Kesehatan Tubuh
Mengenal Tes HBsAg, Tujuan, Indikasi, dan Prosedurnya

Table of Contents
Hepatitis B surface antigen atau tes HBsAg adalah tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi antigen permukaan virus hepatitis B. Prosedur pemeriksaan HBsAg bertujuan untuk melakukan diagnosis serta melakukan deteksi dini penyakit hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan pada organ hati.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai tujuan, prosedur, dan interpretasi hasil tes HBsAg, simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Apa Itu Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen)?
Hepatitis B surface antigen atau dikenal dengan tes HBsAg adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi antigen permukaan virus hepatitis B (HBV) di dalam darah. Hepatitis B adalah penyakit yang dapat menyebabkan peradangan pada organ hati.
“Dengan pemeriksaan HBsAg, hepatitis B dapat dideteksi dan diatasi sedini mungkin sebelum menimbulkan komplikasi sirosis hati dan kanker hati.”
dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD-KGEH, FINASIM
Antigen permukaan virus hepatitis B biasanya akan muncul apabila seseorang terinfeksi virus hepatitis B dan berpotensi untuk menularkan virus tersebut ke orang lain. Selain itu, HBsAG juga muncul sebagai penanda dari infeksi jangka panjang (kronis).
Virus hepatitis B memiliki masa inkubasi sekitar 90 hari. Selama masa inkubasi tersebut, umumnya tes HBsAg sudah dapat mendeteksi keberadaan antigen permukaan virus hepatitis B.
Tujuan Tes HBsAg
Tujuan pemeriksaan HBsAg adalah untuk deteksi dini serta diagnosis hepatitis B yang menyebabkan peradangan pada organ hati. Selain itu, prosedur pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan infeksi dan efektivitas pengobatan yang dijalani oleh penderita hepatitis B.
Kapan Perlu Melakukan Tes HBsAg?
Tes HBsAg adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya infeksi hepatitis B aktif. Pemeriksaan ini penting dilakukan, terutama pada individu dengan faktor risiko tertentu, bahkan meskipun belum mengalami gejala.
Tes HBsAg sebaiknya dilakukan secara berkala atau sesuai anjuran dokter pada kelompok berisiko tinggi, seperti:
-
Seseorang yang bergonta-ganti pasangan seksual.
-
Pernah bepergian ke daerah endemis hepatitis B.
-
Pengguna obat imunosupresan dalam jangka panjang.
-
Penderita hepatitis C.
-
Penderita HIV/AIDS.
-
Baru saja memperoleh transfusi darah dari darah donor yang terkontaminasi virus hepatitis B.
-
Menjalani hemodialisis (cuci darah).
Selain itu, tes HBsAg juga perlu segera dilakukan bila seseorang mengalami gejala yang dapat mengarah pada hepatitis B, seperti:
-
Demam.
-
Sakit perut.
-
Penurunan nafsu makan.
-
Mual dan muntah.
-
Urine berwarna gelap dan keruh.
-
Feses berwarna pucat.
-
Nyeri pada otot dan sendi.
-
Kulit dan selaput mata terlihat menguning (penyakit kuning).
-
Perut membesar dan pembengkakan pada kaki.
-
Jika terjadi perburukan kondisi, dapat mengalami sesak hingga penurunan kesadaran.
Prosedur Tes HBsAg
Prosedur dan langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan tes HBsAg adalah sebagai berikut:
-
Memberi tahu dokter atau petugas kesehatan mengenai obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi.
-
Membersihkan permukaan kulit pada lengan pasien menggunakan alkohol atau antiseptik.
-
Petugas medis akan menusukkan jarum suntik pada pembuluh darah vena di lengan pasien untuk mengambil sampel darah.
-
Setelah mendapatkan sampel darah yang cukup, petugas medis akan menarik jarum suntik dari lengan pasien.
-
Menekan bagian yang disuntik menggunakan kain atau kapas untuk menghentikan perdarahan.
-
Sampel darah akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan antigen permukaan virus hepatitis B.
Penjelasan Hasil Tes HBsAg
Tes HBsAg dapat menunjukkan hasil positif ataupun negatif sesuai dengan kondisi tubuh pasien. Berikut penjelasannya.
Hasil Positif
Hasil positif dari tes HBsAg menandakan bahwa ada kemungkinan pasien telah terinfeksi virus hepatitis B. Selain itu, hasil yang reaktif ini juga bisa menjadi pertanda pasien tersebut sudah mengidap hepatitis B kronis. Hasil tes HBsAg yang positif menandakan bahwa orang tersebut masih berpotensi untuk menularkan virus tersebut ke orang lain.
Hasil Negatif
Hasil negatif dari tes HBsAg menunjukkan bahwa tidak ditemukan antigen permukaan virus hepatitis B pada sampel darah pasien. Hasil negatif ini akan didapatkan oleh seseorang yang tidak terinfeksi HBV atau telah sembuh dari penyakit hepatitis B.
Pendukung Tes HBsAg
Untuk membantu diagnosis hepatitis B, tes HBsAg biasanya akan dilakukan bersama dengan tes darah lainnya, yaitu tes anti-HBc dan tes anti-HBs. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Tes Anti-HBc (Total Antibody to Hepatitis B Core Antigen)
Tes anti-HBc adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan antibodi virus hepatitis B. Antibodi tersebut biasanya akan muncul sejak terkena infeksi akut dan dapat bertahan seumur hidup di dalam tubuh penderitanya.
2. Tes Anti-HBs (Hepatitis B Surface Antibody)
Tes anti-HBs adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja dalam melawan infeksi virus hepatitis B. Hasil positif dari tes anti-HBs ini menandakan bahwa pasien tersebut sudah pernah menerima vaksin hepatitis B atau sedang dalam masa pemulihan dari hepatitis B akut.
Demikian penjelasan terkait tes HBsAg, termasuk tujuan dan indikasinya yang perlu diperhatikan. Perlu diingat bahwa informasi ini hanya dimaksudkan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis dan saran langsung dari dokter.
Oleh karena itu, penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat. Dalam hal ini, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroentero-Hepatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan terkait tes HBsAg dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, FINASIM
Penyakit Dalam
Subspesialis Gastroenterohepatologi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK
Laboratorium Medis
Spesialis Mikrobiologi Klinik
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






