Nutrigenomik, Ilmu untuk Mengetahui Pola Makan sesuai Genetik
Pola Hidup Sehat

Nutrigenomik, Ilmu untuk Mengetahui Pola Makan sesuai Genetik

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
nutrigenomik adalah

Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari keterkaitan antara zat gizi dalam makanan dengan ekspresi gen pada tubuh manusia. Ilmu ini kerap digunakan untuk mengetahui hubungan antara pola makan serta respons genetik yang mengatur berbagai fungsi tubuh. Mari simak informasi selengkapnya mengenai nutrigenomik serta prosedur pemeriksaannya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Nutrigenomik?

 

Seperti yang telah dijelaskan, nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana zat gizi yang terkandung di dalam makanan saling berinteraksi dan memengaruhi ekspresi gen pada tubuh manusia. Pada dasarnya, konsep nutrigenomics atau nutritional genomics ini mulai dikembangkan setelah proyek Human Genome pada tahun 1990-an berhasil memetakan gen manusia secara keseluruhan.

 

Kemudian, pemeriksaan nutrigenomik mulai digunakan untuk mengetahui pola makan yang disesuaikan dengan ekspresi gen dalam tubuh. Secara umum, pemeriksaan nutrigenomik mampu menganalisis hingga lebih dari 70 gen yang berbeda. Adapun salah satu gen yang paling banyak dianalisis melalui tes nutrigenomik adalah FTO. Gen tersebut berperan penting dalam proses metabolisme karbohidrat.

 

Tujuan pemeriksaan nutrigenomik ini adalah untuk memberikan informasi mengenai bagaimana nutrisi atau pola makan tertentu dapat memengaruhi kesehatan manusia berdasarkan profil genomik, karena pada dasarnya setiap orang memiliki karakter gen yang berbeda-beda.

 

Nutrigenomik sering kali dikaitkan dengan nutrigenetik, mengingat dua bidang ilmu tersebut sama-sama mempelajari interaksi antara zat gizi dan ekspresi gen. Meski serupa, kedua bidang ilmu ini memiliki perbedaan.

 

Nutrigenomik adalah ilmu yang menjelaskan mengenai interaksi zat gizi terhadap ekspresi gen dan kesehatan secara keseluruhan. Sementara itu, nutrigenetik berbicara mengenai bagaimana gen memengaruhi cara tubuh dalam menyerap makanan, menjalankan proses metabolisme, serta menggunakan zat gizi tertentu.

 

Manfaat Tes Nutrigenomik

 

Pada dasarnya, tes nutrigenomik dapat membantu seseorang dalam memahami dan menentukan zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tubuh. Di samping itu, beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan pemeriksaan nutrigenomik adalah:

 

  • Membantu menyesuaikan kebutuhan pola makan sesuai dengan susunan genetik dalam tubuh.

  • Mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh setelah zat gizi masuk ke dalamnya.

  • Mencegah, menunjang diagnosis, serta mengobati penyakit tertentu.

  • Membantu menentukan pola makan yang baik untuk mengelola kondisi pasien penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.

  • Menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis akibat penerapan gaya hidup tidak sehat.

  • Pada atlet profesional, nutrigenomik juga dapat membantu meningkatkan kinerja atletik untuk menjaga stamina, ketahanan, dan kekuatan fisik yang dicapai melalui pola makan (diet) yang tepat sesuai profil genetik.

 

Tujuan Tes Nutrigenomik

 

Pemeriksaan nutrigenomik pada dasarnya digunakan untuk menentukan program diet atau pola makan yang tepat dan sesuai dengan ekspresi gen. Secara umum, terdapat tiga aspek utama yang dituju dalam pemeriksaan nutrigenomik, di antaranya adalah preventif, presisi, serta personalisasi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Preventif

 

Dengan mengetahui interaksi antara gen dan zat gizi, pasien dapat menentukan pola makan yang tepat guna membantu mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan. Misalnya, jika dari hasil tes menunjukkan bahwa pasien memiliki varian gen yang merespons lemak jenuh secara berlebihan, pasien disarankan untuk mengurangi asupan lemak jenuh guna meminimalkan risiko terjadinya penyakit jantung.

 

Tes nutrigenomik juga bertujuan untuk mencegah beberapa jenis penyakit, seperti hipertensi, obesitas, diabetes melitus tipe 2, kanker, dan lain-lain. Tes ini juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidup. 

 

2. Presisi

 

Pemeriksaan nutrigenomik dinilai sangat akurat dan didasarkan pada sains. Sebab, tes ini akan menyamakan variasi gen dalam tubuh pasien dengan GenBank. GenBank sendiri merupakan basis data internasional yang memuat informasi mengenai struktur pembentuk inti sel DNA (deoxyribonucleic acid) serta RNA (ribonucleic acid) pada seluruh organisme.

 

3. Personalisasi

 

Melalui pemeriksaan nutrigenomik, pasien akan memperoleh personalised nutrition, yaitu rekomendasi diet sehat yang disesuaikan dengan susunan serta varian genetik yang berbeda-beda pada setiap individu. Hal ini dipercaya dapat membantu mengoptimalkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Persiapan Tes Nutrigenomik

 

Pemeriksaan nutrigenomik biasanya dilakukan dengan menganalisis sampel air liur (saliva). Kendati demikian, beberapa laboratorium mungkin akan menggunakan buccal swab, yaitu tes usap untuk mendapatkan sampel mukosa mulut. Karena itu, pasien perlu berpuasa selama 30 menit sampai dengan 1 jam sebelum pengambilan sampel. Namun, pasien tetap diperkenankan untuk minum air putih.

 

Selain itu, pasien juga disarankan untuk tidak menggosok gigi pada pagi hari sebelum pengambilan sampel air liur. Sebab, kandungan kimia di dalam pasta gigi serta gerakan saat menyikat gigi dikhawatirkan dapat merusak komponen DNA dalam sampel air liur.

 

Prosedur Tes Nutrigenomik

 

Selama prosedur pengambilan sampel, pasien akan diarahkan untuk mengeluarkan air liur atau meludah ke dalam tabung khusus yang sudah disediakan. Jumlah sampel air liur yang diambil akan tergantung pada keperluan setiap laboratorium, namun biasanya dibutuhkan sebanyak 2 mililiter.

 

Jika pasien kesulitan untuk mengeluarkan air liur, tenaga medis mungkin akan menyarankan untuk memijat kelenjar saliva yang terletak di kedua sisi pipi bagian bawah. Proses pengambilan sampel ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, sampel air liur dapat dianalisis di laboratorium.

 

Hasil Tes Nutrigenomik

 

Hasil pemeriksaan nutrigenomik biasanya akan keluar pada 21–25 hari setelah proses pengambilan sampel. Hasil pemeriksaan akan keluar dalam bentuk buku, yang memuat berbagai informasi mengenai gen dan varian yang dimiliki oleh pasien.

 

Guna memperoleh penjelasan lengkap mengenai hasil pemeriksaan nutrigenomik, pasien akan diarahkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. Nantinya, dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan serta memberikan saran mengenai pola makan (diet), kebutuhan suplemen, hingga jenis olahraga yang sesuai dengan ekspresi gen.

 

Dapat disimpulkan, nutrigenomik adalah ilmu yang bisa digunakan untuk membantu menyesuaikan pola makan yang tepat dan sesuai kondisi tubuh. Di samping itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat jika ingin mengetahui saran penerapan pola makan yang baik untuk kesehatan berdasarkan profil genomik Anda.

 

Selain itu, Siloam Hospitals juga menyediakan sejumlah Paket Nutrigenomik Siloam GeneFit yang memungkinkan Anda untuk memperoleh pemeriksaan nutrigenomik sekaligus konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. Pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail