Kesehatan Tubuh
Apakah DSA Sama dengan CTA? Pahami Masing-Masing Fungsinya

Table of Contents
DSA dan CTA adalah dua jenis pemeriksaan yang sering dibandingkan dalam mendeteksi kelainan pembuluh darah. Karena saling berkaitan, tidak sedikit orang yang mengira keduanya adalah prosedur yang sama. Lantas, apakah DSA sama dengan CTA?
Meskipun tujuannya mirip, DSA dan CTA memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi teknik pemeriksaan dan kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan tersebut. Mari pahami perbedaan dan fungsi masing-masing pemeriksaan ini lebih lanjut berikut.
Apakah DSA Sama dengan CTA?
DSA (digital subtraction angiography) dan CTA (computed tomography angiography) merupakan jenis tes pencitraan yang dapat memperlihatkan kondisi pembuluh darah. Namun, apakah DSA sama dengan CTA? Tidak, keduanya memiliki beberapa perbedaan.
DSA adalah pemeriksaan radiologi yang dilakukan untuk memeriksa bagian dalam pembuluh darah secara detail. DSA digunakan untuk mengevaluasi struktur, aliran, dan sumbatan pada pembuluh darah arteri di berbagai bagian tubuh. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah lain sesuai dengan indikasi medis.
Tindakan ini sering dilakukan pada kasus seperti aneurisma otak, perdarahan otak, malformasi arteri vena, atau penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke, termasuk obstructive vascular disease.
Tidak jauh berbeda, CTA juga digunakan untuk memastikan adanya aneurisma otak, aterosklerosis, kelainan pembuluh darah di dalam otak, atau kerusakan pembuluh darah akibat trauma. CTA juga sering digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada kasus stroke iskemik akut.
Perbedaan DSA dan CTA
Meski sama-sama digunakan untuk memeriksa bagian dalam pembuluh darah, DSA dan CTA merupakan dua pemeriksaan yang berbeda, baik dari sisi teknologi, hasil gambar, dan proses pemeriksaannya. Berikut uraian selengkapnya mengenai perbedaan DSA dan CTA:
1. Teknologi yang Digunakan
DSA adalah tindakan kateterisasi pembuluh darah yang dilakukan dengan menggunakan sinar-X. Pada prosedur ini, dokter menyuntikkan cairan kontras langsung ke dalam pembuluh darah melalui akses selang kecil (kateter). Gambar pembuluh darah kemudian diambil dan diproses sehingga pembuluh darah dapat terlihat jelas tanpa tertutup jaringan lain.
Sementara itu, CTA adalah pemeriksaan yang menggunakan mesin CT scan untuk mengambil serangkaian gambar dari berbagai sudut. Gambar-gambar tersebut kemudian disusun menjadi gambar tiga dimensi (3D) yang menunjukkan pembuluh darah dan jaringan di sekitarnya. Untuk memperjelas gambaran pembuluh darah, dokter akan memasukan cairan kontras melalui infus.
2. Gambar yang Dihasilkan
DSA menghasilkan gambaran pembuluh darah yang lebih detail karena struktur atau jaringan lain di sekitarnya “dihilangkan” secara digital. Sementara itu, CTA memberikan gambaran 3D beresolusi tinggi yang memperlihatkan pembuluh darah, jaringan lunak, serta organ lain secara bersamaan.
3. Prosedur yang Dijalankan
DSA termasuk prosedur invasif karena memerlukan pemasangan kateter langsung ke pembuluh darah (biasanya dari lipatan paha atau lengan). Setelah itu, zat kontras disuntikkan secara langsung ke pembuluh darah. DSA biasanya dilakukan di dalam ruangan khusus karena penggunaan zat kontras memerlukan persiapan dan pemeriksaan khusus sebelum tindakan, seperti pemeriksaan fungsi ginjal.
Sementara itu, CTA termasuk dalam prosedur noninvasif. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah biasa (infus), kemudian pasien hanya perlu berbaring di mesin CT scan. Secara umum, proses CTA lebih sederhana, lebih cepat, dan tidak memerlukan tindakan kateterisasi seperti pada DSA.
Bagaimana Tingkat Akurasi DSA dan CTA dalam Mendeteksi Suatu Kondisi?
Selain perbedaan dalam teknologi hingga prosedur yang dijalankan, CTA dan DSA juga memiliki tingkat akurasi yang berbeda dalam menilai beberapa kasus. Berikut masing-masing penjelasannya:
1. Untuk Manajemen Stroke Iskemik Akut
Pada pasien yang mengalami stroke akibat sumbatan pembuluh darah otak (stroke iskemik), CTA digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mengevaluasi adanya sumbatan pada pembuluh darah besar secara cepat dan non-invasif. Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan kondisi pembuluh darah serta menilai apakah pasien berpotensi memerlukan tindakan lanjutan, seperti trombektomi.
Sementara itu, DSA biasanya dilakukan pada tahap konfirmasi diagnosis dan intervensi, terutama ketika pasien menjalani atau direncanakan untuk tindakan endovaskular. Melalui DSA, dokter dapat melihat lokasi sumbatan pembuluh darah secara real-time serta melakukan tindakan langsung selama proses kateterisasi.
Sebuah studi dari Medicine Journal (2025) menunjukkan bahwa hasil temuan DSA, termasuk penilaian aliran pembuluh darah kolateral, berikatan dengan penilaian tingkat pemulihan pasien setelah tindakan trombektomi.
2. Untuk Perencanaan Operasi Aneurisma Darurat
Jurnal dalam European Review for Medical and Pharmacological Sciences (2023) menyebutkan bahwa dalam kondisi darurat seperti aneurisma (kondisi pelebaran pembuluh darah secara abnormal yang berisiko pecah), CTA mampu memberikan informasi yang lebih cepat dan cukup untuk merencanakan operasi dibandingkan dengan DSA.
Kendati DSA masih dianggap sebagai standar utama (gold standard), CTA dinilai bisa menjadi alternatif pemeriksaan yang dapat diandalkan karena lebih cepat, tidak invasif, serta tetap mampu memberikan gambaran aneurisma dan pembuluh darah di sekitarnya dengan baik.
3. Untuk Mendeteksi Aneurisma pada Perdarahan Subaraknoid
Penelitian dalam Annals of Medical Research (2020) menyebutkan bahwa CT scan kepala menjadi pemeriksaan awal yang sangat penting bagi pasien dengan perdarahan subaraknoid, yaitu kondisi perdarahan di ruang antara otak dan selaput pelindungnya. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi hampir seluruh kasus pada jam-jam pertama. Namun, untuk mengetahui sumber perdarahan secara detail, pemeriksaan seperti CTA dan DSA perlu digunakan.
Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa CTA memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi aneurisma dan pada banyak kondisi hasilnya sejalan dengan pemeriksaan DSA. Namun, pada kasus tertentu, seperti aneurisma berukuran sangat kecil atau terletak di bagian belakang otak, pemeriksaan lanjutan dengan DSA masih dapat diperlukan, terutama bila kecurigaan klinis tinggi meskipun hasil CTA normal.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada masalah pembuluh darah, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi atau Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Journal of Cerebrovascular and Endovascular Neurosurgery. Complications and risk factors after digital subtraction angiography: 1-year single-center study. Diakses pada 2026 | Medical Professionals. Digital Subtraction Angiography and CT Angiography. Diakses pada 2025 | Medicine. Comparison of CTA and DSA collateral scores in predicting clinical outcome in anterior circulation stroke patients receiving endovascular treatment: A retrospective observational study. Diakses pada 2026 | European Review for Medical and Pharmacological Sciences. Before emergency aneurysm surgery, CTA or DSA? A single center experience. Diakses pada 2026 | Annals of Medical Research. Comparison of Computerized Tomographic Angiography (CTA) and Digital Subtraction Angiography (DSA) in patients with subarachnoid hemorrhage: A retrospective. Comparison of Computerized Tomographic Angiography (CTA) and Digital Subtraction Angiography (DSA) in patients with subarachnoid hemorrhage: A retrospective analysis. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. CT Angiogram. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak Basic
Skrining Pria & Wanita
14 Service/Item
Rp1.500.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Skrining Stroke Basic
Skrining Stroke
11 Service/Item
Rp1.400.000
TERPOPULER
Paket Skrining Stroke Advance
Skrining Stroke
16 Service/Item
Rp2.400.000
TERPOPULER
Paket Skrining Stroke Complete
Skrining Stroke
20 Service/Item
Rp4.500.000






