Kesehatan Tubuh
Apakah Cacar Air Menular? Begini Penjelasan & Pencegahannya

Table of Contents
Cacar air (varicella) adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini ditandai dengan timbulnya lenting atau lepuhan berisi air di hampir seluruh tubuh. Pada sebagian besar kasus, cacar air bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, sebagian lainnya mungkin perlu diwaspadai. Lantas, apakah cacar air menular? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Cacar Air Menular?
Seperti yang sudah dijelaskan, cacar air adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus, yakni virus Varicella zoster (VZV). Kondisi ini menimbulkan gejala utama berupa ruam gatal berisi cairan di permukaan kulit. Ruam tersebut umumnya akan bertahan selama 7–21 hari.
Gejala cacar air cenderung ringan, terutama pada anak-anak. Namun, pada kasus yang parah, lepuhan dapat menyebar ke area yang lebih luas, seperti mata, hidung, mulut, bahkan alat kelamin. Kondisi ini umumnya membutuhkan waktu setidaknya 2 minggu untuk sembuh.
Lantas, apakah cacar air menular? Cacar air merupakan penyakit menular yang cukup sering terjadi, terutama pada anak-anak. Kendati demikian, orang dewasa juga bisa terkena kondisi ini, terlebih yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya atau belum pernah mendapatkan vaksinasi.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular cacar air adalah sebagai berikut:
-
Belum pernah terkena cacar air sebelumnya.
-
Belum pernah mendapatkan vaksin.
-
Hidup berdampingan dengan anak-anak, misalnya bekerja di fasilitas penitipan anak atau tinggal di rumah yang ada anak-anak.
Cara Penularan Cacar Air
Cacar air adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster (VZV). Penyakit ini terutama menyebar dari penderita cacar yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi ke orang lain yang belum pernah terinfeksi virus tersebut. Hampir sekitar 90% orang yang tidak memiliki imunitas terhadap cacar air dan berada di dekat penderita akan tertular penyakit ini.
Perlu diketahui, seseorang yang menderita cacar air dapat menularkan penyakitnya mulai dari 1 hingga 2 hari sebelum ruam timbul, hingga semua lesi lenting atau lepuhan cacar air pecah dan menjadi berkerak (keropeng).
Jika orang yang sudah divaksin terkena penyakit ini, mereka masih bisa menularkannya ke orang lain. Mereka juga mungkin tidak akan mengalami lesi yang tidak membentuk kerak (krusta). Mereka tetap bisa menularkan penyakit ini sampai tidak ada lesi baru yang muncul selama 24 jam.
Cacar air ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui sentuhan langsung pada lepuhan, air liur, atau lendir orang yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menular melalui udara melalui batuk dan bersin. Namun, apakah penularan cacar air hanya melalui kontak langsung dengan partikel lepuhan? Tidak. Cacar air bisa menular melalui beberapa cara lain, di antaranya sebagai berikut.
1. Menular melalui Droplet Lendir
Sebelum munculnya ruam pada kulit, orang yang terinfeksi cacar air biasanya akan mengeluhkan demam, nyeri kepala, kelelahan, serta nyeri otot atau sendi. Meski baru menunjukkan gejala awal, penderita tetap bisa menularkan virus melalui droplet (percikan cairan) lendir.
Lalu kemudian, lendir tersebut bisa keluar saat seseorang mengalami batuk, bersin, atau bernapas. Jika ada orang lain yang menghirup partikel lendir tersebut, ia memiliki risiko untuk tertular virus dari penderita cacar air.
2. Tertular Pengidap Cacar Api
Pada dasarnya, cacar air dan cacar api (herpes zoster) merupakan dua kondisi yang berbeda, namun keduanya sama-sama disebabkan oleh virus Varicella zoster. Jadi, penderita cacar api berpotensi menularkan cacar air kepada orang lain. Tetapi, penularan cacar api tidak semudah cacar air karena hanya bisa terjadi melalui kontak langsung.
Cacar api sendiri kerap terjadi pada orang yang pernah terkena cacar air sebelumnya. Biasanya, cacar api akan muncul berpuluh-puluh tahun kemudian. Bahkan, virus ini sering kali aktif kembali saat seseorang berusia di atas 60 tahun.
Pada seseorang yang pernah mengidap cacar air, virus Varicella Zoster ini tidak hilang dari tubuh dan akan menetap pada sistem saraf. Virus ini akan aktif kembali jika sistem imun penderitanya sedang rendah. Penyakit ini hanya bisa dikontrol dan dicegah kekambuhannya dengan menerapkan pola hidup sehat.
3. Melalui Benda yang Terkontaminasi
Penularan cacar air juga bisa terjadi secara tidak langsung saat seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus Varicella zoster. Cara penularan ini sangat mungkin terjadi, misalnya saat penderita cacar air batuk lalu meninggalkan droplet ke permukaan handphone orang lain. Kemudian, saat pemilik handphone menyentuh wajah dengan tangan yang terkontaminasi, maka ia bisa tertular.
Cara Mencegah Penularan Cacar Air
Perlu diketahui juga bahwa penderita cacar air dapat menularkan virus bahkan sejak 2 hari sebelum gejalanya muncul sampai 6 hari setelah lenting atau lepuhan terbentuk. Tingkat penularan tersebut akan semakin menurun seiring waktu saat lepuhan sudah mulai mengering. Adapun beberapa langkah efektif dalam mencegah cacar air adalah sebagai berikut:
-
Melakukan vaksinasi cacar.
-
Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengidap cacar.
-
Mengurangi kontak dengan orang-orang yang berpotensi menularkan cacar air.
-
Menggunakan masker, terutama jika sudah mengetahui ada orang di sekitar yang sedang menderita cacar air atau cacar api.
Bagi penderita cacar air, penting untuk tetap beristirahat di rumah hingga lepuhan cacar mengering dan membentuk krusta (kerak) agar tidak menyebarkan penyakit ini terutama pada orang lain yang belum pernah terkena cacar.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cacar air adalah penyakit kulit yang sangat mudah menular, baik melalui droplet, bersentuhan langsung dengan lepuhan pada kulit penderitanya, ataupun lewat berbagai cara lainnya.
Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada cacar air, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals agar mendapat penanganan yang tepat sehingga bisa cepat pulih.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini








