Apa itu Retinoblastoma? Kenali Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Retinoblastoma? Kenali Penyebab dan Gejalanya

13 November 2025 4 menit waktu baca
retinoblastoma adalah

Table of Contents

Retinoblastoma adalah kanker mata yang terjadi akibat sel-sel di retina mata tumbuh cepat dan tidak terkendali, pertumbuhan sel ini kemudian membentuk tumor. Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak dan ditandai dengan mata yang tampak seperti mata kucing saat terkena sinar.

 

Perlu diketahui, retina merupakan bagian mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya dari luar kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai gambar, sehingga Anda dapat melihat objek dengan jelas. Pada penderita retinoblastoma, retina tidak dapat berfungsi dengan normal dan berisiko menyebabkan kebutaan. 

 

Mari pahami selengkapnya tentang retinoblastoma melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Retinoblastoma?

 

Retinoblastoma adalah kanker yang menyerang retina. Kanker tersebut terbentuk dari sel-sel di saraf retina yang tumbuh secara abnormal dan membentuk tumor. Sel kanker pada retinoblastoma umumnya berada di mata, tetapi dapat menyebar ke organ lain.

 

Retina sendiri merupakan jaringan saraf di belakang mata yang fungsinya menerima dan mengubah cahaya menjadi sinyal. Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan oleh otak hingga terbentuk objek yang terlihat mata.

 

Meski dapat dialami oleh semua kalangan usia, retinoblastoma umumnya menyerang anak-anak berusia di bawah 3 tahun. Penyakit ini pun memiliki peluang besar untuk sembuh apabila kanker berhasil dideteksi lebih awal.

 

Penyebab Retinoblastoma

 

Retinoblastoma adalah gangguan yang disebabkan oleh mutasi (perubahan) gen RB1. Mutasi ini mengakibatkan sel-sel di retina tumbuh dengan cepat, tidak terkendali, pertumbuhan ini menyebabkan adanya penumpukan pada sel dan membentuk jaringan tumor.

 

Penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui secara pasti, namun beberapa kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan, atau kelainan gen yang diturunkan oleh salah satu orang tua. Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya retinoblastoma adalah:

 

  • Usia. Sebagian besar kasus retinoblastoma dialami oleh anak-anak berusia di bawah 3 tahun. Bahkan, kebanyakan retinoblastoma kongenital terjadi pada setahun pertama setelah bayi dilahirkan.
  • Kondisi orang tua. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang berkaitan dengan orang tua, seperti ibu yang menjalani diet rendah buah dan sayur selama kehamilan, serta orang tua terpapar bahan kimia atau radiasi ketika menjalani program kehamilan.

 

Gejala Retinoblastoma

 

Gejala utama retinoblastoma adalah perubahan warna pupil menjadi putih (leukocoria) saat mata terkena cahaya. Meskipun begitu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut mengingat leukocoria juga bisa menjadi gejala gangguan mata lainnya.

 

Retinoblastoma juga kerap menunjukkan gejala mata malas atau strabismus, yaitu kondisi yang menyebabkan otot mata melemah sehingga terlihat seperti mata juling. Selain itu, beberapa gejala retinoblastoma adalah:

 

  • Nyeri mata.
  • Gangguan penglihatan.
  • Perbedaan warna pada kedua iris mata.
  • Perdarahan pada bagian depan mata.
  • Mata kemerahan.
  • Pembengkakan pada mata.
  • Pupil tidak mengecil ketika terkena sinar yang terang.

 

Diagnosis Retinoblastoma

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mata secara lebih jelas menggunakan lensa pembesar dan cahaya.

 

Apabila terdapat dugaan kanker, dokter akan meminta pasien untuk menjalani sejumlah pemeriksaan seperti:

 

  • USG (ultrasonografi): Pemeriksaan gelombang suara untuk mengecek kondisi bola mata.
  • Tes MRI: Pemeriksaan menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk melihat gambaran mata secara lebih jelas dan terperinci.
  • CT Scan: Pemeriksaan menggunakan sinar-X yang dikombinasikan dengan teknologi komputer dari berbagai sudut untuk menampilkan gambaran kondisi mata dengan detail.

 

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter dapat menentukan tingkat keparahan serta penyebaran retinoblastoma yang terbagi menjadi beberapa tahapan, di antaranya:

 

  • Retinoblastoma intraocular: Pada tahap ini, retinoblastoma ditemukan pada satu atau kedua jaringan mata dan belum menyebar ke jaringan lain di sekitarnya.
  • Retinoblastoma ekstraokuler: Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke luar jaringan mata atau bagian tubuh lainnya.
  • Retinoblastoma berulang: Jenis retinoblastoma ini terjadi kepada pasien yang telah menjalani perawatan sebelumnya, namun kanker muncul kembali dan menyebar di mata atau bagian tubuh lainnya.

 

Cara Mengobati Retinoblastoma

 

Pengobatan retinoblastoma tergantung dari ukuran, lokasi, penyebaran, serta tingkat keparahan kanker. Tujuan pengobatan retinoblastoma adalah mencegah pertumbuhan sel kanker serta kerusakan lebih lanjut pada jaringan mata. Beberapa pilihan pengobatan yang ditujukan bagi pasien retinoblastoma adalah:

 

  • Terapi laser, untuk menghancurkan pembuluh darah yang mengalirkan nutrisi ke tumor sehingga sel-sel kanker akan mati.
  • Kemoterapi, yaitu pemberian obat-obatan khusus yang diberikan dalam bentuk oral atau suntikan untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Radioterapi, yaitu pengobatan menggunakan paparan sinar radiasi tinggi untuk mengecilkan dan membunuh sel-sel kanker.
  • Krioterapi, yaitu pengobatan menggunakan cairan nitrogen dengan tujuan membekukan sel kanker sebelum diangkat melalui operasi.
  • Operasi, yaitu prosedur pengangkatan bola mata yang terkena kanker untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain dan digantikan dengan bola mata implan.

 

Komplikasi Retinoblastoma

 

Apabila tidak ditangani dengan baik, sejumlah komplikasi yang dapat terjadi akibat retinoblastoma adalah:

 

  • Metastasis sel kanker.
  • Glaukoma (kerusakan saraf mata akibat tingginya tekanan dalam bola mata).
  • Ablasi retina (terlepasnya retina dari bagian belakang mata).
  • Peradangan jaringan bola mata.
  • Perdarahan di bola mata.
  • Pineoblastoma.
  • Kebutaan.

 

Apabila Anda membutuhkan perawatan retinoblastoma secara optimal, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang khusus menangani pasien kanker. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik yang dilengkapi dengan peralatan medis canggih dan berteknologi tinggi.


Jika Anda ingin melakukan pengobatan atau berkonsultasi di MRCCC Siloam Hospitals, dapatkan informasi mengenai jadwal dokter spesialis melalui web resmi Siloam dan buat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail