang terbentuk di area saraf optik.

 

Penyebab Glioma

 

Glioma terjadi ketika terdapat perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel glia. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut. Kendati demikian, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Usia. Glioma lebih sering dialami oleh lansia (berusia di atas 65 tahun) dan anak-anak (berusia di bawah 12 tahun).

  • Berjenis kelamin pria.

  • Pernah terpapar radiasi.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat glioma sebelumnya.

  • Faktor lingkungan, seperti terkena paparan vinyl chloride.

  • Memiliki riwayat penyakit genetik, seperti:

    • Neurofibromatosis tipe 1.

    • Neurofibromatosis tipe 2.

    • Von Hippel-Lindau syndrome.

    • Li-Fraumeni syndrome.

 

Tanda dan Gejala Glioma 

 

Glioma dapat menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada jenis, ukuran, lokasi, serta seberapa ganas pertumbuhan tumor tersebut. Namun, terdapat beberapa tanda dan gejala yang umum dialami oleh penderita glioma, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Pusing dan nyeri kepala, terutama saat pagi hari.

  • Mual dan muntah.

  • Gangguan fungsi kognitif, seperti kesulitan berpikir dan memahami informasi.

  • Gangguan daya ingat.

  • Iritabilitas atau perubahan kebiasaan.

  • Gangguan penglihatan, seperti buram, penglihatan ganda, dan gangguan penglihatan tepi.

  • Hemiparesis, yaitu kelemahan dan mati rasa pada satu sisi tubuh.

  • Kesulitan untuk berbicara dan berkomunikasi.

  • Kesulitan mempertahankan keseimbangan tubuh.

  • Kesulitan berjalan.

  • Gangguan bicara.

  • Kejang.

 

Diagnosis Glioma

 

Langkah awal yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis glioma adalah melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui tentang keluhan, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan fungsi neurologis untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan.

 

Selain itu, sejumlah prosedur pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis glioma adalah sebagai berikut:

 

 

Pengobatan Glioma

 

Dalam menentukan metode pengobatan glioma, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh dokter terlebih dahulu, seperti riwayat tindakan medis yang pernah dilakukan di otak, kondisi kesehatan pasien, serta jenis, lokasi, dan ukuran tumor. Secara umum, beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani glioma adalah:

 

  • Tindakan operasi: Dilakukan untuk mengangkat tumor di otak.

  • Kemoterapi: Terapi ini menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker.

  • Radioterapi: Terapi yang menggunakan teknologi radiasi, seperti sinar-X untuk membunuh sel kanker.

  • Terapi target: Terapi ini secara khusus menargetkan sel kanker secara spesifik dengan akurasi tinggi menggunakan obat atau zat lainnya, untuk menghalangi sinyal kimia di tingkat sel yang merupakan tempat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker terjadi.

 

Setelah menjalani pengobatan glioma, dokter biasanya juga akan menyarankan pasien untuk melakukan terapi rehabilitasi guna membantu mengembalikan fungsi tubuh yang terdampak. Beberapa terapi rehabilitasi tersebut, di antaranya:

 

 

Risiko Komplikasi Glioma

 

Sangat penting untuk menangani glioma dengan tepat sesegera mungkin. Pasalnya, terdapat beberapa risiko komplikasi yang bisa muncul apabila glioma tidak segera ditangani dengan tepat. Beberapa risiko komplikasi tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Perdarahan otak.

  • Herniasi otak, yaitu kondisi ketika jaringan otak dan cairan serebrospinal bergeser dari posisi normalnya. Hal ini dapat membuat pasien tidak sadar dan jatuh dalam keadaan koma.

  • Hidrosefalus.

  • Tekanan berlebih di dalam tengkorak.

  • Kejang.

  • Metastasis ke tulang belakang.

  • Penyebaran tumor ke bagian otak yang lain.

  • Kematian.

 

Bagaimana Mencegah Glioma?

 

Secara umum, glioma adalah kondisi yang cenderung sulit untuk dicegah. Kendati demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meminimalkan risiko pertumbuhan tumor ini. Beberapa cara tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Menghindari paparan radiasi berlebihan di area kepala.

  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Tidak merokok.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Berkonsultasi ke dokter apabila sering mengeluhkan nyeri kepala progresif (nyeri kepala yang semakin lama semakin sakit) dalam jangka panjang dan tidak hilang dengan obat-obatan.

 

Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis serta saran perawatan dari dokter. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak dapat secara spesifik mewakili glioma mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasi kondisi medis lainnya.

 

Apabila Anda kerap mengalami pusing disertai dengan gangguan penglihatan dan merasa kesulitan untuk berbicara, segera kunjungi Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Neuro-Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait glioma akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.


Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail