Kesehatan Mental
Pseudobulbar Affect (PBA): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Pseudobulbar affect atau PBA adalah gangguan neurologis yang dapat membuat pengidapnya tertawa atau menangis secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas. Pada dasarnya, tertawa adalah ekspresi yang dibuat seseorang ketika terdapat hal-hal yang lucu. Sedangkan, menangis merupakan respons seseorang saat merasa sedih atau mengalami sakit fisik.
Namun lain halnya dengan penderita PBA, mereka bisa tertawa ataupun menangis dalam berbagai situasi secara tiba-tiba meski tidak ada sesuatu hal yang lucu dan yang membuatnya merasa sedih atau kesakitan. Lantas, bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi? Mari simak pembahasannya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Pseudobulbar Affect (PBA)?
Pseudobulbar affect adalah gangguan saraf (neurologis) yang menyebabkan penderitanya mengalami ledakan tawa atau tangis secara tidak sadar, sulit dikendalikan, dan bisa terjadi kapan pun serta dalam situasi apa pun.
Pseudobulbar affect kerap dialami oleh orang yang mengalami gangguan pada wilayah otak di sepanjang jalur cerebro-ponto-cerebellar. Bagian dari jalur ini mencakup serebelum yang memainkan peran penting dalam respons emosional dan memastikan respons tersebut sesuai dengan situasi sosial yang ada.
Selain itu, beberapa perubahan senyawa kimia (neurotransmitter) dalam otak juga memainkan peran dalam berkembangnya PBA, seperti perubahan serotonin, norepinefrin, dopamin, glutamat, dan asetilkolin.
Beberapa orang sering menyalahartikan pseudobulbar affect sebagai gangguan suasana hati. Padahal keduanya merupakan dua kondisi dengan perbedaan yang signifikan. Berikut adalah penjelasannya.
Gangguan suasana hati adalah kondisi di mana suasana hati seseorang dapat berubah-ubah secara ekstrem, dari senang ke sedih dan sebaliknya, namun ekspresi yang ditunjukkan oleh penderita gangguan suasana hati sesuai dengan apa yang dirasakannya. Berbeda dengan PBA, ekspresi yang ditampilkan oleh penderita PBA mungkin saja bertolak belakang dengan suasana hatinya. Misalnya, ketika dalam situasi yang seharusnya menimbulkan rasa sedih, penderita PBA justru malah tertawa.
Penyebab Pseudobulbar Affect
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab PBA. Namun seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat dugaan bahwa PBA dipicu oleh kerusakan di bagian otak yang mengontrol ekspresi emosional atau adanya perubahan zat kimia di otak.
Pasalnya, terdapat beberapa kondisi gangguan saraf yang berpotensi menyebabkan munculnya PBA, di antaranya:
-
Cedera kepala.
Gejala Pseudobulbar Affect
Gejala utama PBA adalah menangis atau tertawa terlalu keras dan terus-menerus secara tiba-tiba tanpa ada pemicu yang jelas. Berbeda dengan gangguan bipolar maupun depresi, ciri-ciri atau karakteristik dari tawa dan tangis yang ditunjukkan oleh pengidap PBA adalah sebagai berikut:
-
Tertawa atau menangis tidak terkontrol atau bahkan terkesan berlebihan, yang terlihat berbeda dengan tawa atau tangis orang normal.
-
Menangis dalam situasi yang tidak menyedihkan atau tidak sedang mengalami kesakitan fisik, serta tertawa pada situasi yang tidak dianggap lucu.
-
Tawa atau tangis hanya berlangsung sebentar.
-
Merasa cemas atau malu saat berada di depan umum atau di tempat yang ramai karena khawatir mengalami kekambuhan gejala.
Selain tertawa dan menangis, penderita PBA bisa saja mengalami rasa frustasi dan melampiaskan kemarahan tanpa alasan. Biasanya rasa marah tersebut akan meledak-ledak, namun hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Berbeda dengan gangguan mental pada umumnya, penyakit pseudobulbar affect tidak menyebabkan penderitanya mengalami gangguan makan, penurunan berat badan, ataupun gangguan pola tidur.
Diagnosis Pseudobulbar Affect
Sebelum menegakkan diagnosis pada pasien, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, akan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.
Mengingat bahwa PBA adalah suatu kondisi yang gejalanya menyerupai gangguan mental, seperti halnya gangguan bipolar dan depresi, maka pasien diharapkan untuk menjelaskan gejala ataupun kondisi yang sedang dialaminya secara detail.
Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya diperlukan dokter untuk menegakkan diagnosis PBA adalah sebagai berikut:
-
CT scan atau MRI, untuk memeriksa apakah ada kemungkinan cedera kepala dan stroke.
-
EEG (elektroensefalografi), untuk mendeteksi kondisi epilepsi pada penderita.
Cara Mengatasi Pseudobulbar Affect
PBA tidak dapat disembuhkan secara total, namun dokter dapat menyarankan sejumlah penanganan yang dapat dilakukan untuk menurunkan frekuensi kemunculan gejala.Metode pengobatan untuk pseudobulbar affect adalah pemberian obat-obatan, seperti quinidine, antidepresan, atau dextromethorphan. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dan frekuensi kemunculan ekspresi emosional yang tak terkendali.
Jika diperlukan, dokter mungkin juga dapat merekomendasikan terapi okupasi agar penderita bisa menjalani aktivitas sehari-harinya secara normal. Sementara itu, beberapa pilihan penanganan PBA lainnya yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah adalah sebagai berikut:
-
Berbicara dan mau terbuka dengan orang-orang terdekat mengenai kondisi PBA yang dialami.
-
Mencatat setiap episode kekambuhan PBA yang terjadi berikut pemicunya dan berapa lama kondisi tersebut dapat berlangsung.
-
Cobalah untuk mengubah posisi duduk atau berdiri saat merasa serangan PBA akan muncul.
-
Bercerita dengan pengidap PBA lainnya untuk saling membantu memahami penyakit lebih mendalam.
-
Bernapas dalam dan perlahan saat gejala datang.
-
Setelah terjadi kekambuhan, istirahatkan pundak dan kening agar otot-otot dapat kembali rileks.
Cara Mencegah Pseudobulbar Affect
Mengingat bahwa PBA dapat dipicu oleh kerusakan pada otak atau perubahan pada senyawa kimia dalam otak, maka tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah kemunculan penyakit ini. Namun, risikonya bisa dikurangi dengan melakukan perawatan dan pengendalian yang tepat terhadap kondisi-kondisi yang mungkin menjadi pemicunya. Misalnya, menjalani pengobatan penyakit ALS dengan baik.
Itulah informasi mengenai pseudobulbar affect yang perlu Anda ketahui. Jika merasakan gejala-gejala yang mengarah pada kondisi pseudobulbar affect atau mungkin keluhan kesehatan lainnya, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.
Jika ingin berkonsultasi dari rumah, Anda dapat manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan ini memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien. Pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun ada beberapa jenis obat-obatan tertentu yang perlu diambil secara langsung di rumah sakit.
Aplikasi MySiloam juga dilengkapi dengan berbagai layanan lain, seperti informasi jadwal praktik dokter, check in secara mandiri, dan pemantauan hasil pemeriksaan kesehatan. Mari unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







