Bahaya Tidur setelah Sahur yang Sebaiknya Diwaspadai
Pola Hidup Sehat

Bahaya Tidur setelah Sahur yang Sebaiknya Diwaspadai

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
 bahaya tidur setelah sahur

Sahur biasanya dimulai jauh sebelum waktu bangun di hari normal, yaitu pada jam 3–4 pagi. Bagi seseorang yang sulit menahan rasa kantuk, mereka biasanya akan langsung tidur kembali setelah sahur. Kebiasaan ini sebenarnya tidak baik dan perlu segera dihentikan. Sebetulnya, apa bahaya tidur setelah sahur? Mari simak pembahasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apakah Boleh Tidur setelah Sahur?

 

Dari sisi medis, tidur setelah sahur dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh, terlebih bila tidak ada jeda antara waktu makan sahur dan tidur. Normalnya, makanan yang dikonsumsi saat sahur akan masuk ke dalam lambung, kemudian dicerna menjadi sari-sari makanan agar bisa diserap oleh tubuh dan dijadikan energi.

 

Namun, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat menyebabkan sistem pencernaan lebih lambat untuk mencerna makanan sehingga makanan lebih lama di lambung dan asam lambung lebih berisiko untuk naik dan menyebabkan GERD. Pasalnya, ketika tidur, sistem pencernaan tetap bekerja namun lebih lambat dibandingkan ketika bangun. 

 

Adapun jeda tidur setelah sahur yang disarankan adalah 2–3 jam. Hal ini bertujuan agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk mengolah makanan dengan baik.

 

Bahaya Tidur setelah Sahur

 

Seperti yang sudah dijelaskan, tidur setelah sahur dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh karena makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Hal ini dapat memicu terjadinya sejumlah masalah kesehatan, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Asam Lambung Naik

 

Bahaya tidur setelah sahur yang pertama adalah asam lambung naik. Bila makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan, maka lambung akan meningkatkan produksi cairan asam untuk mencerna makanan tersebut. 

 

Selain karena alasan tersebut, gaya gravitasi ketika tubuh sedang dalam posisi tidur dapat melonggarkan klep (sfingter) lambung dan menyebabkan asam lambung yang berada di perut mengalir ke kerongkongan. Asam lambung yang naik dapat mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, mual, dan sensasi terbakar di dada (heartburn).

 

2. Meningkatkan Risiko GERD

 

GERD atau refluks asam lambung juga menjadi salah satu akibat tidur setelah sahur yang perlu diwaspadai. GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi yang berkembang akibat naiknya asam lambung yang terjadi lebih dari 2 kali per minggu. Kondisi ini dapat memicu munculnya gejala berupa mulut pahit, mual, muntah, nyeri ulu hati, perut kembung, hingga rasa mengganjal ketika menelan.

 

3. Kenaikan Berat Badan

 

Bahaya tidur setelah sahur berikutnya adalah memicu penumpukan lemak di dalam tubuh. Pasalnya, jika setelah makan langsung tidur, berarti tubuh tidak menggunakan energi yang kita dapatkan dari makanan tersebut untuk beraktivitas, sehingga kalori yang dimasukkan ke tubuh dan yang dikeluarkan tidak sesuai.

 

Jika terus berlanjut, kebiasaan ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dari kelebihan kalori semakin bertambah, terutama bila makanan yang dikonsumsi saat sahur mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi. Kondisi inilah yang bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

 

4. Tubuh Mudah Merasa Lemas

 

Proses pencernaan makanan memerlukan aliran darah dan energi yang besar. Jadi, ketika sedang tidur, sebagian energi di dalam tubuh yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akan dialihkan ke proses tersebut. 

 

Makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein tinggi juga dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencernanya dan peningkatan produksi hormon tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk beristirahat. 

 

Contohnya, makanan yang mengandung triptofan (salah satu jenis asam amino esensial) dapat menyebabkan tubuh menghasilkan serotonin, yaitu hormon yang meregulasi mood dan siklus tidur, dalam jumlah lebih banyak sehingga dapat membuat seseorang tetap terjaga dan sulit tidur.

 

5. Sembelit

 

Selain naiknya asam lambung, sembelit juga menjadi salah salah satu gangguan pencernaan yang termasuk dalam salah satu bahaya tidur setelah sahur. Sebagai informasi, diperlukan waktu setidaknya 2 jam bagi tubuh untuk mencerna makanan sampai lambung kembali kosong. Kemudian, sisa makanan tersebut akan menuju usus dan dipadatkan menjadi feses.

 

Dalam hal ini, bahaya tidur setelah sahur adalah dapat menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lambat sehingga makanan tersebut terlalu lama berada di dalam saluran pencernaan. Timbunan makanan itulah yang bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan, seperti sembelit.

 

Bahaya tidur setelah sahur sebaiknya tidak disepelekan, sehingga penting bagi Anda untuk segera memperbaiki pola tidur selama puasa. Bila ingin memahami lebih lanjut mengenai kaitan tidur setelah sahur dan saran kesehatan yang tepat selama puasa, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam  di Siloam Hospitals.


Jika selama bulan puasa Anda memiliki keluhan GERD yang mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap sehingga dokter dapat memberikan penanganan sekaligus pengobatan yang tepat untuk Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail