Paget’s Disease - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Paget’s Disease - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

16 Oktober 2025 4 menit waktu baca
paget's disease

Paget’s disease atau penyakit Paget adalah salah satu masalah pada tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi bengkok dan lebih rapuh, sehingga rentan mengalami perubahan bentuk, retak, dan patah.

 

Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau beberapa bagian tubuh. Paget’s disease paling sering terjadi pada tulang tengkorak, tulang panggul, tulang belakang, dan tulang tungkai. Simak artikel di bawah ini untuk memahami lebih lanjut tentang penyakit Paget.

 

Apa itu Penyakit Paget (Paget’s Disease)?

 

Penyakit Paget atau Paget’s disease adalah kelainan pada proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan bentuk tulang tidak normal (biasanya bengkok) dan rapuh. Normalnya, sel tulang akan selalu mengalami proses regenerasi. Pada proses ini, tulang lama diserap oleh osteoklas, dan digantikan tulang baru oleh osteoblas.

 

Namun pada penyakit Paget atau yang disebut juga dengan osteitis deformans, terjadi penyerapan berlebih pada osteoklas yang menyebabkan osteoblas bertindak untuk mengimbangi penyerapan ini dengan reaksi berlebihan, sehingga jaringan tulang baru yang dibentuk menjadi lebih besar dan rapuh.

 

Paget’s disease adalah kelainan tulang yang dapat terjadi pada semua orang. Namun, kebanyakan orang yang menderita penyakit ini berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit Paget cukup jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun.

 

Penyebab Paget’s Disease

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab Paget’s disease. Namun, penelitian dalam situs National Organization for Rare Disorders menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan infeksi virus pada tulang yang berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Paget adalah sebagai berikut:

 

  • Riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

  • Berjenis kelamin pria.

  • Pertambahan usia.

  • Sering terpapar polusi lingkungan.

 

Gejala Paget’s Disease

 

Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Kalaupun muncul gejala, biasanya keluhan utama penderita penyakit Paget adalah rasa nyeri pada tulang, deformitas (perubahan bentuk tulang), serta lebih mudah mengalami patah tulang (fraktur).

 

Di samping itu, beberapa gejala lain yang bisa muncul cukup bervariasi, tergantung dari bagian tubuh yang terdampak. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Tulang tengkorak: Kelainan pada proses pembentukan tulang tengkorak, sehingga penderitanya mengalami nyeri kepala serta gangguan pendengaran.

  • Tulang tungkai: Perubahan bentuk pada tungkai menjadi bengkok atau kaki berbentuk O pada anak-anak.

  • Tulang belakang: Menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang serta kesemutan, nyeri, dan mati rasa di tungkai atau lengan.

 

Diagnosis Paget’s Disease

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa bagian tubuh yang terdampak.

 

Setelah menjalani pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, seperti:

 

  • Foto rontgen, untuk melihat kondisi tulang secara jelas.

  • Bone scan, mendeteksi bagian tulang yang terpengaruh oleh Paget’s disease.

  • Pemeriksaan laboratorium dengan tes darah, untuk mengukur kadar alkali fosfatase.

  • Biopsi tulang, memeriksa sampel tulang di laboratorium untuk memastikan penyakit yang diderita pasien.

 

Komplikasi Paget’s Disease

 

Penyakit Paget adalah kondisi yang berkembang dengan lambat. Tetapi, jika tidak mendapatkan penanganan, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Osteoarthritis.

  • Hiperkalsemia (peningkatan kadar kalsium).

  • Kesulitan berjalan.

  • Patah tulang (fraktur).

  • Kanker tulang.

  • Gagal jantung, karena peningkatan beban kerja jantung.

  • Gangguan saraf, seperti kesemutan pada tangan atau kaki dan hilangnya kemampuan pendengaran. Hal ini bisa terjadi karena adanya tekanan pada saraf akibat perubahan bentuk tulang pada tulang belakang atau tulang tengkorak kepala.

 

Pengobatan Penyakit Paget (Paget’s Disease)

 

Jika kondisi ini menimbulkan gejala yang membahayakan atau memengaruhi kualitas hidup, dokter akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan, seperti:

 

A. Pemberian Obat-obatan

 

Beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit Paget adalah bifosfonat (obat penghambat osteoklas), kalsitonin (mengatur kadar kalsium dan metabolisme tulang), serta obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAIDs (pereda nyeri). 

 

B. Operasi 

 

Apabila pemberian obat-obatan tidak cukup efektif untuk mengatasi Paget’s disease, biasanya dokter akan menyarankan operasi. Adapun beberapa metode operasi yang sering digunakan untuk menangani penyakit Paget, di antaranya:

 

  • Fiksasi internal, untuk mengembalikan posisi tulang ke posisi yang seharusnya.

  • Osteotomi, untuk mengembalikan bentuk tulang dan mengurangi nyeri pada area yang terdampak .

  • Operasi penggantian sendi total, untuk mengganti sendi yang sudah rusak atau meradang dengan sendi buatan atau tiruan (prostesis).



Sementara itu, penderita Paget’s disease yang tidak bergejala biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, namun tetap dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan secara berkala.

 

Sebagai langkah perawatan lebih lanjut, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan tulang secara rutin di Siloam Hospitals Mampang menggunakan paket medical check up Cek Kesehatan Tulang untuk mendeteksi masalah pada tulang sejak dini.

 

Sebagai pusat unggulan ortopedi, Siloam Hospitals Mampang dan Siloam Hospitals Jember dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan tim ahli ortopedi berpengalaman sehingga mampu memberikan diagnosis, perawatan, hingga terapi rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal.

 

Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda dalam mengakses layanan kesehatan. Unduh MySiloam sekarang secara gratis dan jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail