Kesehatan Tubuh
Apa itu Kanker Anus? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker anal atau kanker anus adalah jenis kanker yang terjadi pada anus. Anus merupakan lubang yang terdapat pada bagian ujung usus besar dan berfungsi sebagai tempat keluarnya feses.
Penderita kanker anus memiliki peluang tinggi untuk sembuh apabila kanker terdeteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan medis yang tepat. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab hingga penanganan kanker anus berikut ini.
Apa itu Kanker Anus?
Kanker anal atau juga dikenal dengan kanker anus adalah kondisi berupa tumbuhnya sel abnormal dan tak terkendali pada dubur atau anus. Biasanya, pertumbuhan sel kanker berasal dari lapisan dalam lubang anus, yaitu mukosa. Namun, pada beberapa kasus, kanker anal juga dapat terjadi karena menyebarnya kanker usus besar.
Berdasarkan awal tempat tumbuhnya, kanker anal terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:
- Karsinoma sel skuamosa, yaitu sel kanker yang bermula pada sel-sel kulit di permukaan paling atas saluran anus.
- Karsinoma sel basal, merupakan sel kanker yang tumbuh pada sel kulit terdalam pada lapisan di antara lubang anus dengan kulit bagian luar anus atau biasa disebut dengan lapisan kulit perianal.
- Adenokarsinoma, merupakan sel kanker yang tumbuh pada kelenjar di sekitar anus.
Di Indonesia, kanker anal tergolong sebagai jenis kanker yang cukup langka. Menurut data statistik Globocan tahun 2021, terdapat sekitar 1.868 kasus kanker anal dari total kasus kanker di Indonesia sejak tahun 2015 hingga 2020.
Penyebab Kanker Anus
Masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker anus. Namun, terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker anus, yaitu:
- Usia. Seseorang yang berusia di atas 50 tahun lebih berisiko terserang kanker anus.
- Melakukan hubungan seksual melalui anus (anal sex).
- Merokok. Merokok dapat merusak sel-sel pada tubuh yang meningkatkan risiko kanker.
- Memiliki riwayat kanker, terutama kanker usus besar, kanker serviks, atau kanker vagina.
- Infeksi HPV (Human Papillomavirus). Infeksi virus HPV menyebabkan tubuh menghasilkan protein yang memicu sel-sel tumbuh secara tak terkendali.
- Mengidap HIV/AIDS.
- Mengonsumsi obat imunosupresan. Obat ini biasanya dikonsumsi oleh seseorang yang baru melakukan transplantasi organ.
- Riwayat munculnya massa kulit di sekitar anus (polip anus).
Gejala Kanker Anus
Kanker anal sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda tertentu jika masih dalam tahap awal. Gejalanya akan muncul apabila sel kanker telah berkembang, seperti:
- Perdarahan pada anus yang dapat menyebabkan BAB berdarah.
- Anus terasa gatal dan nyeri.
- Munculnya benjolan pada anus.
- Keluar lendir atau cairan nanah dari anus.
- Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama pada area selangkangan.
Diagnosis Kanker Anus
Diagnosis dilakukan oleh dokter untuk memastikan kemungkinan kanker anal yang dialami oleh pasien. Dokter akan melakukan wawancara medis untuk menanyakan keluhan yang dirasakan pasien. Dokter kemudian akan melanjutkan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
1. Biopsi
Biopsi merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan pasien di sekitar anus untuk memeriksa keberadaan serta jenis sel kanker.
2. Kolonoskopi
Kolonoskopi adalah tindakan medis dengan memasukkan selang tipis dan elastis yang dilengkapi oleh kamera ke dalam tubuh melalui dubur. Adapun tujuan dari tindakan kolonoskopi adalah untuk memeriksa keberadaan sel kanker pada rektum, anus, maupun saluran cerna bawah lainnya.
3. Tes Pencitraan
Tes pencitraan bertujuan untuk mendapatkan gambaran struktur anus dengan jelas serta mendeteksi penyebaran kanker pada bagian tubuh lain. Tes pencitraan ini meliputi CT scan, rontgen, USG, dan pemeriksaan MRI.
Pengobatan Kanker Anus
Pengobatan kanker anus biasanya akan disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan serta kondisi pasien terkait. Sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan dokter untuk mengobati kanker anus adalah sebagai berikut:
1. Kemoterapi
Perawatan kemoterapi dilakukan dengan memasukkan obat-obatan pembunuh sel kanker tertentu ke dalam tubuh melalui intravena atau oral.
2. Radioterapi
Radioterapi merupakan terapi yang menggunakan sinar-X untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Biasanya, tindakan radioterapi ini dilakukan bersamaan dengan kemoterapi untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker.
3. Operasi
Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat sel kanker yang terdapat pada anus. Apabila telah memasuki stadium lanjut, dokter dapat memilih prosedur abdominoperineal resection (APR) untuk mengangkat sebagian usus besar, rektum, dan anus.
4. Imunoterapi
Imunoterapi biasanya dipilih sebagai pengobatan kanker anal stadium lanjut. Melalui pengobatan ini, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien agar mampu melawan sel kanker.
5. Terapi Paliatif
Terapi paliatif merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk meringankan gejala serta efek samping dari pengobatan kanker lain.
Bila Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi merupakan rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menjadi pusat unggulan dalam menangani penyakit kanker.
Segera buat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan tubuh Anda #BersamaSiloam!




