Kesehatan Tubuh
Bagaimana Bahaya Ambeien bagi Wanita Hamil? Ini Penjelasannya

Table of Contents
Ambeien dapat disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di area rektum atau anus, yang biasanya dipicu oleh peningkatan tekanan pada rongga perut selama kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri, gatal, atau perdarahan saat buang air besar sehingga bisa mengganggu kualitas hidup ibu hamil. Lantas, apa bahaya ambeien bagi wanita hamil? Mari pahami lebih dalam melalui informasi di bawah ini.
Apa Itu Ambeien pada Wanita Hamil?
Secara umum, ambeien atau wasir pada wanita hamil adalah pembengkakan pembuluh darah yang berada di sekitar atau di dalam anus selama kehamilan. Letak ambeien dapat berbeda, seperti muncul di luar anus (wasir eksternal) dan terkadang berada di dalam rektum (wasir internal), yaitu bagian usus besar yang menghubungkan ke anus.
Gejala Ambeien pada Wanita Hamil
Ibu hamil mungkin mengalami ambeien tanpa merasakan gejala apa pun. Namun, jika muncul gejala, umumnya meliputi:
-
Nyeri saat buang air besar.
-
Rasa gatal di sekitar anus.
-
Nyeri hebat bila wasir internal keluar dari anus (prolaps).
-
Perdarahan dari anus.
Bahaya Ambeien bagi Wanita Hamil
Beberapa ibu hamil mungkin mengkhawatirkan kondisi ini. Sebenarnya, apakah ambeien pada ibu hamil termasuk dalam kondisi normal atau berbahaya? Wasir yang muncul selama kehamilan adalah hal yang umum, terutama di trimester ketiga dan bisa bertahan sampai sekitar satu bulan setelah melahirkan.
Penelitian dalam BMC Gastroenterology (2024) menunjukkan bahwa 51% dari peserta penelitian mengalami gejala wasir selama kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan ambeien, seperti sembelit, mengejan terlalu keras saat BAB, kurang serat, dan kurang cairan, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ambeien pada wanita hamil.
Penyebab dan Faktor Risiko Ambeien pada Wanita Hamil
Ambeien selama kehamilan bisa muncul karena adanya tekanan berlebih pada area panggul dan saluran pencernaan bagian bawah. Tekanan ini membuat pembuluh darah di sekitar anus ikut terdampak sehingga mengalami pembengkakan. Adapun beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya ambeien pada ibu hamil adalah sebagai berikut:
-
Janin yang semakin berkembang: Pertumbuhan janin dapat memberikan tekanan tambahan pada panggul dan usus. Berat janin menekan pembuluh darah di anus sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Kondisi ini menyebabkan darah melambat, menumpuk, dan menyebabkan pembuluh darah membengkak.
-
Peningkatan volume darah: Selama hamil, jumlah darah dalam tubuh meningkat untuk mendukung kebutuhan janin. Akibatnya, pembuluh darah harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Pada kondisi ini, pembuluh darah di anus menjadi lebih mudah membengkak.
-
Sembelit: Kehamilan dapat meningkatkan risiko sembelit karena adanya perubahan hormon yang memperlambat proses pencernaan. Sembelit menyebabkan feses menumpuk dan meningkatkan tekanan di usus dan anus. Selain itu, sembelit cenderung menyebabkan tubuh mengejan saat BAB, yang mana hal ini bisa memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah di anus.
Pengobatan Ambeien pada Wanita Hamil
Tujuan utama pengobatan ambeien pada wanita hamil adalah mengendalikan gejala serta melindungi area perineum yang rentan saat persalinan normal. Gejala ambeien biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah melahirkan. Biasanya, dokter lebih merekomendasikan pengobatan konservatif dan menghindari tindakan operasi beberapa minggu setelah melahirkan untuk menghindari komplikasi.
Pengobatan ambeien bisa dilakukan secara konservatif dan medis. Berikut masing-masing penjelasannya:
A. Pengobatan Konservatif
Beberapa langkah pengobatan konservatif yang disarankan oleh dokter adalah sebagai berikut:
-
Memperbanyak asupan serat dan cairan.
-
Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga sesuai anjuran dokter spesialis kandungan. Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi beban pada pembuluh darah di area panggul. Hindari duduk terlalu lama karena dapat di dalam atau di sekitar anus.
-
Pemberian suplemen psyllium untuk melancarkan buang air besar dengan membuat feses lebih lunak dan mudah keluar.
-
Pemberian laksatif osmotik, seperti laktulosa, untuk membantu menarik air ke usus sehingga feses menjadi lebih lembek dan mudah untuk dikeluarkan.
-
Sitz bath (berendam air hangat atau air dingin) bisa membantu mengurangi nyeri, bengkak, dan peradangan.
-
Menjaga kenaikan berat badan selama kehamilan dalam batas yang disarankan oleh dokter spesialis kandungan.
B. Pengobatan Medis
Pengobatan medis untuk wasir pada ibu hamil harus dilakukan dengan hati-hati dan selalu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, termasuk obat yang dioleskan ke kulit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengobatan tidak berisiko bagi janin. Beberapa pilihan pengobatan medis yang disarankan adalah:
-
Obat topikal (krim atau salep) yang mengandung bahan pereda nyeri, seperti hydrocortisone-pramoxine, untuk mengatasi nyeri, gatal, dan peradangan.
-
Obat pencahar (laksatif) untuk mengatasi sembelit yang bisa memperburuk wasir.
-
Obat oral tertentu yang aman bagi ibu hamil atau menyusui.
-
Prosedur medis tertentu, seperti rubber band ligation, skleroterapi, hemoroidektomi, dan stapled hemorrhoidopexy.
-
Pemasangan perban penyerap setelah prosedur medis tertentu untuk mencegah perdarahan berlebih.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ambeien pada ibu hamil umumnya bukan masalah yang serius atau berbahaya. Kendati demikian, penanganan ambeien pada masa kehamilan tetap memerlukan pendekatan yang tepat agar tidak menimbulkan risiko bagi ibu maupun janin. Perubahan gaya hidup, pola makan kaya serat, serta menjaga kebiasaan buang air besar yang sehat dapat membantu meringankan keluhan.
Namun, jika gejala ambeien semakin berat atau menimbulkan rasa tidak nyaman yang signifikan, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat dapat memberikan penanganan yang aman dan sesuai kondisi kehamilan.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Hemorrhoids During Pregnancy. Diakses pada 2025 | Ewha Medical Journal. Treatment of Hemorrhoid in Unusual Condition-Pregnancy. Diakses pada 2025 | Drugs in Context. Hemorrhoid Management in Women: The Role of Tribenoside + Lidocaine. Diakses pada 2025 | BMC Gastroenterology. Haemorrhoidal disease in pregnancy: Results from a Self-Assessment Questionnaire Administered by Means of a Social Network. Diakses pada 2025 | Healthline. What to Know About Pregnancy Hemorrhoids. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. What Can I Do to Treat Hemorrhoids During Pregnancy?. Diakses pada 2025 | ACOG. What Can I Do for Hemorrhoids During Pregnancy. Diakses pada 2025
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






