Apa Itu Neuropati Perifer? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Neuropati Perifer? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

29 Mei 2026 5 menit waktu baca
Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah kondisi ketika terjadi kerusakan pada sistem saraf tepi (saraf perifer). Kerusakan ini dapat menyebabkan sistem saraf tepi tidak berfungsi secara optimal dalam mengirimkan sinyal dari sistem saraf pusat ke seluruh tubuh.

 

Oleh karena itu, neuropati perifer dapat menimbulkan berbagai gejala tergantung pada saraf yang terpengaruh. Lantas, apa penyebab neuropati perifer dan bagaimana pengobatannya? Mari simak informasi selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Neuropati Perifer?

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, neuropati perifer adalah kondisi ketika sistem saraf tepi mengalami kerusakan. Sistem saraf tepi terdiri dari tiga jenis saraf, yakni sensorik, motorik, dan otonom. 

 

Saraf sensorik berperan dalam transmisi informasi sensorik, seperti rasa sakit, sentuhan, atau rasa panas dan dingin. Saraf motorik berfungsi untuk mengendalikan gerakan otot. Sementara itu, saraf otonom meregulasi aktivitas tubuh involunter, seperti tekanan darah dan perkemihan. Karena itu, kerusakan pada saraf perifer dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

 

Neuropati perifer bisa dibilang sebagai gangguan yang cukup umum. Menurut American Academy of Family Physicians (2020), prevalensi neuropati perifer pada populasi umum berkisar antara 1–7%. Angka kejadian neuropati perifer ditemukan lebih tinggi pada populasi dengan usia 50 tahun ke atas. 

 

Penyebab Neuropati Perifer

 

Penyebab neuropati perifer cukup beragam, dari diabetes tipe 2, alkoholisme, hingga gangguan vaskular. Berikut penjelasannya:

 

  • Diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 yang tidak dikendalikan dengan baik dapat mengakibatkan hilangnya sensasi pada kaki dan tungkai. Neuropati perifer mempengaruhi 25–50% pasien diabetes yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti usia pasien, jumlah tahun menderita diabetes, dan tingkat pengendalian diabetes.

  • Mengonsumsi alkohol berlebihan, terutama dalam jangka waktu yang lama, dapat merusak saraf.

  • Defisiensi nutrisi dan vitamin. Kekurangan tembaga dan vitamin B1, B6, B9, B12, dan E dapat menyebabkan kerusakan saraf. Namun, perlu diketahui bahwa kelebihan vitamin B6 juga bisa menyebabkan hal yang sama.

  • Penyakit autoimun dan peradangan, seperti lupus, sindrom Sjögren, vaskulitis (peradangan pembuluh darah), sindrom Guillain-Barre, dan sebagainya.

  • Obat-obatan dan keracunan, seperti kemoterapi, antibiotik, antiaritmia, serta paparan logam berat atau bahan kimia industri.

  • Tumor, baik jinak maupun ganas.

  • Kondisi genetik, seperti amiloidosis, penyakit Charcot-Marie-Tooth, dan penyakit Fabry.

  • Infeksi, yang diakibatkan oleh virus seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan bakteri penyebab penyakit Lyme. 

  • Cedera fisik (trauma), seperti akibat kecelakaan mobil, jatuh, olahraga, dan prosedur medis.

  • Gangguan vaskular (terkait sirkulasi). Kurangnya aliran darah akibat duduk dan tidur dalam posisi tertentu dapat memicu neuropati perifer yang bisa segera membaik. Namun, masalah sirkulasi yang parah dapat berujung pada kerusakan saraf jangka panjang.

  • Neuropati idiopatik, yakni neuropati yang terjadi tanpa penyebab yang jelas.

 

Gejala Neuropati Perifer

 

Karena memengaruhi beberapa jenis saraf, neuropati perifer dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Berikut tanda dan gejala neuropati perifer yang dibagi berdasarkan saraf yang terdampak.

 

Gejala motorik:

 

  • Kram otot.

  • Kedutan.

  • Kelemahan otot.

  • Foot drop (kaki lunglai).

  • Atrofi otot.

  • Gerakan otot yang tidak dapat dikendalikan.

  • Kelumpuhan.

 

Gejala sensorik: 

 

  • Kesemutan.

  • Kebas.

  • Berkurangnya sensasi panas atau dingin.

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

  • Rasa nyeri yang mudah timbul akibat sentuhan ringan.

 

Gejala otonom:

 

  • Berkeringat terlalu banyak atau sedikit.

  • Perut kembung.

  • Diare atau sembelit.

  • Rasa pusing akibat tekanan darah rendah.

  • Jantung berdebar.

  • Gangguan fungsi seksual.

  • Kehilangan kendali usus.

  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.

 

Gejala neuropati perifer

 

Diagnosis Neuropati Perifer

 

Dalam mendiagnosis neuropati perifer, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala, gaya hidup, dan riwayat medis pasien serta keluarganya. Kemudian, proses akan berlanjut dengan pemeriksaan fisik dan saraf secara menyeluruh.

 

Beberapa pemeriksaan penunjang juga bisa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis, seperti:

 

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar vitamin, diabetes, tanda peradangan, atau kondisi metabolik.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI

  • Elektromiografi (EMG), guna memantau aktivitas listrik pada otot saat berkontraksi.

  • Nerve conduction study. Dokter akan memasang elektroda pada kulit untuk menilai kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal.

  • Biopsi, baik pada jaringan kulit atau saraf.

  • Tes genetik. Tes genetik dapat dilakukan untuk menilai neuropati yang bersifat diturunkan.

Pengobatan Neuropati Perifer

 

Apakah neuropati perifer bisa sembuh? Peluang kesembuhan neuropati perifer dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat kerusakan saraf, penyebab yang mendasari, dan seberapa cepat kondisi ditangani. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk memastikan kondisi pasien.

 

Meski pada banyak kasus tidak dapat sembuh sepenuhnya, gejala neuropati perifer masih bisa dikendalikan. Pengobatan neuropati perifer umumnya bertujuan untuk mengelola penyebab yang mendasarinya, meredakan gejala, dan mencegah perburukan. Dalam hal ini, dokter dapat meresepkan obat-obatan atau merekomendasikan prosedur tertentu. Berikut penjelasannya.

 

1. Obat-obatan

  • Pereda nyeri, seperti obat antiinflamasi non-steroid (OAINS).

  • Antikejang, seperti gabapentin dan pregabalin.

  • Obat topikal, seperti lidocaine.

  • Antidepresan, seperti amitriptilin, nontriptilin, dan sebagainya.

 

2. Prosedur Terapi

  • Fisioterapi. Pasien dapat menjalani terapi ini jika mengalami kelemahan otot atau masalah keseimbangan.

  • Stimulasi sumsum tulang belakang. Alat neurostimulator akan dipasangkan ke tubuh untuk mengalirkan impuls listrik bertegangan rendah untuk memblokir sinyal nyeri ke otak.

  • Pertukaran plasma darah, steroid, dan imunoglobulin intravena. Digunakan untuk neuropati perifer akibat kondisi peradangan atau autoimun dengan gejala kelemahan, kebas, atau kehilangan keseimbangan.

  • Operasi. Dilakukan pada kasus neuropati yang disebabkan oleh tekanan pada saraf seperti tumor.

Pencegahan Neuropati Perifer

 

Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami neuropati perifer. Cara mencegah neuropati perifer adalah sebagai berikut:

 

  • Menangani kondisi yang mendasari neuropati, seperti mengelola kadar gula darah.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Berhenti merokok.

  • Mengurangi konsumsi kafein.

  • Mendapatkan vaksinasi untuk kondisi yang dapat menyebabkan neuropati.

  • Berkonsultasi dengan dokter terkait risiko genetik neuropati.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi neuropati perifer. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit saraf terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan pengobatan maupun mendapatkan second opinion.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis yang lengkap di Indonesia. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada neuropati perifer, seperti kram pada otot, kesemutan, hingga mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

NHS. Peripheral Neuropathy. Diakses pada 2025 | Alodokter. Neuropati Perifer. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Peripheral Neuropathy. Diakses pada 2025 | Healthline. Peripheral Neuropathy. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Peripheral Neuropathy: Diagnosis & Treatment. Diakses pada 2025 | National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Peripheral Neuropathy. Diakses pada 2025 | American Family Physician (AAFP). Peripheral Neuropathy. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail