Apakah Tumor Payudara Bisa Berubah Menjadi Kanker? Ini Faktanya!
Kesehatan Tubuh

Apakah Tumor Payudara Bisa Berubah Menjadi Kanker? Ini Faktanya!

23 April 2026 4 menit waktu baca
apakah tumor payudara bisa berubah menjadi kanker

Benjolan di payudara dapat menjadi salah satu tanda adanya tumor. Kondisi ini sering membuat banyak orang bertanya-tanya apakah tumor payudara bisa berubah menjadi kanker. Faktanya, tidak semua tumor payudara bersifat ganas dan jarang berubah menjadi kanker.

 

Namun, pada kondisi tertentu, perubahan menjadi kanker masih mungkin terjadi sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut, artikel ini akan menjelaskan kemungkinan tumor payudara berkembang menjadi kanker serta perbedaan karakteristiknya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Apakah Tumor Payudara Bisa Berubah Menjadi Kanker?

 

Secara klinis, sebagian besar tumor payudara bersifat jinak dan jarang berkembang menjadi kanker. Hal ini karena sel-sel pada tumor jinak umumnya memiliki karakteristik genetik yang berbeda dengan sel kanker sehingga tidak serta-merta berubah menjadi ganas.

 

Meski benjolan tersebut tidak otomatis berubah menjadi kanker, pada kondisi tertentu, beberapa jenis kelainan jaringan payudara dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker di kemudian hari. Penting dipahami bahwa peningkatan risiko ini tidak berarti tumor jinak pasti berubah menjadi kanker sehingga perlu dipantau secara berkala.

 

Dalam kasus yang sangat jarang, perubahan ke arah keganasan dapat terjadi jika muncul perubahan genetik pada sel yang menyebabkan pertumbuhan tidak terkendali. Risiko ini dapat meningkat pada kondisi tertentu, seperti:

 

  • Memiliki riwayat kanker payudara.

  • Memilki keluarga dengan riwayat kanker payudara.

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Riwayat paparan radiasi di area dada, misalnya akibat terapi radiasi sebelumnya.

 

Dengan adanya faktor-faktor tersebut, kemungkinan tumor mengalami perubahan menjadi kanker dapat meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan medis dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi tumor serta mendeteksi kemungkinan perubahan payudara sejak dini.

 

Perbedaan Karakteristik Tumor Jinak dan Kanker Payudara

 

Karakteristik tumor jinak maupun kanker payudara hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan oleh dokter menggunakan alat medis, seperti USG (ultrasonografi) atau mamografi. Oleh karena itu, bila menemukan benjolan di payudara, apa pun bentuk atau rasanya, segera periksakan ke dokter.

 

Melalui pemeriksaan tersebut, gambaran struktur dan batas benjolan dapat terlihat lebih jelas. Berikut adalah perbedaan karakteristiknya:

 

Karakteristik

Tumor Jinak

Kanker

Batas

Tegas dan jelas

Tidak jelas

Bentuk

Bulat atau oval dan cenderung simetris

Tidak beraturan

Permukaan

Halus

Dapat memiliki tonjolan kecil (lobulated

 

Kapan Harus Waspada ketika Ada Benjolan di Payudara?

 

Pada dasarnya, setiap benjolan yang muncul di tubuh, termasuk di area payudara, perlu diperhatikan. Meskipun tidak semua benjolan bersifat berbahaya atau berkaitan dengan kanker, perubahan pada jaringan payudara tetap tidak boleh diabaikan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

 

  • Benjolan yang terasa keras.

  • Benjolan yang sulit digerakkan di bawah kulit.

  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara, misalnya menjadi asimetris (mengecil/membesar dan tertarik ke satu sisi).

  • Kulit payudara tampak berlesung seperti kulit jeruk.

  • Perubahan warna kulit payudara, misalnya seperti kemerahan yang tidak kunjung menghilang dan justru menyebar atau berubah menjadi merah keunguan seperti lebam yang muncul tanpa benturan. Perubahan ini juga dapat disertai bengkak dan terasa hangat.

  • Perubahan bentuk pada puting, seperti tertarik ke dalam (inversi), posisinya miring, berkerak, maupun bersisik, terutama jika hanya pada satu payudara.

  • Keluarnya cairan dari puting (bukan ASI) tanpa sebab yang jelas.

 

Diagnosis untuk Memastikan Jenis Benjolan di Payudara

 

Proses diagnosis melibatkan beberapa langkah yang dimulai dari anamnesis (wawancara medis). Pada tahap ini, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menggali keluhan yang dirasakan pasien, termasuk sejak kapan benjolan muncul dan apakah terdapat perubahan yang menyertainya. Wawancara ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin berperan dalam munculnya benjolan tersebut.

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan payudara untuk menilai adanya benjolan, perubahan bentuk payudara, atau tanda lain seperti perubahan warna kulit payudara. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan untuk melihat struktur jaringan payudara secara lebih detail, seperti mamografi atau USG payudara.

 

Jika dari pemeriksaan fisik dan pencitraan benjolan tampak mencurigakan, langkah berikutnya adalah biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil biopsi ini adalah metode standar akurat pasti untuk menentukan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau ganas.

 

Demikian penjelasan mengenai apakah tumor payudara bisa berubah menjadi kanker. Perlu diingat bahwa informasi ini disusun untuk menambah wawasan dan pemahaman sehingga tidak dapat menggantikan konsultasi, pemeriksaan, maupun diagnosis langsung dari dokter.

 

Sebagian pasien mungkin merasa ragu ketika didiagnosis memiliki tumor jinak dan cemas akan potensi keganasan di masa depan. Dalam hal ini, mencari second opinion menjadi salah satu langkah bijak sebelum pasien menentukan keputusan medisnya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya.

 

Oleh karena itu, jika Anda menemukan benjolan yang terasa keras, dapat digerakkan di bawah kulit, dan disertai perubahan pada bentuk maupun warna kulit payudara, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Kanker) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan penyebab benjolan.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit kanker terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan pengobatan maupun mendapatkan second opinion.

 

Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan paket Skrining Kanker sebagai langkah deteksi dini. Paket ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi risiko atau tanda awal kanker melalui serangkaian pemeriksaan yang komprehensif dan dilakukan oleh dokter berpengalaman. Dengan skrining rutin, potensi kelainan dapat diketahui lebih cepat sehingga peluang penanganan yang optimal pun semakin besar.

 

Untuk memudahkan pemesanan, gunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat mengakses layanan lainnya, seperti mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

second opinion dokter spesialis

Sumber

Mayo Clinic. Suspicious Breast Lumps. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. A Benign and Malignant Breast Tumor Classification Method via Efficiently Combining Texture and Morphological Features on Ultrasound Images. Women’s Healthcare. Benign Breast Disease Elevates Breast Cancer Risk, Study Finds. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-dr-william-hamdani-spbk-onk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-rachmat-christian-nikijuluw-spb-k-onk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-marselus-a-merung-spbkonk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marselus A. Merung, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


Siloam Hospitals Manado

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail