Kesehatan Tubuh
Penyebab Batuk Pascaoperasi Jantung & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Sebagian pasien mungkin pernah mengeluhkan gejala batuk pascaoperasi jantung. Kondisi ini memang cukup sering terjadi, namun tentu bisa mengganggu kenyamanan seseorang. Sebetulnya, apa penyebab batuk setelah operasi jantung dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengetahuinya, mari simak pembahasan lengkap mengenai batuk pascaoperasi jantung melalui artikel di bawah ini.
Penyebab Batuk Pascaoperasi Jantung
Penyakit jantung adalah kondisi yang memerlukan penanganan dengan tepat dan segera, mengingat organ jantung memiliki peran penting dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Salah satu metode yang umum dilakukan untuk menangani penyakit jantung adalah tindakan pembedahan.
Tindakan pembedahan merupakan prosedur medis yang cukup rumit. Karena itu, prosedur ini mungkin saja dapat menimbulkan sejumlah efek samping atau komplikasi. Adapun beberapa efek samping operasi jantung yang kerap terjadi, di antaranya nyeri pada luka operasi, gangguan tidur, serta batuk-batuk. Namun, apa penyebab batuk setelah operasi jantung?
Pada dasarnya, batuk pascaoperasi jantung dapat terjadi karena pengaruh anestesi atau penggunaan selang napas selama proses pembedahan. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa gatal, meningkatkan produksi lendir dan dahak di tenggorokan, hingga menyebabkan iritasi serta peradangan pada saluran pernapasan.
Dalam beberapa kasus, batuk kronis setelah operasi jantung juga bisa terjadi karena komplikasi pascaprosedur yang lebih serius, seperti:
Cara Mengatasi Batuk Pascaoperasi Jantung
Pada kasus yang tergolong ringan, batuk pascaoperasi jantung bisa sembuh dan mereda dengan sendirinya. Kendati demikian, disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala batuk tidak kunjung mereda dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan begitu, dokter dapat melakukan sejumlah prosedur pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis penyebab batuk setelah operasi jantung, seperti tes darah (untuk mengetahui apakah pasien mengalami infeksi), foto rontgen, dan lain sebagainya.
Apabila penyebabnya sudah diketahui, dokter dapat melanjutkan penanganan batuk pascaoperasi jantung sesuai dengan kondisi tubuh pasien. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani batuk setelah operasi jantung adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat pengencer dahak.
-
Pemberian obat antihistamin untuk meringankan rasa gatal di tenggorokan.
-
Pemberian obat antibiotik jika batuk disebabkan oleh penyakit infeksi.
-
Pemberian obat diuretik jika batuk disebabkan oleh edema paru.
-
Nebulisasi.
Untuk mengoptimalkan proses pemulihan batuk setelah operasi jantung, pasien juga dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat sebaik mungkin. Beberapa pola hidup sehat yang dapat diterapkan, di antaranya sebagai berikut:
-
Berhenti merokok. Penting untuk berhenti merokok karena kebiasaan tersebut dapat memicu produksi lendir menjadi lebih banyak dan menyebabkan kerusakan silier, sehingga lendir menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan.
-
Menghindari paparan asap rokok.
-
Menghindari konsumsi makanan bersuhu dingin, gorengan, atau yang mengandung pemanis buatan.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-
Minum air hangat untuk membantu mengencerkan dahak di tenggorokan.
-
Terapi uap air hangat.
-
Menerapkan batuk efektif untuk mengeluarkan dahak yang mengganjal di tenggorokan secara optimal. Adapun cara melakukan teknik batuk efektif adalah:
-
Minum air hangat terlebih dahulu sebelum mulai melakukan teknik batuk efektif.
-
Duduk dengan posisi mencondongkan tubuh ke depan.
-
Tarik napas melalui hidung, lalu embuskan lewat mulut sebanyak 4–5 kali.
-
Pada tarikan napas yang terakhir, tahan napas tersebut selama 1–2 detik.
-
Angkat bahu, longgarkan dada, dan mulai batuk dengan kuat dan spontan. Namun, jangan terlalu berlebihan.
-
Keluarkan dahak dengan membuat suara “huf, huf, huf.”
-
Ulangi langkah-langkah tersebut hingga tenggorokan terasa lega.
-
Hindari batuk terlalu lama karena hal tersebut justru bisa menyebabkan kelelahan hingga hipoksia.
Batuk pascaoperasi jantung bukanlah hal yang baru terjadi. Meski begitu, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kardiologi (Jantung) di Siloam Hospitals jika gejala batuk tidak kunjung membaik. Pasalnya, kondisi tersebut mungkin saja indikasi dari komplikasi pascaoperasi jantung yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.
Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat. Melalui aplikasi MySiloam, Anda dapat memesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, hingga membuat janji temu dengan dokter secara virtual.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







