Kesehatan Tubuh
Trigger Finger: Apa Itu, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Trigger finger adalah kondisi ketika jari terasa kaku saat ditekuk atau diregangkan akibat lapisan pelindung yang mengelilingi tendon mengalami peradangan. Kondisi ini kerap terjadi pada perempuan di atas usia 50 tahun dan seseorang dengan kebiasaan mengetik atau menggunakan gawai terlalu lama. Mari ketahui lebih lanjut tentang penyakit trigger finger melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Trigger Finger?
Trigger finger adalah peradangan pada tendon atau jaringan pengikat tulang dan otot sehingga timbul sensasi nyeri ketika penderitanya menekuk atau meluruskan jari tangan. Trigger finger juga dapat menyebabkan jari terasa kaku sehingga tidak dapat digerakkan. Umumnya jari terasa kaku pada posisi tertekuk.
Trigger finger dapat terjadi pada salah satu atau beberapa jari. Namun, biasanya kondisi ini paling sering mengenai tangan kanan, tepatnya di jari kelingking, jari manis, dan ibu jari. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah stenosing tenosynovitis atau jari pelatuk.
Penyebab Trigger Finger
Trigger finger terjadi ketika lapisan tendon di jari tangan mengalami peradangan dan iritasi. Tendon merupakan jaringan ikat yang menghubungkan tulang dan otot. Setiap tendon dilapisi oleh pelindung yang memengaruhi pergerakan normal tendon. Apabila lapisan pelindung mengalami peradangan atau iritasi, lapisan tendon dan jaringan parut dapat menebal dan menyebabkan fibrosis. Kondisi ini membuat pergerakan tendon menjadi terbatas.
Faktor Risiko Trigger Finger
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami trigger finger adalah sebagai berikut:
-
Berjenis kelamin wanita.
-
Melakukan gerakan yang sama berulang kali, misalnya mengetik.
-
Menderita penyakit tertentu, seperti artritis (radang sendi) atau diabetes.
-
Memiliki pekerjaan yang banyak menggunakan pergerakan jari.
-
Operasi. Pasalnya, trigger finger adalah salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat operasi carpal tunnel syndrome.
Gejala Trigger Finger
Gejala utama yang muncul akibat trigger finger adalah jari tangan sering kali berada di posisi tetap, bahkan ketika berusaha ditekuk atau diregangkan. Penderita akan membutuhkan bantuan untuk mengubah posisinya. Rasa nyeri akibat trigger finger biasanya lebih hebat ketika jari digerakkan.
Pada orang dewasa, kondisi ini sering kali terjadi pada jari tengah, sedangkan anak-anak biasanya mengalami trigger finger pada jempol. Di samping itu, beberapa gejala lain dari trigger finger adalah sebagai berikut:
-
Jari yang terdampak terasa kaku, terutama saat pagi hari.
-
Muncul sensasi “klik” ketika menggerakkan jari.
-
Muncul benjolan pada pangkal jari yang terdampak.
-
Jari yang berada di posisi bengkok tidak bisa diluruskan kembali, kecuali dengan bantuan.
Diagnosis Trigger Finger
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik. Pada kasus ini, biasanya tidak diperlukan tes rontgen atau tes lainnya. Dokter akan meminta pasien menggerakkan jari untuk menganalisis beberapa hal berikut:
-
Rasa nyeri dari atas selubung tendon fleksor di telapak tangan.
-
Respon pasien ketika menekuk atau meluruskan jari.
-
Adanya penebalan atau pembengkakan di selubung tendon.
Cara Mengobati Trigger Finger
Cara mengatasi trigger finger akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan durasinya. Beberapa langkah pengobatan trigger finger adalah sebagai berikut:
-
Mengistirahatkan jari: Dokter biasanya menyarankan pasien untuk tidak menggerakkan jarinya selama beberapa waktu.
-
Latihan peregangan jari: Untuk mencegah kekakuan pada sendi jari, dokter akan mengajarkan pasien melakukan latihan peregangan.
-
Mengonsumsi obat-obatan: Apabila membutuhkan pengobatan, biasanya dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri dan mengurangi inflamasi serta pembengkakan pada jari yang terdampak.
-
Memasang bidai (splint): Dokter akan menyarankan pasien untuk memakai bidai ketika tidur agar tendon bisa beristirahat.
Apabila beberapa perawatan di atas belum memberikan perbaikan yang optimal, dokter biasanya akan menyarankan pasien menjalani prosedur medis, seperti:
-
Injeksi steroid. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan obat steroid di selubung tendon untuk mengurangi peradangan sehingga tendon bisa bergerak bebas. Injeksi steroid cukup umum dilakukan untuk mengobati trigger finger yang efektif selama satu tahun atau lebih.
-
Percutaneous release. Sebelum melakukan tindakan ini, dokter akan menyuntikkan obat bius ke telapak tangan pasien. Kemudian, jarum akan dimasukkan ke jaringan sekitar tendon yang terdampak untuk memecahkan penyempitan yang menghambat gerakan halus tendon.
-
Operasi. Prosedur pembedahan dilakukan jika pasien merasakan nyeri yang hebat dan mengalami penurunan fungsi jari. Prosedur ini dilakukan agar tendon bisa bergerak lebih leluasa.
Itulah informasi seputar penyakit trigger finger yang penting untuk dipahami. Apabila gejala menetap, sering kambuh, atau hasil pemeriksaan masih belum memberikan kepastian, memperoleh second opinion dari dokter spesialis dapat menjadi langkah yang bijak.
Perlu digarisbawahi bahwa informasi yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Apabila jari tangan Anda terasa nyeri dan kaku hingga sulit digerakkan, segera kunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait trigger finger dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk memudahkan akses layanan, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge untuk mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, serta fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah menuju kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







