Kenali Nefrektomi, Prosedur Pengangkatan Kanker Ginjal
Kesehatan Tubuh

Kenali Nefrektomi, Prosedur Pengangkatan Kanker Ginjal

20 Juni 2025 5 menit waktu baca
nefrektomi adalah

Nefrektomi adalah prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh organ ginjal. Kondisi ini sering kali dilakukan untuk menangani kanker ginjal atau gagal ginjal kronis yang parah. Lantas, bagaimana prosedur nefrektomi? Adakah risiko komplikasi nefrektomi yang perlu diperhatikan? Untuk mengetahuinya, mari simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa Itu Nefrektomi?

 

Seperti yang telah disebutkan, nefrektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat organ ginjal. Prosedur ini dapat dilakukan dengan mengangkat salah satu ginjal (nefrektomi unilateral) ataupun kedua organ ginjal secara sekaligus (nefrektomi bilateral). Selain itu, berdasarkan bagian ginjal yang diangkat, nefrektomi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Nefrektomi parsial: Dilakukan dengan mengangkat sebagian organ ginjal yang bermasalah. Nefrektomi parsial adalah prosedur yang biasanya dilakukan jika terdapat kista atau tumor jinak berdiameter kurang dari 7 cm. 

  • Nefrektomi sederhana (simple nephrectomy): Prosedur yang dilakukan dengan mengangkat satu organ ginjal secara keseluruhan.

  • Nefrektomi radikal (total nephrectomy): Dilakukan dengan mengangkat seluruh organ ginjal yang bermasalah yang disertai dengan pengangkatan jaringan lemak, fasia Gerota (selubung jaringan ikat yang melapisi ginjal dan kelenjar adrenal), serta beberapa kelenjar getah bening di sekitarnya. Pada beberapa kasus, kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal juga dapat diangkat, terutama jika terdapat tumor di bagian atas ginjal.

 

Tujuan Nefrektomi

 

Salah satu tujuan dilakukannya nefrektomi adalah sebagai penanganan kanker ginjal maupun tumor ginjal yang bersifat jinak. Selain itu, beberapa orang mungkin perlu menjalani prosedur nefrektomi apabila ginjalnya menjadi sumber penyebab infeksi berulang atau sudah tidak bisa berfungsi dengan baik (misalnya, akibat gagal ginjal kronis). Di sisi lain, dokter juga dapat melakukan nefrektomi dengan mengangkat ginjal yang sehat untuk digunakan sebagai donor ginjal.

 

Persiapan Nefrektomi

 

Sebelum menjalani prosedur operasi pengangkatan ginjal, dokter akan terlebih dahulu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan. Adapun beberapa prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam persiapan nefrektomi adalah:

 

  • Tes darah.

  • CT scan.

  • MRI.

  • Angiografi, yaitu prosedur medis yang dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri dan vena dengan zat pewarna khusus.

  • USG.

 

Jika pasien sedang menggunakan obat pengencer darah, dokter akan menyarankan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut terlebih dahulu dimulai beberapa hari sebelum menjalani tindakan nefrektomi guna menghindari risiko komplikasi. Selain itu, pasien juga perlu berpuasa (tidak mengonsumsi makanan dan minuman) sebelum melakukan tindakan ini.

 

Prosedur Nefrektomi

 

Langkah pertama yang dilakukan dokter dalam prosedur nefrektomi adalah memberikan anestesi umum untuk membuat pasien tertidur selama operasi berlangsung. Setelah itu, dokter akan memasang selang kecil (kateter) untuk mengalirkan urine dari kandung kemih. Secara umum, prosedur nefrektomi dapat dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya:

 

  • Bedah terbuka. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di sisi perut untuk menjangkau organ ginjal.

  • Operasi laparoskopi. Melalui prosedur ini, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di area perut untuk memasukkan laparoskop (alat khusus yang dilengkapi lampu dan kamera) dan alat pembedahan khusus guna mengangkat organ ginjal. Alat laparoskop tersebut terhubung dengan monitor sehingga memungkinkan dokter untuk melihat kondisi bagian dalam perut.

  • Bedah robotik nefrektomi (robotic nephrectomy surgery). Prosedur ini menggunakan bantuan sistem robotik modern dan canggih yang dikendalikan langsung oleh dokter bedah. Dengan teknologi ini, dokter dapat mengangkat ginjal secara lebih presisi melalui sayatan kecil, sehingga meminimalkan nyeri, mempercepat pemulihan, serta mengurangi risiko komplikasi.

 

Perawatan Pascaprosedur Nefrektomi

 

Setelah menjalani prosedur nefrektomi, pasien perlu menjalani rawat inap selama 1–5 hari. Selama rawat inap, tenaga medis profesional akan memantau kondisi pasien secara keseluruhan, mulai dari mengevaluasi tekanan darah, keseimbangan elektrolit, serta kadar air di dalam tubuh.

 

Pasien mungkin juga perlu menggunakan kateter urine pada beberapa hari pertama pascaprosedur nefrektomi. Untuk membantu mengurangi nyeri di area bekas sayatan operasi, dokter juga dapat meresepkan obat analgesik.

 

Karena sayatan bekas operasi berada di dekat diafragma (jaringan otot di bawah paru-paru), pasien mungkin dapat merasa tidak nyaman untuk menghirup napas dalam-dalam. Meski demikian, penting bagi pasien untuk melakukan latihan pernapasan diafragma guna membantu meminimalkan risiko terjadinya pneumonia pascaprosedur nefrektomi.

 

Setelah diperbolehkan pulang ke rumah, pasien tetap perlu membatasi aktivitas fisik berintensitas tinggi serta menghindari mengangkat beban berat selama 6 minggu setelah menjalani operasi.

 

Risiko Komplikasi Nefrektomi

 

Pada dasarnya, nefrektomi merupakan prosedur yang aman dilakukan. Namun, serupa dengan tindakan pembedahan pada umumnya, terdapat beberapa risiko yang dapat muncul setelah menjalani prosedur nefrektomi, antara lain:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Cedera atau trauma pada organ-organ di area yang ditangani.

  • Pneumonia.

  • Reaksi alergi.

  • Gagal ginjal, namun cenderung jarang terjadi.

 

Beberapa pasien juga dapat mengalami komplikasi jangka panjang setelah menjalani prosedur nefrektomi. Komplikasi tersebut dapat terjadi karena tubuh hanya memiliki satu ginjal yang bisa berfungsi secara optimal. Berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat berkurangnya fungsi ginjal:

 

  • Tekanan darah tinggi.

  • Tingginya kadar protein di dalam urine.

  • Penyakit ginjal kronis.

 

Prosedur bedah robotik nefrektomi kini tersedia di Siloam Hospitals. Teknologi bedah robotik ini menggunakan generasi terbaru Da Vinci Xi, yang dapat digunakan dalam berbagai jenis operasi, termasuk dalam tindakan nefrektomi. Dengan dukungan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi menjadi lebih jelas, detail, dan akurat.

 

Penggunaan teknologi Da Vinci Xi Robotic Surgery memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan hasil yang lebih presisi. Didukung dokter berpengalaman, pasien akan mendapatkan manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih cepat, bekas luka yang lebih kecil, risiko komplikasi yang lebih rendah, dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama prosedur.

 

Perlu diketahui bahwa nefrektomi hanya dilakukan jika diagnosis gangguan ginjal telah ditegakkan oleh dokter dan prosedur medis lainnya tidak dapat menangani kondisi tersebut. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh dokter dan para tim medis terkait untuk melaksanakan tindakan ini, seperti kondisi kesehatan pasien dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

 

Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Lebih lanjut, Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Namun, perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien bisa berbeda pada setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi pasien.


Tersedia aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk mencari informasi jadwal praktik dan membuat janji temu dengan dokter secara online. Bahkan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur untuk konsultasi virtual dengan dokter pilihan. Unduh aplikasinya sekarang dan nikmati berbagai kemudahan akses kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

message

ArticleDetail