Pola Hidup Sehat
Bahaya Tidur setelah Sahur yang Sebaiknya Diwaspadai

Table of Contents
Sahur biasanya dimulai jauh sebelum waktu bangun di hari normal, yaitu pada jam 3–4 pagi. Bagi seseorang yang sulit menahan rasa kantuk, mereka biasanya akan langsung tidur kembali setelah sahur. Kebiasaan ini sebenarnya tidak baik dan perlu segera dihentikan. Sebetulnya, apa bahaya tidur setelah sahur? Mari simak pembahasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Boleh Tidur setelah Sahur?
Dari sisi medis, tidur setelah sahur dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh, terlebih bila tidak ada jeda antara waktu makan sahur dan tidur. Normalnya, makanan yang dikonsumsi saat sahur akan masuk ke dalam lambung, kemudian dicerna menjadi sari-sari makanan agar bisa diserap oleh tubuh dan dijadikan energi.
Namun, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat menyebabkan sistem pencernaan lebih lambat untuk mencerna makanan sehingga makanan lebih lama di lambung dan asam lambung lebih berisiko untuk naik dan menyebabkan GERD. Pasalnya, ketika tidur, sistem pencernaan tetap bekerja namun lebih lambat dibandingkan ketika bangun.
Adapun jeda tidur setelah sahur yang disarankan adalah 2–3 jam. Hal ini bertujuan agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk mengolah makanan dengan baik.
Bahaya Tidur setelah Sahur
Seperti yang sudah dijelaskan, tidur setelah sahur dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh karena makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Hal ini dapat memicu terjadinya sejumlah masalah kesehatan, di antaranya sebagai berikut:
1. Asam Lambung Naik
Bahaya tidur setelah sahur yang pertama adalah asam lambung naik. Bila makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan, maka lambung akan meningkatkan produksi cairan asam untuk mencerna makanan tersebut.
Selain karena alasan tersebut, gaya gravitasi ketika tubuh sedang dalam posisi tidur dapat melonggarkan klep (sfingter) lambung dan menyebabkan asam lambung yang berada di perut mengalir ke kerongkongan. Asam lambung yang naik dapat mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, mual, dan sensasi terbakar di dada (heartburn).
2. Meningkatkan Risiko GERD
GERD atau refluks asam lambung juga menjadi salah satu akibat tidur setelah sahur yang perlu diwaspadai. GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi yang berkembang akibat naiknya asam lambung yang terjadi lebih dari 2 kali per minggu. Kondisi ini dapat memicu munculnya gejala berupa mulut pahit, mual, muntah, nyeri ulu hati, perut kembung, hingga rasa mengganjal ketika menelan.
3. Kenaikan Berat Badan
Bahaya tidur setelah sahur berikutnya adalah memicu penumpukan lemak di dalam tubuh. Pasalnya, jika setelah makan langsung tidur, berarti tubuh tidak menggunakan energi yang kita dapatkan dari makanan tersebut untuk beraktivitas, sehingga kalori yang dimasukkan ke tubuh dan yang dikeluarkan tidak sesuai.
Jika terus berlanjut, kebiasaan ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dari kelebihan kalori semakin bertambah, terutama bila makanan yang dikonsumsi saat sahur mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi. Kondisi inilah yang bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
4. Tubuh Mudah Merasa Lemas
Proses pencernaan makanan memerlukan aliran darah dan energi yang besar. Jadi, ketika sedang tidur, sebagian energi di dalam tubuh yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akan dialihkan ke proses tersebut.
Makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein tinggi juga dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencernanya dan peningkatan produksi hormon tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk beristirahat.
Contohnya, makanan yang mengandung triptofan (salah satu jenis asam amino esensial) dapat menyebabkan tubuh menghasilkan serotonin, yaitu hormon yang meregulasi mood dan siklus tidur, dalam jumlah lebih banyak sehingga dapat membuat seseorang tetap terjaga dan sulit tidur.
5. Sembelit
Selain naiknya asam lambung, sembelit juga menjadi salah salah satu gangguan pencernaan yang termasuk dalam salah satu bahaya tidur setelah sahur. Sebagai informasi, diperlukan waktu setidaknya 2 jam bagi tubuh untuk mencerna makanan sampai lambung kembali kosong. Kemudian, sisa makanan tersebut akan menuju usus dan dipadatkan menjadi feses.
Dalam hal ini, bahaya tidur setelah sahur adalah dapat menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lambat sehingga makanan tersebut terlalu lama berada di dalam saluran pencernaan. Timbunan makanan itulah yang bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan, seperti sembelit.
Bahaya tidur setelah sahur sebaiknya tidak disepelekan, sehingga penting bagi Anda untuk segera memperbaiki pola tidur selama puasa. Bila ingin memahami lebih lanjut mengenai kaitan tidur setelah sahur dan saran kesehatan yang tepat selama puasa, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals.
Jika selama bulan puasa Anda memiliki keluhan GERD yang mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap sehingga dokter dapat memberikan penanganan sekaligus pengobatan yang tepat untuk Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Scan Perut Atas/Upper Abdomen (Non Kontras)
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Abdomen USG / USG Perut
USG
Rp676.000







