Apakah Epilepsi Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kesehatan Tubuh

Apakah Epilepsi Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya

13 Mei 2025 3 menit waktu baca
apakah epilepsi menular

Penyakit epilepsi adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya aktivitas listrik berlebihan di otak. Beberapa orang awam menganggap bahwa epilepsi merupakan penyakit yang dapat menular. Lantas, apakah epilepsi menular? Bisakah epilepsi disembuhkan? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini sampai tuntas.

 

Apakah Epilepsi Menular?

 

Penyakit epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat karena terdapat aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Salah satu gejala epilepsi yang umum terjadi adalah kejang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

 

Sebetulnya, apakah epilepsi menular? Sebagian besar individu kerap mengkhawatirkan apakah epilepsi menular atau tidak karena kondisi tersebut dapat menimbulkan kejang berulang yang sering kali menyebabkan penderitanya mengeluarkan air liur ataupun buang air kecil tanpa sadar. Cairan tubuh inilah yang dianggap dapat menularkan epilepsi ke orang lain.

 

Seperti yang telah dijelaskan, penyebab epilepsi adalah kelainan struktural pada sistem saraf pusat sehingga menimbulkan pola aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Meski penyebab penyakit epilepsi belum diketahui secara pasti, dapat dipastikan bahwa epilepsi bukanlah kondisi yang bisa ditularkan secara langsung ke orang lain.

 

Meski begitu, terdapat sejumlah faktor risiko penyakit epilepsi yang perlu diwaspadai, di antaranya adalah:

  • Dapat terjadi di semua kelompok usia, namun biasanya risiko penyakit epilepsi lebih tinggi pada anak-anak (biasanya di bawah 5 tahun) atau di atas usia 65 tahun.
  • Bayi lahir prematur.
  • Terdapat riwayat keluarga yang mengidap epilepsi.
  • Memiliki kelainan genetik seperti Sindrom Down.
  • Mengalami cedera kepala.
  • Cedera sebelum persalinan yang dapat menyebabkan kerusakan otak pada janin.
  • Cerebral palsy atau lumpuh otak.
  • Kondisi yang menyebabkan kerusakan pada otak, seperti tumor otak atau stroke.
  • Menderita penyakit menular, seperti HIV/AIDS, meningitis, atau radang otak/ensefalitis virus.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

 

Apakah Epilepsi Bisa Disembuhkan?

 

Apakah epilepsi bisa disembuhkan? Hingga saat ini, masih belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan epilepsi sepenuhnya. Namun, kondisi ini tetap perlu ditangani dengan tepat untuk mengurangi frekuensi dan mencegah kekambuhan kejang epilepsi. Beberapa tindakan atau pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk menangani epilepsi adalah sebagai berikut:

 

1. Penggunaan Obat-obatan

 

Dokter dapat meresepkan obat-obatan antiepilepsi atau antikejang untuk mengurangi frekuensi kejang yang dialami oleh penderita epilepsi. Beberapa jenis obat tersebut di antaranya adalah:

  • Topiramate.
  • Levetiracetam.
  • Asam valproate.
  • Lamotrigine.
  • Carbamazepine.

 

2. Terapi

 

Untuk membantu mengendalikan gejala serta mencegah komplikasi penyakit, maka dokter dapat menganjurkan penderita epilepsi untuk menjalani terapi stimulasi saraf vagus. Terapi ini dilakukan dengan memasang alat khusus pada bagian bawah tulang selangka kiri untuk membantu menurunkan aktivitas listrik yang berlebihan atau abnormal di otak.

 

Selain itu, pasien epilepsi juga disarankan untuk menerapkan diet keto, yaitu diet yang dilakukan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak dalam jangka waktu tertentu di bawah pengawasan ketat dokter. Diet ini biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk menangani epilepsi pada anak.

 

3. Tindakan Operasi

 

Apabila konsumsi obat-obatan dan terapi tersebut tidak efektif untuk menurunkan frekuensi kejang epilepsi, maka dokter dapat menindaklanjutinya dengan tindakan operasi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:

  • Deep brain stimulation (DBS), yaitu tindakan operasi dengan memasang alat khusus yang disebut elektroda di dalam otak yang dihubungkan dengan perangkat stimulasi atau pacemaker untuk mengendalikan aktivitas sinyal listrik pada otak.
  • Tindakan pembedahan dengan mengangkat bagian dari otak yang menyebabkan epilepsi. Namun, perlu dipastikan bahwa bagian otak tersebut tidak memiliki fungsi yang esensial untuk mengatur kemampuan berkomunikasi, pendengaran, penglihatan, serta fungsi kognitif penting lainnya.

 

Pada kesimpulannya, penyakit epilepsi adalah kondisi yang tidak dapat ditularkan dari penderita ke orang lain. Meski begitu, penting bagi setiap individu untuk mewaspadai penyakit ini karena bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda memiliki keluhan terkait dengan fungsi otak. Di Siloam Hospitals, tindakan medis akan dilakukan oleh tim dokter yang berpengalaman sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.


Temukan informasi jadwal, booking, dan buat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter. Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Mari percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail