Tarsal Tunnel Syndrome - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Tarsal Tunnel Syndrome - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 April 2025 6 menit waktu baca
Tarsal tunnel syndrome adalah (TTS)

TTS atau tarsal tunnel syndrome adalah suatu kondisi ketika struktur di dalam terowongan tarsal di bagian pergelangan kaki bagian dalam terjepit. Kondisi ini dikenal juga sebagai disfungsi saraf tibialis atau neuralgia saraf tibialis posterior. Sebagai informasi, TTS mirip dengan CTS (carpal tunnel syndrome) pada pergelangan tangan.

 

Mari simak lebih jauh mengenai gejala, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahan tarsal tunnel syndrome (TTS) melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Tarsal Tunnel Syndrome (TTS)?

 

Tarsal tunnel merupakan suatu struktur di dalam tubuh, tepatnya di kaki yang berbentuk seperti terowongan. Terdapat dua jenis tarsal tunnel di kaki, yaitu anterior tarsal tunnel (berada di punggung kaki) dan posterior tarsal tunnel (berada di bawah belakang mata kaki di sisi dalam).

 

Terowongan tarsal dibentuk oleh tulang pergelangan kaki dan ligamen. Terdapat banyak pembuluh darah, saraf, dan tendon yang berada di dalam terowongan tersebut, yang memberikan gerakan dan fleksibilitas pada kaki.

 

 Penekanan pada terowongan ini sering kali ditandai dengan gejala nyeri, sensasi terbakar, dan kesemutan di bagian bawah kaki. Kondisi ini cukup jarang terjadi namun dapat menyebabkan gangguan saraf dan otot yang bisa membuat penderitanya kesulitan berjalan.

 

Penyebab Tarsal Tunnel Syndrome

 

Tarsal tunnel syndrome dapat menyerang bagian anterior (anterior tarsal tunnel syndrome) maupun posterior (posterior tarsal tunnel syndrome). Penyebabnya pun berbeda-beda, tergantung dari area yang terdampak. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Penyebab anterior tunnel syndrome:

 

  • Adanya benjolan akibat kista ganglion, penebalan saraf, atau pembengkakan pembuluh darah.

  • Pertumbuhan tulang ‘tambahan’ di sekitar persendian atau tulang yang disebut osteophyte.

  • Penebalan otot, kondisi yang sering terjadi pada atlet.

  • Iritasi akibat adanya gesekan dengan tendon  kaki.

  • Adanya penekanan dari luar, seperti sepatu sempit, peralatan olahraga, atau sepatu militer.

  • Peregangan pada otot peroneus profunda dalam waktu yang lama (kronis)  akibat posisi kaki menjinjit dalam waktu lama atau ekstrem, seperti saat menari, diving, dan bermain bola.

  • Mengalami cedera akibat keseleo pada pergelangan kaki atau pergelangan kaki yang tidak stabil.

 

B. Penyebab posterior tunnel syndrome:

 

Posterior tunnel syndrome dapat disebabkan oleh faktor ekstrinsik (dari luar) ataupun faktor intrinsik (dari struktur kaki). Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Penyebab ekstrinsik atau dari luar.

Penggunaan sepatu yang tidak pas, cedera, kelainan bentuk kaki dari lahir (clubfoot), jaringan parut pascabedah, penyakit sistemik, penumpukan cairan di kaki, peradangan yang terjadi di seluruh tubuh terutama di persendian, diabetes, dan obesitas.

  • Penyebab instrinsik atau dari struktur kaki.

Gangguan tendon kaki, inflamasi pada cairan sendi , pertumbuhan osteophyte ( pertumbuhan tulang ‘tambahan’ abnormal),  penebalan  jaringan ikat kaki, serta adanya lesi yang menempati ruang atau efek massa (pembesaran vena atau varises, kista ganglion, lipoma, dan neoplasma atau keganasan).

 

Gejala Tarsal Tunnel Syndrome

 

Gejala tarsal tunnel syndrome dapat terasa di area tertentu atau menjalar di sepanjang kaki. Namun lokasi yang sering dikeluhkan saat mengalami anterior tarsal tunnel syndrome adalah punggung kaki, tepatnya di kulit dari celah jempol dan telunjuk kaki.

 

Sementara itu, lokasi yang sering terasa saat mengalami posterior tarsal tunnel syndrome adalah telapak kaki dan  lengkungan kaki (arch foot). Tarsal tunnel syndrome juga bisa terasa  di area sekitar mata kaki sisi dalam. 

 

Adapun sejumlah gejala umum tarsal tunnel syndrome adalah:

 

  • Kram atau kebas pada kaki.

  • Nyeri yang tajam.

  • Kesemutan.

  • Mati rasa.

  •  Nyeri yang menjalar.

  • Nyeri yang bertambah apabila kaki ditekuk ke dalam (inversi), punggung kaki digerakkan ke atas (dorsofleksi), atau punggung kaki digerakkan ke bawah (plantar fleksi) seperti gerakan mengerem.

  • Rasa terbakar.

  • Kelemahan pada otot kaki.

  • Terkadang terasa benjolan atau pembengkakan saat ditekan atau diraba (palpasi)oleh dokter.

 

Gejala tersebut bersifat hilang timbul dan bisa semakin buruk saat penderitanya melakukan aktivitas fisik. Gejala dapat mereda jika penderitanya istirahat atau menempatkan kakinya lebih tinggi. Terkadang, keluhan juga bisa memburuk di malam hari.

 

Diagnosis Tarsal Tunnel Syndrome

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meminta pasien berjalan, menjinjit, dan menggerakkan kaki ke depan, seperti diangkat.

 

Selain itu, beberapa pemeriksaan tarsal tunnel syndrome yang biasanya digunakan oleh dokter adalah sebagai berikut:

 

  • Tes tinel (tinel’s test), untuk memeriksa dan memprovokasi saraf dengan cara mengetuk tarsal tunnel secara berulang. 

  • Pemeriksaan darah, seperti tes laju endap darah atau ESR (erythrosit sedimentation rate), antinuclear antibody, dan rheumatoid factor.

  • Pemeriksaan rontgen kaki, untuk melihat struktur tulang kaki dan melihat apakah terdapat osteofit.

  • Pemeriksaan USG atau MRI, dilakukan bila terdapat benjolan atau pembengkakan.

 

Pada kasus tertentu, dokter pun bisa melakukan pengecekan aliran listrik saraf dan otot untuk memastikan adanya gangguan serta lokasi dari gangguan saraf tersebut.

 

Pengobatan Tarsal Tunnel Syndrome

 

Tarsal tunnel syndrome adalah kondisi yang dapat ditangani dengan perawatan nonbedah maupun pembedahan. Pembedahan biasanya dilakukan jika pengobatan sebelumnya gagal atau pasien tidak kunjung membaik. Sementara itu, perawatan nonbedah biasanya meliputi:

 

  • Imobilisasi atau mengistirahatkan kaki selama beberapa minggu.

  • Mengganti alas kaki yang lebih nyaman.

  • Menggunakan sol sepatu tambahan jika diperlukan.

  • Menggunakan kaos kaki kompresi untuk mengurangi pembengkakan.

  • Pemberian kompres dingin selama 10 menit di area yang nyeri setiap 1 jam sekali.

 

Guna mengurangi rasa nyeri pada pasien, dokter akan memberikan perawatan pereda nyeri, seperti:

 

  • Obat pereda nyeri, bisa dalam bentuk salep atau obat minum.

  • Pemberian injeksi atau suntikan steroid pada area penjepitan saraf.

  • Pengurangan aktivitas atletik atau penghentian pergerakan dengan penggunaan sepatu imobilisasi khusus (CAM boot).

  • Fisioterapi (terapi fisik).

 

Sementara itu, jika metode pengobatan tanpa pembedahan tidak berhasil, dokter dapat melakukan operasi. Adapun beberapa teknik pembedahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi tarsal tunnel syndrome adalah:

 

  • Pelepasan saraf atau dekompresi saraf pada area penjepitan.

  • Eksisi atau pembuangan benjolan yang menjepit (ganglion, varises).

  • Reseksi atau pemotongan osteophyte.

  • Reseksi atau pemotongan benjolan, pembungkusan  saraf, atau pemotongan saraf.

 

Jika penderita mengalami gejala tarsal tunnel syndrome di rumah, usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Pertama-tama, segera lepaskan alas kaki dan aksesoris lain yang menempel di kaki, kemudian luruskan kaki dan posisikan kaki lebih tinggi. Lalu, berikan kompres dingin di bagian kaki yang nyeri.

 

Pencegahan Tarsal Tunnel Syndrome

 

Tidak ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah tarsal tunnel syndrome. Namun, Anda dapat mengurangi risikonya. Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tarsal tunnel syndrome adalah:

 

  • Mengganti sepatu atau sandal yang lebih nyaman digunakan.

  • Beristirahat secara periodik apabila sedang berjalan atau berdiri lama. Hal ini dapat mengurangi stress pada tarsal tunnel.

  • Memastikan kaki mendapatkan topangan (support) yang memadai. Jika memiliki masalah kaki, seperti lengkungan kaki yang tinggi, ortotik (sol) khusus dapat membantu menopang kaki dengan benar dan mengurangi ketegangan pada area tersebut. Namun, konsultasikanlah hal ini terlebih dahulu dengan dokter.

  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayuran.

  • Istirahat yang cukup dan teratur.

  • Olahraga secara rutin.

  • Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah melakukan olahraga.

 

Itulah penjelasan mengenai tarsal tunnel syndrome (TTS) yang perlu Anda ketahui. Apabila mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi TTS, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dalam hal ini, Anda dapat memanfaatkan layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

Layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals tidak hanya memungkinkan Anda untuk berkonsultasi tetapi juga memperoleh obat sesuai resep dari dokter tanpa harus keluar dari rumah. Namun ada beberapa obat-obatan yang dapat diperoleh dengan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terlebih dahulu. Mari unduh aplikasi MySiloam dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail