Gusi Belakang Bengkak Tanda Perikoronitis, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
Kesehatan Tubuh

Gusi Belakang Bengkak Tanda Perikoronitis, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

05 Juni 2025 3 menit waktu baca
 perikoronitis adalah

 

Perikoronitis adalah pembengkakan atau peradangan pada jaringan gusi yang berada di sekitar gigi. Perikoronitis umumnya dihubungkan dengan erupsi atau munculnya gigi bungsu (molar ketiga). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri ringan. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Perikoronitis?

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perikoronitis adalah peradangan intraoral yang disebabkan oleh infeksi jaringan gingiva (gusi) yang mengelilingi atau menutupi gigi yang sedang tumbuh (erupsi). Perikoronitis paling sering dikaitkan dengan erupsi gigi molar ketiga mandibula, meskipun dapat terjadi pada gigi lain yang sedang erupsi.

 

Kondisi ini terjadi ketika gusi di sekitar gigi geraham bungsu yang sedang tumbuh atau tumbuh sebagian terpapar oleh bakteri dari rongga mulut, sehingga menyebabkan infeksi dan peradangan. 

 

Penyebab Perikoronitis

 

Perikoronitis biasanya terjadi pada gigi bagian bawah dan gigi geraham bungsu, tepatnya gigi geraham ketiga dan terakhir yang dimiliki seseorang saat remaja atau ketika memasuki usia 20-an. Impaksi gigi bungsu sebagian dapat menyebabkan terbentuknya flap gusi. Flap yang disebut operkulum akan menutupi mahkota gigi. Hal ini dapat membuat sisa makanan terperangkap di bawah operkulum dan memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi.

 

Adapun beberapa faktor lain yang sering kali meningkatkan risiko terjadinya perikoronitis adalah:

 

  • Memasuki usia 20 tahun.

  • Memiliki gigi bungsu yang belum tumbuh sepenuhnya.

  • Kesehatan gigi yang buruk.

  • Kehamilan.

  • Mengalami stres.

  • Infeksi saluran pernapasan atas yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

 

Perlu dicatat bahwa perikoronitis tidak menular. Namun, bakteri yang menyebabkannya bisa menyebar melalui air ludah. Penderita perikoronitis dapat menularkan bakteri melalui kontak oral, seperti berbagi peralatan makan dengan orang lain atau berciuman.

 

Gejala Perikoronitis

 

Perikoronitis dibagi menjadi dua kategori, yaitu akut dan kronis. Perikoronitis akut ditandai dengan timbulnya tanda dan gejala peradangan yang lebih parah secara tiba-tiba di daerah intraoral yang terkena. Sedangkan perikoronitis kronis muncul dengan riwayat gejala yang lebih ringan. Adapun gejala perikoronitis akut yang diderita dalam jangka pendek meliputi:

 

  • Nyeri di sekitar gigi.

  • Kemerahan dan pembengkakan pada jaringan gusi yang terdampak.

  • Demam.

  • Keluar nanah.

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

  • Pembengkakan pada sisi wajah yang terdampak.

  • Sulit membuka mulut dan rahang (trismus).

  • Rasa tidak nyaman saat menelan.

  • Kehilangan nafsu makan.

 

Sementara itu, perikoronitis kronis yang berlangsung dalam jangka panjang umumnya ditandai dengan gejala-gejala berikut:

 

  • Pembengkakan pada gusi yang terdampak.

  • Nyeri pada area yang terdampak.

  • Rasa tidak nyaman atau tidak enak di dalam mulut.

  • Bau mulut (halitosis).

 

Diagnosis Perikoronitis

 

Dokter akan memulai diagnosis perikoronitis dengan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis pasien dan gejala yang dialami. Setelahnya, dokter akan melakukan evaluasi klinis dengan memeriksa gigi dan jaringan gusi di sekitarnya untuk mengidentifikasi gejala perikoronitis, seperti pembengkakan, peradangan dan kemerahan.

 

Apabila diperlukan, dokter akan merekomendasikan rontgen gigi untuk mengecek kesehatan akar gigi dan keselarasan gigi. Hal ini juga dilakukan untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab lain yang menyebabkan rasa sakit, seperti gigi berlubang.

 

Pengobatan Perikoronitis

 

Penanganan perikoronitis antara satu pasien dan lainnya berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahannya. Dokter bisa merekomendasikan beberapa prosedur pengobatan berikut:

 

  • Pembersihan gigi untuk memastikan flap gusi bersih dari sisa makanan yang terperangkap.

  • Konsumsi obat-obatan yang diresepkan, seperti antibiotik dan anti nyeri untuk mengatasi rasa sakit serta mengatasi infeksi.

  • Penggunaan obat kumur antibakteri untuk membasmi bakteri berbahaya di dalam mulut.

  • Operasi kecil untuk mengangkat flap gigi atau operkulum apabila terjadi peradangan kronis.

  • Pencabutan gigi bungsu apabila tidak dapat tumbuh atau muncul keluar secara normal.

 

Jika tidak diobati, perikoronitis dapat menyebarkan infeksi lokal ke daerah kepala dan leher di dekatnya. Infeksi di daerah tersebut harus dikenali sejak dini, karena pengobatan yang tertunda dapat meningkatkan risiko pasien mengalami gangguan saluran napas yang mengancam jiwa.

 

Penting untuk diketahui bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi perikoronitis. Artinya, gejala-gejala tersebut dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Apabila Anda memiliki keluhan pada gigi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Gigi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Dokter akan menjalankan diagnosis dan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi setiap pasien. Selain itu, dokter juga menyesuaikan pemeriksaan dan pengobatan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapan pelaksanaannya mungkin berbeda-beda di satu lokasi dan lainnya.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menggunakan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Pericoronitis. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What Causes Pericoronitis?. Diakses pada 2024 | WebMD. Pericoronitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Pericoronitis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail