Apa itu Retinopati? Inilah Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Retinopati? Inilah Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

07 Oktober 2025 5 menit waktu baca
retinopati adalah

Retinopati adalah salah satu gangguan pada mata yang menyerang retina. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah penglihatan hingga kebutaan permanen. Penyebab umum retinopati adalah kelainan pada pembuluh darah atau aliran darah yang tidak normal di retina.

 

Terdapat empat jenis retinopati yang diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, mulai dari hipertensi hingga diabetik. Mari pahami lebih lanjut tentang masing-masing jenis retinopati melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Retinopati?

 

Retinopati adalah kerusakan pada retina yang dapat berdampak serius pada kemampuan penglihatan. Pasalnya, kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kebutaan dan mengurangi kualitas hidup penderitanya.

 

Retinopati adalah kondisi yang terbilang cukup serius, mengingat bahwa retina merupakan bagian penting dari mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya dari objek agar bisa terlihat jelas oleh mata. Ketika terjadi kerusakan pada retina, fungsi penglihatan pun akan terganggu dan menjadi tidak sempurna.

 

Jenis dan Penyebab Retinopati

 

Penyebab retinopati bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Kondisi ini dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu retinopati diabetik, retinopati prematuritas, retinopati hipertensi, dan retinopati serosa sentral. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Retinopati Diabetik

 

Seperti namanya, retinopati diabetik adalah kondisi yang dipengaruhi oleh penyakit diabetes. Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami komplikasi ini jika tidak menjaga kadar gula darah dalam tubuh dengan baik dan melakukan pengobatan secara rutin.

 

Terdapat dua jenis retinopati diabetik yang dapat mengancam penglihatan, di antaranya:

 

  • Retinopati proliferatif: Kondisi yang ditandai dengan tumbuhnya pembuluh darah baru yang secara struktural tidak stabil di permukaan retina. Pembuluh darah ini dapat dengan mudah menimbulkan perdarahan ringan, hingga memicu iritasi dan jaringan parut lokal. Retinopati proliferatif juga dapat menyebabkan ablasio retina.

  • Retinopati nonproliferatif: Kondisi di mana terdapat kerusakan atau kelemahan pada dinding pembuluh darah retina, namun pembuluh darah baru belum terbentuk. Kondisi ini dapat menyebabkan lemak, cairan, dan protein bocor keluar dari pembuluh darah yang tidak normal dan terkumpul di retina. Akibatnya, penglihatan menjadi terganggu.

 

2. Retinopati Prematuritas

 

Retinopati prematuritas adalah retinopati yang disebabkan oleh adanya kelainan pada pertumbuhan pembuluh darah retina bayi yang mengalami kelahiran prematur atau lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi ini dapat terjadi karena perkembangan organ bayi yang belum sempurna saat dilahirkan.

 

Risiko retinopati prematuritas juga dapat meningkat jika bayi tidak langsung menangis setelah dilahirkan atau kekurangan oksigen dalam waktu yang lama (lebih dari tujuh hari). Kondisi ini perlu dideteksi sedini mungkin untuk mencegah kebutaan pada bayi.

 

3. Retinopati Hipertensi

 

Retinopati hipertensi adalah kerusakan pada retina yang disebabkan oleh hipertensi. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar retina menebal, sehingga aliran darah ke retina menjadi tersumbat dan tidak lancar.

 

Semakin lama, kondisi ini bisa berkembang semakin parah dan menyebabkan retina terlepas dari posisinya. Jika ini terjadi, maka penderita dapat mengalami kebutaan permanen. Sayangnya, kondisi ini jarang menimbulkan gejala sehingga umumnya baru terdeteksi saat seseorang melakukan pemeriksaan mata rutin.

 

4. Retinopati Serosa Sentral

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab retinopati serosa sentral. Jenis retinopati ini ditandai dengan adanya cairan yang terkumpul di dalam membran di belakang retina. Kemudian, cairan tersebut merembes di antara lapisan retina dan menyebabkan lapisan tersebut terpisah-pisah. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan buram atau penglihatan yang buruk di malam hari.

 

Gejala Retinopati

 

Setiap jenis retinopati dapat memicu gejala yang berbeda-beda. Namun, pada retinopati prematuritas biasanya tidak ditemukan gejala atau tanda-tanda fisik apa pun, sehingga hanya dokter yang dapat mendeteksi penyakit ini melalui pemeriksaan mata. Sementara itu, gejala yang ditimbulkan oleh masing-masing jenis retinopati lainnya adalah sebagai berikut.

 

A. Gejala retinopati diabetik:

 

  • Penglihatan kabur.

  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada salah satu atau kedua mata.

  • Munculnya bintik hitam pada lapang pandang.

  • Kesulitan membaca atau melihat suatu objek secara detail.

  • Fotopsia (merasakan kilatan cahaya di mata).

 

B. Gejala retinopati hipertensi:

 

  • Sering kali tidak menunjukkan gejala, namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan penglihatan kabur, nyeri pada mata, dan sakit kepala.

 

C. Gejala retinopati serosa sentral:

 

  • Penglihatan kabur atau buram yang terkadang muncul secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.

  • Muncul titik hitam di tengah penglihatan.

  • Berkurangnya ketajaman penglihatan.

 

Diagnosis Retinopati

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan khusus sesuai dengan jenis retinopati, seperti:

 

  • Retinopati prematuritas: Melakukan pemeriksaan mata secara keseluruhan hingga ke bagian dalam mata.

  • Retinopati diabetik: Memeriksa retina dan bagian dalam mata menggunakan alat oftalmoskop untuk melihat apakah ada pembuluh darah yang bocor.

  • Retinopati hipertensi: Melalui alat oftalmoskop, dokter juga akan mencari area yang pucat pada retina akibat kurangnya suplai darah serta mendeteksi perdarahan dari pembuluh darah. Dokter pun dapat mengetahui adanya pembengkakan pada retina atau saraf optik.

  • Retinopati serosa sentral: Dokter menggunakan alat oftalmoskop untuk mendeteksi cairan di antara lapisan retina.

 

Cara Mengobati Retinopati

 

Pengobatan retinopati tidak selalu langsung menargetkan mata. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan mendalam sebelum menentukan langkah perawatan yang tepat. Retinopati yang disebabkan oleh penyakit tertentu dapat diatasi dengan mengobati penyakit yang mendasarinya. Sejumlah perawatan untuk retinopati adalah sebagai berikut.

 

  • Retinopati diabetik: Penanganan kondisi ini berfokus pada pengendalian kadar gula darah melalui diet yang sudah ditentukan oleh dokter. Namun, pasien mungkin juga memerlukan tindakan lanjutan, seperti terapi laser (fotokoagulasi), vitrektomi, injeksi VEGF inhibitor pada mata, serta injeksi kortikosteroid ke mata.

  • Retinopati prematuritas: Bayi yang mengalami kondisi ini perlu mendapatkan pemeriksaan intensif secara bertahap, dari usia 8–14 minggu setiap 1–2 minggu sekali. Setelah itu, pemeriksaan menjadi 1–2 bulan sekali. Jika kondisi ini tak kunjung membaik, maka dokter akan melakukan penanganan menggunakan laser.

  • Retinopati hipertensi: Langkah utama dalam mengatasi retinopati hipertensi adalah mengontrol tekanan darah dan menjaganya agar tetap pada rentang yang normal, yaitu sekitar 120/80 mmHg. Apabila tekanan darah pasien terlampau tinggi hingga lebih dari 140/90 mmHg dan disertai pembengkakan saraf optik, biasanya pasien akan disarankan untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

  • Retinopati serosa sentral: Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika diperlukan, dokter biasanya akan menyarankan terapi kortikosteroid untuk mencegahnya kekambuhan.

 

Itulah penjelasan tentang retinopati yang perlu diketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu dengan dokter terkait.

 

Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam melihat jadwal praktik dokter, membuat appointment, hingga mengantre secara online sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail