Kesehatan Tubuh
Apakah Tumor Payudara Bisa Berubah Menjadi Kanker? Ini Faktanya!

Table of Contents
Benjolan di payudara dapat menjadi salah satu tanda adanya tumor. Namun, tidak semua tumor payudara bersifat ganas, sehingga banyak orang bertanya-tanya apakah tumor payudara jinak bisa menjadi kanker.
Pada sebagian kasus, perubahan tumor jinak menjadi kanker masih mungkin terjadi. Karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk mengetahui kemungkinan perkembangan tumor menjadi kanker serta apa bedanya tumor dan kanker payudara, simak penjelasan lengkapnya.
Apakah Tumor Payudara Jinak Bisa Menjadi Kanker?
Secara klinis, sebagian besar tumor payudara bersifat jinak dan jarang berkembang menjadi kanker. Hal ini karena sel-sel pada tumor jinak umumnya memiliki karakteristik genetik yang berbeda dengan sel kanker sehingga tidak serta-merta berubah menjadi ganas.
Meski benjolan tersebut tidak otomatis berubah menjadi kanker, pada kondisi tertentu, beberapa jenis kelainan jaringan payudara dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker di kemudian hari. Penting dipahami bahwa peningkatan risiko ini tidak berarti tumor payudara jinak pasti berubah menjadi ganas sehingga perlu dipantau secara berkala.
Dalam kasus yang sangat jarang, perubahan ke arah keganasan dapat terjadi jika muncul perubahan genetik pada sel yang menyebabkan pertumbuhan tidak terkendali. Risiko ini dapat meningkat pada kondisi tertentu, seperti:
-
Memiliki riwayat kanker payudara.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.
-
Berusia di atas 50 tahun.
-
Riwayat paparan radiasi di area dada, misalnya akibat terapi radiasi sebelumnya.
Dengan adanya faktor-faktor tersebut, kemungkinan tumor berubah menjadi kanker dapat meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan medis dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi tumor serta mendeteksi kemungkinan perubahan payudara sejak dini.
Apa Bedanya Karakteristik Tumor Jinak dan Kanker Payudara?
Karakteristik tumor jinak maupun kanker payudara hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan oleh dokter menggunakan alat medis, seperti USG (ultrasonografi) atau mamografi. Oleh karena itu, bila menemukan benjolan di payudara, apa pun bentuk atau rasanya, segera periksakan ke dokter.
Melalui pemeriksaan tersebut, gambaran struktur dan batas benjolan dapat terlihat lebih jelas. Berikut adalah perbedaan karakteristik tumor jinak dan kanker payudara:
Kapan Harus Waspada ketika Ada Benjolan di Payudara?
Pada dasarnya, setiap benjolan yang muncul di tubuh, termasuk di area payudara, perlu diperhatikan. Meskipun tidak semua benjolan bersifat berbahaya atau berkaitan dengan kanker, perubahan pada jaringan payudara tetap tidak boleh diabaikan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Benjolan yang terasa keras.
-
Benjolan yang sulit digerakkan di bawah kulit.
-
Perubahan ukuran atau bentuk payudara, misalnya menjadi asimetris (mengecil/membesar dan tertarik ke satu sisi).
-
Kulit payudara tampak berlesung seperti kulit jeruk.
-
Perubahan warna kulit payudara, misalnya seperti kemerahan yang tidak kunjung menghilang dan justru menyebar atau berubah menjadi merah keunguan seperti lebam yang muncul tanpa benturan. Perubahan ini juga dapat disertai bengkak dan terasa hangat.
-
Perubahan bentuk pada puting, seperti tertarik ke dalam (inversi), posisinya miring, berkerak, maupun bersisik, terutama jika hanya pada satu payudara.
-
Keluarnya cairan dari puting (bukan ASI) tanpa sebab yang jelas.
Diagnosis untuk Memastikan Jenis Benjolan di Payudara
Proses diagnosis melibatkan beberapa langkah yang dimulai dari anamnesis (wawancara medis). Pada tahap ini, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menggali keluhan yang dirasakan pasien, termasuk sejak kapan benjolan muncul dan apakah terdapat perubahan yang menyertainya. Wawancara ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin berperan dalam munculnya benjolan tersebut.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan payudara untuk menilai adanya benjolan, perubahan bentuk payudara, atau tanda lain seperti perubahan warna kulit payudara. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan untuk melihat struktur jaringan payudara secara lebih detail, seperti mamografi atau USG payudara.
Jika dari pemeriksaan fisik dan pencitraan benjolan tampak mencurigakan, langkah berikutnya adalah biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil biopsi ini adalah metode standar akurat untuk menentukan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau ganas.
Demikian penjelasan mengenai apa tumor payudara jinak bisa menjadi ganas. Perlu diingat bahwa informasi ini disusun untuk menambah wawasan dan pemahaman sehingga tidak dapat menggantikan konsultasi, pemeriksaan, maupun diagnosis langsung dari dokter.
Sebagian pasien mungkin membutuhkan informasi lebih banyak ketika didiagnosis memiliki tumor jinak dan merasa cemas akan potensi keganasan di masa depan. Dalam hal ini, mencari second opinion menjadi salah satu langkah bijak sebelum pasien menentukan keputusan medisnya.
Untuk itu, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Kanker) di Siloam terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan penyebab benjolan.
Perlu diingat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung fasilitas kesehatan yang dimiliki. Tenaga medis profesional akan menentukan tahap pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis pasien.
Tidak perlu jauh ke luar negeri; untuk mengakses layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, manfaatkan layanan Siloam Medical Concierge untuk memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, melangkah menuju kesembuhan bersama kami di Indonesia.
Sumber
Mayo Clinic. Suspicious Breast Lumps. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. A Benign and Malignant Breast Tumor Classification Method via Efficiently Combining Texture and Morphological Features on Ultrasound Images. Women’s Healthcare. Benign Breast Disease Elevates Breast Cancer Risk, Study Finds. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marselus A. Merung, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Kanker Payudara Komprehensif
Skrining Kanker
5 Service/Item
Rp3.400.000
TERPOPULER
Mammography / Rontgen Payudara
Kanker Payudara, Rontgen / X-Ray, Skrining Kanker, Tumor/Kanker
Rp706.000
TERPOPULER
USG Payudara / Mammae
Kanker Payudara, Skrining Kanker, Tumor/Kanker, USG
Rp676.000
TERPOPULER
SKRINING MAMOGRAFI - SELANGKAH
Skrining Kanker, Skrining Pria & Wanita
1 Service/Item
Rp650.000







