Operasi Plastik, Mengenal Prosedur, Manfaat, dan Risikonya
Kecantikan

Operasi Plastik, Mengenal Prosedur, Manfaat, dan Risikonya

29 Oktober 2025 6 menit waktu baca
operasi plastik adalah

Operasi plastik adalah serangkaian tindakan medis yang bertujuan untuk memperbaiki, memodifikasi, atau merekonstruksi bagian tubuh tertentu. Sebenarnya, tujuan operasi plastik tidak hanya untuk mempercantik diri, tetapi juga untuk memperbaiki bagian kulit, otot, atau jaringan ikat yang mengalami kerusakan akibat cedera atau kelainan bawaan.

 

Lantas, bagaimana prosedur operasi plastik dilakukan? Adakah risiko yang perlu diwaspadai? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Operasi Plastik?

 

Oplas atau operasi plastik adalah prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan atau kekurangan fisik, yang bisa disebabkan karena penyakit, cacat bawaan, cedera, atau komplikasi dari pembedahan yang pernah dijalani sebelumnya.

 

Namun, saat ini operasi plastik tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki kelainan fisik karena penyakit, tetapi juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kecantikan/estetika. Inilah sebabnya, operasi plastik terbagi menjadi dua, yaitu bedah rekonstruksi dan bedah estetika. 

 

Jenis Operasi Plastik dalam Dunia Kecantikan

 

Sementara itu, beberapa tindakan oplas yang dilakukan dengan tujuan mempercantik penampilan (estetika), di antaranya:

 

1. Operasi Kelopak Mata

 

Operasi kelopak mata atau blepharoplasty adalah prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk kelopak mata atau gangguan yang berkaitan dengan kelopak mata, seperti menghilangkan kantung mata atau memperbaiki kelopak mata yang turun.

 

Di samping itu, blepharoplasty juga bertujuan untuk menyingkirkan kelebihan lemak dan kulit, serta menjadikan kelopak mata lebih halus dan kencang. Untuk masyarakat Asia, operasi kelopak mata sering kali dilakukan untuk menciptakan kelopak mata ganda (asian blepharoplasty).

 

2. Operasi Hidung

 

Operasi hidung atau rhinoplasty adalah jenis operasi plastik yang paling banyak dilakukan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk merekonstruksi bentuk hidung, misalnya hidung terlalu lebar, bengkok, atau pesek.

 

Rhinoplasty bisa dilakukan untuk mempercantik diri atau memperbaiki perubahan bentuk hidung akibat cedera/kecelakaan atau kelainan bawaan. Namun, operasi ini baru bisa dilakukan oleh orang berusia di atas 16 tahun pada wanita dan 21 tahun pada pria ketika fase pertumbuhan telah berhenti. Operasi hidung juga tidak disarankan bagi orang yang sering menjalani olahraga berat, misalnya seorang atlet.

 

3. Implan Pipi

 

Seiring bertambahnya usia, jaringan di wajah dapat menipis dan berkurang kekencangannya. Operasi implan pipi adalah prosedur yang dilakukan untuk menambah volume di bagian pipi, sehingga tampilan wajah menjadi lebih muda.

 

Implan pipi biasanya juga dilakukan untuk membuat tampilan wajah tampak lebih alami setelah seseorang menjalani operasi rekonstruktif wajah akibat kanker atau cedera. Sayangnya, implan pipi kurang cocok jika diimplementasikan pada orang dengan kondisi kulit yang terlalu kendur.

 

4. Operasi Bibir

 

Tujuan operasi plastik pada bibir adalah membuat tampilan bibir menjadi lebih tebal atau berisi. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasang implan di bibir. Namun, selain operasi, dokter juga bisa memperindah bentuk bibir dengan menyuntikkan zat tertentu, seperti lemak dan filler.

 

Namun, tidak semua orang cocok menjalani operasi bibir, terutama mereka yang mempunyai riwayat alergi atau penyakit tertentu seperti penyakit autoimun, diabetes, dan herpes.

 

5. Operasi Tarik Wajah

 

Operasi tarik wajah (facelift) dilakukan untuk mengencangkan wajah dan memudarkan kerutan-kerutan halus di wajah. Operasi tarik wajah ini kerap dijalani oleh orang berusia lanjut, mempunyai lemak berlebih di dagu, dan mengalami pengenduran di kulit wajah dan leher. Dengan melakukan operasi tarik wajah, seseorang bisa terlihat awet muda.

 

6. Operasi Pengencangan Dahi

 

Tujuan dilakukannya operasi pengencangan dahi adalah untuk membuat kulit dahi lebih kencang dan menyingkirkan kerutan halus pada dahi. Melalui operasi ini, dokter akan memperbaiki struktur alis yang turun serta memudarkan kerutan di dahi.

 

Selain sederet operasi plastik di atas, sebenarnya masih banyak jenis oplas yang juga cukup umum dilakukan, seperti operasi implan payudara, operasi dagu, pengambilan tahi lalat, dan operasi vagina.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Operasi Plastik

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi plastik adalah sebagai berikut:

 

  • Tanyakan segala hal yang ingin diketahui tentang hasil serta risiko operasi plastik. Perhatikan pula foto-foto sebelum dan sesudah menjalani operasi.
  • Cari tahu lebih dalam mengenai dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis bedah plastik yang akan menangani operasi. Pasalnya, kemampuan dokter anestesi juga berpengaruh besar terhadap kelancaran operasi.
  • Perlu diketahui bahwa operasi plastik tidak bisa memberikan hasil permanen, karena hasil dari bedah plastik tersebut biasanya akan hanya akan bertahan selama beberapa waktu dan memudar seiring dengan proses penuaan.
  • Pilih rumah sakit atau klinik kecantikan secara selektif. Pastikan bahwa yang melakukan tindakan operasi plastik adalah seorang dokter bedah plastik yang berpengalaman.

 

Prosedur Operasi Plastik

 

Teknik operasi plastik berbeda-beda, tergantung dari tujuan pembedahannya. Beberapa metode umum yang dilakukan selama operasi plastik adalah sebagai berikut:

 

1. Cangkok Kulit

 

Cangkok kulit adalah metode yang dilakukan dengan cara mengambil sebagian kulit dari area yang sehat untuk menutupi bagian kulit yang rusak atau akan diperbaiki. Metode ini sering kali dilakukan untuk menutupi luka bakar, patah tulang, luka berukuran besar, bibir sumbing, atau bagian kulit yang perlu dihilangkan karena beberapa hal, seperti kanker.

 

Teknik ini disebut juga dengan skin flapping. Biasanya, bagian kulit yang digunakan untuk cangkok kulit adalah bagian paha atau punggung. Jika daerah kulit yang mengalami luka luas, maka tindakan cangkok kulit ini mungkin perlu dilakukan beberapa kali.

 

2. Bedah Penutup

 

Cara kerja bedah penutup dalam operasi plastik adalah mirip dengan cangkok kulit. Metode ini memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi karena jaringan baru yang ditempelkan pada bagian kulit yang rusak langsung mendapatkan pasokan darah. Bedah penutup kerap diimplementasikan pada bedah bibir sumbing atau operasi payudara.

 

3. Perangkat Tiruan (Prostetik)

 

Prosedur ini menggunakan suatu alat tiruan atau prostetik yang dipasangkan di kulit kepala, kepala, wajah atau mulut dengan tujuan mengembalikan bentuk serta fungsi bagian tubuh yang tidak sempurna/hilang.

 

4. Perluasan Jaringan

 

Pada prosedur ini, dokter memasukkan alat seperti balon ke bawah lapisan kulit, lalu mengisinya dengan air garam supaya kulit merenggang. Saat dirasa sudah cukup, alat tersebut akan ditarik keluar kembali, kemudian jaringan baru akan ditempatkan di lokasi tersebut guna menggantikan kulit yang rusak/hilang.

 

5. Microsurgery

 

Metode berikutnya dari operasi plastik adalah microsurgery (bedah mikro), yaitu prosedur operasi yang juga dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf dengan bantuan mikroskop khusus untuk memperbaiki saraf yang mengalami kerusakan.

 

Dokter spesialis bedah plastik menggunakan metode microsurgery ini untuk operasi rekonstruksi yang lebih kompleks termasuk rekonstruksi kulit, otot, dan jaringan yang rusak. Misalnya, microsurgery digunakan untuk menangani kondisi limfedema dan untuk membantu dalam upaya reattachment (penyambungan kembali) dan replantasi (penanaman kembali) bagian tubuh yang diamputasi.

 

Pemulihan Setelah Operasi Plastik

 

Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan setelah menjalani operasi plastik adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dari dokter.
  • Mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menjaga kebersihan luka operasi untuk menghindari infeksi.
  • Menjalani terapi rehabilitasi medis jika diperlukan.

 

Risiko Operasi Plastik

 

Seperti halnya prosedur operasi lainnya, operasi plastik juga bisa menimbulkan risiko tertentu. Adapun beberapa risiko komplikasi setelah operasi plastik adalah sebagai berikut:

 

  • Kebocoran implan atau implan bergeser.
  • Kesemutan atau mati rasa.
  • Infeksi.
  • Memar dan perdarahan.
  • Cedera saraf.
  • Kehilangan rambut di area yang dioperasi.

 

Itulah penjelasan seputar operasi plastik yang perlu diketahui. Apabila Anda mengalami permasalahan/keluhan di sekitar mata atau berencana menjalani operasi kelopak mata, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter.


Sebelumnya, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter secara praktis melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda melakukan self-check in dan online queue. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail