Kesehatan Mental
Mengenal Ciri-Ciri Victim Mentality dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Mentalitas korban, victimhood, atau victim mentality adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya selalu menjadi korban. Victim mentality sangat berkaitan dengan playing victim, yaitu perilaku seseorang yang sengaja menimpakan kesalahannya kepada orang lain.
Lantas, apa tanda-tanda victim mentality dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi selengkapnya di sini.
Apa itu Victim Mentality?
Victimhood atau victim mentality adalah keadaan ketika seseorang selalu menganggap dirinya sebagai korban di berbagai situasi. Kondisi ini juga menyebabkan seseorang meyakini bahwa situasi buruk yang terjadi akan selalu menimpa dirinya. Orang yang berperilaku victim mentality biasanya akan konsisten menyalahkan situasi atau orang lain terhadap masalah yang dihadapi.
Penyebab Victim Mentality
Adapun sejumlah faktor yang dapat memicu seseorang mengalami victim mentality adalah sebagai berikut:
- Memiliki trauma masa lalu.
- Mengalami mythomania, yaitu kondisi yang membuat seseorang melakukan kebohongan terus-menerus meski tidak ada tujuan khusus.
- Tertimpa situasi yang kurang menyenangkan secara terus-menerus.
- Kurang mendapatkan perhatian dari orang lain.
- Dikhianati orang lain.
Tanda-Tanda Victim Mentality
Ciri utama dari victim mentality adalah selalu menyalahkan keadaan atau orang lain saat tertimpa situasi yang kurang menyenangkan. Di samping itu, sejumlah tanda umum dari victim mentality adalah sebagai berikut:
1. Enggan Mencari Solusi dari Suatu Masalah
Salah satu perilaku yang kerap menandakan seseorang memiliki victim mentality adalah enggan mencari solusi dari suatu masalah. Mereka sering kali berpikir bahwa tidak ada jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi.
2. Rendah Diri
Ketika dihadapkan oleh suatu masalah, orang dengan mentalitas korban cenderung menunjukkan sikap rendah diri dan menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu. Selain itu, seseorang yang memiliki victim mentality akan selalu pesimis dan berpikiran buruk mengenai dirinya.
3. Menghindari Tanggung Jawab
Orang dengan victim mentality biasanya lebih memilih untuk menyalahkan dan melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain. Kondisi ini juga membuat seseorang hanya ingin mengasihani dirinya sendiri.
4. Marah dan Frustrasi dengan Keadaan
Victim mentality umumnya membuat seseorang merasa marah, benci, dan frustrasi dengan lingkungan di sekitarnya. Mereka menganggap bahwa dunia tidak berpihak padanya dan segala permasalahan yang dialami disebabkan oleh keadaan.
5. Tanda Victim Mentality Lainnya
Selain perilaku di atas, orang dengan victim mentality juga akan menunjukkan sejumlah tanda-tanda berikut ini:
- Insecure.
- Cemas berlebih.
- Merasa tidak mendapatkan dukungan dari orang lain.
- Depresi.
- Berharap orang lain mengasihani dirinya.
Cara Mengatasi Victim Mentality
Victim mentality yang dibiarkan berlarut-larut berisiko menimbulkan dampak negatif hingga mengganggu kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu, penting untuk mengatasi perilaku victim mentality dengan menerapkan beberapa cara berikut ini.
1. Belajar Bertanggung Jawab
Cara mengatasi victim mentality yang pertama adalah dengan belajar bertanggung jawab. Pahamilah bahwa setiap orang memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, termasuk diri sendiri. Untuk membangun rasa tanggung jawab, Anda dapat menentukan tujuan hidup yang realistis dan belajar mengerjakan suatu hal dengan konsisten.
2. Mencintai Diri Sendiri
Agar tidak terjebak dengan victim mentality, mulailah belajar untuk mencintai diri sendiri (self-love). Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan memperhatikan pikiran dan perasaan diri sendiri secara positif, seperti tidak berlarut-larut dengan perasaan kecewa saat mengalami kegagalan, percaya dengan kemampuan diri sendiri, serta menerima segala kekurangan maupun kelebihan diri.
Selain dapat mengatasi victim mentality, perilaku self-love ini juga mampu membantu seseorang untuk merasa lebih puas dan bahagia dengan hidupnya.
3. Mengelola Emosi dengan Baik
Cara mengatasi victim mentality berikutnya yaitu dengan mengelola emosi sebaik mungkin. Meski dihadapkan dengan situasi buruk, kendalikan perasaan Anda dan belajarlah untuk tidak menyalahkan keadaan, orang lain, maupun diri sendiri. Selain itu, Anda juga dapat menenangkan diri dengan melakukan teknik pernapasan atau bermeditasi untuk menenangkan emosi yang sedang meluap.
4. Menghubungi Psikolog
Bila membutuhkan bantuan dalam mengatasi victim mentality, tak ada salahnya untuk menghubungi psikolog agar mendapatkan saran yang tepat dari profesional. Umumnya, psikolog akan melakukan terapi psikodinamika untuk membantu pasien dalam mengatasi trauma masa lalu dan menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.
Selain itu, terapi psikologis ini juga dapat meningkatkan kecerdasaan emosional yang membuat pasien mampu mengelola emosinya dengan baik.
Victim mentality adalah perilaku yang dapat mengganggu kesehatan mental. Apabila Anda memiliki tanda-tanda victim mentality yang telah berdampak negatif pada diri sendiri maupun orang lain, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan saran terbaik dari psikolog kami.
Anda dapat menggunakan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







