Kesehatan Mental
Apa itu Sindrom Peter Pan? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengendalikannya

Table of Contents
Seiring bertambahnya usia menjadi dewasa, sikap dan emosi seseorang pun akan menjadi lebih matang. Namun berbeda dengan pengidap sindrom Peter Pan, mereka tidak bisa bersikap dewasa layaknya orang seusianya.
Sindrom Peter Pan atau Peter Pan syndrome dapat membuat pengidapnya melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, tidak memiliki rasa tanggung jawab, serta cenderung mempunyai sifat narsistik. Sebetulnya, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini? Simak selengkapnya di sini.
Apa itu Sindrom Peter Pan?
Sindrom Peter Pan (Peter Pan syndrome) adalah kondisi ketika orang dewasa tidak bersikap layaknya orang seusianya, sehingga terkesan kekanak-kanakan bahkan cenderung narsistik. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada hubungan sosial dan aktivitas profesional dari pengidapnya.
Pasalnya, pengidap Peter Pan syndrome sering melepaskan tanggung jawab, sehingga akhirnya mengganggu pekerjaannya. Proses pendewasan memang tidak mudah, ada banyak tanggung jawab yang dilakukan sehingga membuat seseorang merasa takut atau tidak ingin menjadi dewasa. Hal inilah yang mungkin dapat memicu munculnya sindrom Peter Pan.
Sindrom Peter Pan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ini sebenarnya bukan termasuk gangguan mental, melainkan kumpulan perilaku orang yang tidak mampu bersikap dewasa sehingga merugikan orang-orang di sekitarnya.
Penyebab Sindrom Peter Pan
Belum diketahui secara pasti apa penyebab Peter Pan syndrome, namun pola asuh orang tua diketahui berperan besar terhadap terciptanya kondisi ini. Pasalnya, pola asuh dapat memengaruhi bagaimana sikap dan perilaku anak ketika ia dewasa, terutama pola asuh yang permisif (mudah memberi izin) dan protektif.
Pola asuh permisif yang terlalu memberikan kebebasan kepada anak, membuat anak tumbuh dengan keyakinan bahwa ia bisa melakukan segala hal yang diinginkan tanpa adanya batasan.
Ditambah lagi, pola asuh ini kerap membuat orang tua selalu mengurus dan menutupi segala kesalahan anak dengan maksud untuk melindunginya, sehingga anak tidak pernah belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat. Pola asuh ini juga dapat menyebabkan anak tumbuh dengan kepribadian narsistik, suka memberontak dan menentang, serta tidak dapat menghargai orang lain.
Sementara itu, pola asuh protektif merupakan tipe pola asuh orang tua yang terlalu mengekang anak dalam melakukan sesuatu. Pada akhirnya, anak merasa takut ketika memasuki dunia orang dewasa. Pola asuh ini juga membuat anak berpikir bahwa menjadi dewasa adalah suatu hal yang sulit.
Orang tua yang protektif juga selalu mengatur dan mengontrol apa saja hal yang akan dilakukan oleh anaknya. Hal ini menyebabkan anak tidak bisa mengambil keputusan sendiri ketika ia dewasa serta tidak memiliki kepercayaan diri.
Di luar pola asuh orang tua, sindrom Peter Pan juga bisa dipicu oleh masalah ekonomi ketika seseorang mulai beranjak dewasa. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh minimnya gaji atau prospek karier yang didapatkan, di sisi lain banyak tagihan atau beban biaya yang harus dibayarkan.
Masalah ekonomi juga dapat menyebabkan pengidap sindrom Peter Pan berpikir bahwa menjadi dewasa artinya memiliki tanggung jawab yang berat karena banyaknya tuntutan hidup. Karena itu, ia memilih untuk melepaskan semua tanggung jawab tersebut sehingga dapat memicu perilaku Peter Pan syndrome.
Ciri-Ciri Sindrom Peter Pan
Adapun beberapa gejala yang menunjukkan bahwa seseorang mengidap sindrom Peter Pan adalah sebagai berikut:
-
Cenderung memiliki sifat dan berperilaku seperti anak kecil atau remaja. Biasanya, pengidap sindrom ini juga senang menjalin pertemanan bersama orang yang berusia lebih muda.
-
Tidak dapat mempertahankan hubungan jangka panjang, terutama dalam hubungan asmara. Sifat yang ditunjukkan oleh pengidap sindrom ini sering kali membuat pasangannya merasa tidak nyaman.
-
Sering melepaskan atau menghindari tanggung jawab dari pekerjaannya. Selain itu, pengidap sindrom ini juga kurang baik dalam mengelola keuangan. Mereka cenderung mengutamakan kepuasan pribadi seperti membelanjakan uang dengan tidak bijaksana.
-
Tidak bisa mandiri dan selalu bergantung dengan orang lain. Mereka berharap bahwa keinginannya harus terpenuhi dan ingin selalu dilindungi karena memiliki kekhawatiran berlebih saat melakukan sesuatu sendirian.
-
Tidak mau mengakui kesalahan, takut menerima kritik, bahkan sering kali melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Hal ini membuat pengidap sulit melakukan introspeksi diri. Pada akhirnya, ia akan melakukan kesalahan yang sama berulang kali.
-
Tidak ingin terlibat dalam suatu hal, cenderung menghindari konflik, tidak bisa diandalkan, serta tidak dapat mencari solusi dari suatu permasalahan.
-
Tidak memiliki perencanaan masa depan.
-
Tidak ada keinginan untuk mengembangkan diri.
Cara Mengendalikan Sindrom Peter Pan
Jika perilaku sindrom Peter Pan ini tidak dikendalikan dengan segera, kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada lingkungan sekitar atau bahkan merugikan orang lain. Oleh karena itu, untuk membantu pengidap sindrom Peter Pan mengendalikan perilakunya, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat.
Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik lagi. Jika diperlukan, Anda dapat melakukan skrining kesehatan mental Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang tersedia di Siloam Hospitals. Skrining ini bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kepribadian, termasuk kecenderungan psikologis, emosi, dan perilaku.
Manfaatkan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai layanan lain, seperti informasi jadwal praktik dokter, check in secara mandiri, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh MySiloam sekarang secara gratis dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







