Kesehatan Mental
Mengenal Mysophobia, Rasa Takut Berlebih pada Kuman

Table of Contents
Mysophobia adalah kondisi di mana seseorang memiliki rasa takut berlebih terhadap sesuatu yang tampak kotor dan mungkin terkontaminasi oleh kuman, bakteri, virus atau parasit. Rasa takut yang dialami pengidap mysophobia tak jarang menimbulkan kerugian dalam aspek sosial, misalnya tidak ingin berinteraksi dengan orang lain karena takut terpapar kuman atau virus. Selain itu, apa saja gejala mysophobia? Ketahui lebih lanjut di bawah ini.
Apa itu Mysophobia?
Apa yang dimaksud mysophobia? Mysophobia adalah ketakutan berlebih dan tidak masuk akal terhadap kontaminasi kuman, virus, bakteri, debu, kotoran, atau infeksi penyakit. Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan germophobia (fobia kuman).
Pengidap mysophobia akan melakukan berbagai cara untuk menghindari segala sesuatu yang menurutnya bisa terkontaminasi kuman. Misalnya, menghindari pegangan tangga eskalator atau menolak kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan.
Selain itu, mysophobia akan menyebabkan pengidapnya berusaha untuk terus membersihkan tubuh dan lingkungan sekitarnya yang dirasa telah terkontaminasi kuman atau bakteri agar tetap steril dan terhindar dari sumber penyakit.
Perbedaan Mysophobia dan OCD
Mysophobia dan OCD (obsessive compulsive disorder) sering kali dikaitkan karena keduanya memiliki beberapa kesamaan gejala, terutama dalam hal kebersihan. Meski begitu, kedua kondisi ini cukup berbeda.
Misalnya saja dalam hal mencuci tangan. Pengidap OCD mencuci tangan berulang kali untuk menghilangkan rasa cemas berlebihan dan stres. Sementara itu, tujuan pengidap mysophobia mencuci tangan berkali-kali adalah untuk menghilangkan kuman dari tangan.
Penyebab Mysophobia
Hingga kini, belum diketahui secara pasti mengapa seseorang bisa merasa takut secara berlebihan terhadap kuman. Meski begitu, beberapa faktor yang disebut-sebut dapat mendasari mysophobia adalah:
1. Faktor Genetik
Salah satu penyebab mysophobia adalah faktor genetik. Sama halnya dengan fobia pada umumnya, kondisi ini dapat diturunkan dari keluarga. Apabila seseorang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan, maka risiko mengidap mysophobia juga semakin tinggi.
2. Faktor Lingkungan
Mysophobia bisa timbul akibat kebiasaan hidup bersih berlebihan yang sering atau sudah diterapkan sejak kecil. Hal tersebut dapat membuat seseorang membangun kepercayaan tertentu tentang kebersihan dan memicu mysophobia.
3. Kejadian di Masa Lalu
Tak jarang fobia disebabkan oleh kejadian pahit atau traumatis di masa lalu. Pengidap mysophobia bisa jadi memiliki pengalaman buruk akan suatu hal yang berkaitan dengan kuman, sehingga mereka tumbuh dewasa dengan rasa ketakutan akan hal tersebut.
4. Faktor Otak
Perubahan kimia tertentu dan fungsi otak juga diduga memiliki peran dalam menimbulkann fobia dalam diri seseorang, begitu pun pada pengidap mysophobia.
Gejala Mysophobia
Secara umum, orang yang mengalami fobia akan merasa panik, takut, dan melakukan berbagai cara untuk menjauhi hal yang ditakuti. Rasa takut ini biasanya disertai dengan badan gemetar, berkeringat, sesak napas, dan jantung berdetak lebih cepat.
Beberapa gejala umum tersebut juga dialami oleh pengidap mysophobia, namun disertai dengan gejala spesifik seperti:
- Membersihkan ruangan secara berlebihan.
- Menolak kontak fisik dengan orang lain.
- Enggan berbagi barang pribadi.
- Mandi beberapa kali sehari dan terlalu sering mencuci tangan.
- Menghindari penggunaan toilet umum.
- Enggan berbagi makanan, baik memberi maupun menerima makanan.
- Mual dan muntah saat melihat sesuatu yang kotor.
- Menghindari binatang dan keramaian.
Pengidap mysophobia bahkan bisa menangis dan menjerit histeris ketika dirinya merasa terkena kuman dan bakteri. Gejala mysophobia juga dapat dipicu oleh beberapa hal seperti melihat seseorang mengangkut sampah.
Cara Mengatasi Mysophobia
Mysophobia adalah gangguan kesehatan mental yang dapat berdampak buruk pada kehidupan pengidapnya. Pasalnya, hidup terlalu higienis justru akan melemahkan imun tubuh dan meningkatkan risiko terjangkit berbagai macam penyakit.
Begitu pula dengan penggunaan produk antiseptik secara berlebihan. Alih-alih menghindari kuman, kebiasaan ini justru dapat membuat seseorang mudah terserang penyakit. Bahkan, tidak hanya berdampak pada fisik, mysophobia juga berdampak terhadap kehidupan sosial.
Beberapa dampak sosial yang dapat ditimbulkan oleh mysophobia adalah:
- Memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang.
- Mengganggu hubungan dengan orang lain, misalnya saat di tempat kerja atau sekolah.
- Menyebabkan masalah kesehatan mental lain, seperti gangguan cemas, isolasi sosial, dan depresi.
Oleh karena itu, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dengan segera dari dokter agar gejalanya tidak semakin memburuk. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi mysophobia adalah sebagai berikut.
1. Perubahan Gaya Hidup
Beberapa perubahan gaya hidup sehari-hari yang dapat dilakukan untuk mengatasi mysophobia adalah:
- Mengurangi konsumsi kafein, seperti soda, kopi, dan minuman berenergi karena dapat memicu rasa cemas.
- Menjalani olahraga yang dapat menenangkan pikiran, seperti taichi atau yoga.
- Aktif bergerak, tidur yang cukup, dan melakukan interaksi sosial.
2. Menjalani Psikoterapi
Tujuan psikoterapi pada pasien mysophobia adalah membantu mereka menghadapi rasa takutnya. Jenis psikoterapi yang paling efektif adalah terapi perilaku kognitif. Pada terapi ini, dokter akan mencoba memahami hal apa yang memicu rasa takut pasien, kemudian dokter akan memberikan arahan kepada pasien untuk mengendalikan pikiran dan menghadapi rasa takutnya.
3. Mengonsumsi Obat
Pada beberapa kasus, pasien mysophobia juga membutuhkan obat-obatan untuk meredakan kecemasan dalam jangka pendek. Biasanya dokter akan memberikan sejumlah obat-obatan, seperti obat anti depresan, obat sedatif, dan antihistamin jika diperlukan.
Mysophobia adalah masalah kesehatan mental yang tidak dapat didiagnosis secara mandiri. Apabila Anda mengalami beberapa gejala yang menyerupai mysophobia, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter spesialis kedokteran jiwa Siloam Hospitals untuk mengetahui penyebabnya secara pasti dan mendapatkan penanganan dengan tepat.
Anda dapat menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur dalam aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







