Kesehatan Tubuh
Apakah Kanker Hati Dapat Menular pada Orang Lain? Ini Penjelasannya

Table of Contents
Kanker hati merupakan salah satu jenis kanker yang cukup serius karena sering kali terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk mengenai risiko penularannya. Sebenarnya, apakah kanker hati menular? Untuk memahami hal tersebut, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apakah Kanker Hati Menular?
Pada dasarnya, kanker, termasuk kanker hati, bukanlah penyakit menular. Dengan kata lain, seseorang tidak akan tertular kanker dari orang lain sekalipun melakukan kontak fisik (berciuman, bersalaman, berpelukan, atau berhubungan seksual), berbagi makanan, atau sekadar menghirup udara yang sama.
Mengapa kanker hati sering dianggap sebagai penyakit yang menular? Sebenarnya, terdapat beberapa kejadian yang memicu kesalahpahaman tersebut, seperti:
-
Infeksi tertentu dapat meningkatkan risiko kanker
Pada kasus ini, hepatitis B dan C diketahui dapat meningkatkan kanker hati. Namun, perlu dipahami bahwa yang menular bukanlah kankernya, melainkan infeksinya.
-
Riwayat keluarga
Jika banyak anggota keluarga yang terkena kanker, ini bukan berarti kanker menular, melainkan dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan hidup yang mirip, atau sama-sama terpapar zat pemicu kanker.
-
Cluster kanker
Terkadang, terdapat beberapa kelompok orang yang terkena kanker di wilayah yang sama. Namun, hal ini tidak berarti kanker bisa menular, melainkan karena kelompok tersebut terpapar risiko lingkungan yang sama.
-
Transplantasi organ
Pada kasus yang sangat jarang, terdapat kemungkinan bahwa sel kanker ikut terbawa melalui organ donor. Namun, risiko ini sangat kecil, mengingat bahwa setiap donor sudah dilakukan skrining yang ketat untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.
Selain itu, orang yang menjalani transplantasi biasanya mengonsumsi obat penekan imun. Obat inilah yang membuat risiko kanker meningkat. Penelitian dalam Cancer (2025) menunjukkan bahwa obat penekan imun yang dikonsumsi pascatransplantasi memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap risiko kanker. Misalnya, TAC (tacrolimus) dapat meningkatkan risiko kanker hati, namun justru menurunkan risiko kanker ovarium atau rahim.
Pada ibu hamil yang memiliki kanker, sel kanker dapat menempel di plasenta namun hampir tidak pernah terdapat kasus yang mana kanker sampai menular ke bayi.
Penyakit Menular yang Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya Kanker Hati
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kanker hati dianggap keliru bisa menular karena dipicu oleh infeksi yang menular. Namun, perlu ditekankan bahwa penularan terjadi karena infeksinya, bukan kankernya.
Penelitian dalam Journal of Global Infection DIseases (2024) menunjukkan bahwa Infeksi kronis hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker hati. Jika seseorang terinfeksi keduanya sekaligus (koinfeksi), risiko untuk terkena kanker hati jauh lebih tinggi dibanding hanya terinfeksi salah satunya.
1. Hepatitis B
Hepatitis B adalah suatu kondisi yang menimbulkan peradangan pada organ hati dan sering kali disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B. Pada sebagian besar kasus, infeksi hepatitis B bisa bertahan lama di dalam tubuh hingga berkembang menjadi kronis, dan kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kanker hati.
Penelitian dalam Journal of Vocational Health Studies (2025) menunjukkan bahwa infeksi hepatitis B kronis pada anak (chronic HBV infection in children) dapat menimbulkan risiko serius, yaitu berkembang menjadi sirosis hati (jaringan parut permanen pada hati) dan hepatoseluler karsinoma (jenis kanker hati utama).
2. Hepatitis C
Hepatitis C juga merupakan peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Kondisi ini perlu segera ditangani sebab jika dibiarkan dalam waktu lama dapat menimbulkan kerusakan hati serius, termasuk sirosis hingga kanker hati. Penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences (2023) menyatakan bahwa pada sekitar tahun 2020, sekitar 20% kasus kanker hati di dunia disebabkan oleh infeksi hepatitis C kronis.
Pengobatan Kanker Hati
Pilihan pengobatan kanker hati akan disesuaikan dengan stadium kanker, kondisi hati dan kesehatan secara menyeluruh, usia, serta preferensi pasien. Secara umum, beberapa pilihan pengobatan kanker hati adalah sebagai berikut:
-
Operasi. Prosedur operasi yang paling sering digunakan untuk menangani kanker hati adalah reseksi hati dan transplantasi hati.
-
Terapi lokal (terapi yang langsung ditargetkan ke area kanker). Terapi ini meliputi:
-
Ablasi, yaitu tindakan yang dilakukan untuk menghancurkan atau merusak jaringan kanker secara langsung di tempatnya menggunakan alat atau bahan tertentu, bisa melalui radiofrequency ablation, microwave, atau laser.
-
Pembekuan sel kanker (cryoablation).
-
Chemoembolization (kombinasi kemoterapi dan bahan emboli yang disuntikkan ke pembuluh darah tumor).
-
Radioembolization, yaitu menyalurkan partikel radioaktif langsung ke tumor).
-
Radioterapi. Prosedur ini menggunakan sinar-X atau proton untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya, radioterapi dipakai bila terapi lain tidak memungkinkan, terutama untuk mengontrol gejala kanker stadium lanjut.
-
Terapi target. Obat-obatan yang menghambat jalur pertumbuhan tumor.
-
Imunoterapi. Terapi ini bertujuan membantu sistem imun melawan kanker, terutama untuk kanker hati stadium lanjut.
-
Kemoterapi sistemik. Terapi ini menggunakan obat untuk membunuh sel kanker yang tumbuh cepat. Bisa diberikan lewat infus atau obat minum.
-
Perawatan paliatif. Perawatan yang fokus pada pengendalian gejala, nyeri, nutrisi, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pencegahan Kanker Hati
Pencegahan kanker hati bisa dilakukan dengan mencegah infeksi hepatitis B dan hepatitis C yang merupakan salah satu faktor utama pemicunya. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi hepatitis B dan hepatitis C adalah sebagai berikut:
-
Melakukan vaksinasi untuk hepatitis B. Sebagai informasi, belum terdapat vaksin untuk hepatitis C sehingga pencegahannya bisa dilakukan dengan menghindari cara penularannya.
-
Melakukan skrining dan atau pengecekan kesehatan secara berkala.
-
Menjalani pengobatan untuk infeksi kronis.
-
Menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-
Berhenti merokok.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Mengurangi paparan zat karsinogenik.
-
Melakukan deteksi dini dan menjalani terapi untuk penyakit bawaan.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kanker hati tidak termasuk penyakit menular. Namun, deteksi dini dan penanganan yang tepat tetap menjadi kunci untuk meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
Jika muncul gejala mencurigakan, seperti penurunan berat badan tanpa sebab, mata dan kulit menguning, atau nyeri pada perut kanan atas, segera lakukan pemeriksaan medis dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin
berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
American Cancer Society. Is Cancer Contagious?. Diakses pada 2025 | Journal of Global Infectious Diseases. Coinfection of Hepatitis B and C Viruses and Risk of Hepatocellular Carcinoma: Systematic Review and Meta-analysis. Diakses pada 2025 | Journal of Vocational Health Studies. LIVER CANCER ASSOCIATED WITH HEPATITIS B VIRUS INFECTION IN A CHILD: A CASE REPORT. Diakses pada 2025 | Journal of Vocational Health Studies. LIVER CANCER ASSOCIATED WITH HEPATITIS B VIRUS INFECTION IN A CHILD: A CASE REPORT. Diakses pada 2025 | International Journal of Molecular Sciences. Hepatocellular Carcinoma Prevention in the Era of Hepatitis C Elimination. Diakses pada 2025 | National Cancer Institute. Liver Cancer Causes, Risk Factors, and Prevention. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Liver cancer. Diakses pada 2025 | American Heart Association. Can Liver Cancer Be Prevented?. Diakses pada 2025 | Journal of Clinical and Experimental Hepatology. Role of Local Ablative Therapy for Hepatocellular Carcinoma. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kanker Hati Komprehensif
Skrining Kanker
7 Service/Item
Rp3.300.000
TERPOPULER
Kanker Hati Tingkat Lanjut
Skrining Kanker
8 Service/Item
Rp4.800.000
TERPOPULER
Fungsi Hati SGOT-SGPT
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000






