Kesehatan Mental
Borderline Personality Disorder: Gejala dan Diagnosisnya

Table of Contents
Borderline personality disorder adalah salah satu jenis gangguan mental yang sama berbahayanya dengan depresi mayor dan bipolar jika tidak ditangani lebih lanjut.
Maka dari itu, masalah mental yang cukup serius, seperti borderline personality disorder, perlu mendapatkan penanganan secara tepat dari dokter atau ahli medis terkait.
Sebelum ditangani, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Kalau begitu, bagaimana langkah diagnosis dari borderline personality disorder ini? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut, ya!
Apa itu Borderline Personality Disorder (BPD)?
Sebelum membahas informasi lain, Anda sebaiknya mengenal apa itu borderline personality disorder secara umum terlebih dahulu.
Jadi, borderline personality disorder adalah suatu gangguan kepribadian yang menyangkut dengan masalah mental karena memengaruhi cara berpikir serta pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Pikiran tersebut sering kali membuat penderitanya merasa terganggu karena dapat menimbulkan perasaan takut, cemas, marah, dan lain sebagainya.
Biasanya, penderita BPD adalah para remaja yang baru memasuki masa awal dewasa.
Kemudian, gejala borderline personality disorder ini akan membaik seiring bertambahnya umur penderita tersebut.
Akan tetapi, borderline personality disorder adalah gangguan kepribadian yang tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa sekalipun.
Penyebab Borderline Personality Disorder
Hingga saat ini, penyebab borderline personality disorder adalah hal yang belum diketahui secara pasti.
Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu terjadinya gangguan kepribadian tersebut.
Faktor pemicu BPD adalah sebagai berikut:
- Riwayat dari keluarga kandung yang menderita borderline personality disorder.
- Perubahan zat kimia yang ada pada otak. Contoh zat kimia pada otak yang mempengaruhi hal ini ialah serotonin. Perubahan atau penurunan fungsi serotonin untuk mengendalikan suasana hati seseorang bisa memicu terjadinya gangguan kepribadian ini.
- Trauma. Apabila seseorang pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan yang mengakibatkan trauma, seperti pelecehan seksual, akan berisiko lebih tinggi untuk mengidap borderline personality disorder.
Baca juga: Memahami Stres dan Cara Menanganinya
Gejala Borderline Personality Disorder
Terkadang, gejala borderline personality disorder adalah hal yang dianggap sama dengan bipolar. Sebab, dua hal tersebut terlihat sangat mirip satu sama lainnya.
Adapun penjelasan dari gejala BPD adalah sebagai berikut:
- Sangat takut ditinggalkan oleh orang terdekat. Penderita BPD ini akan merasa takut ditolak hingga berujung ditinggalkan dan sendirian.
- Suasana hati mudah berubah secara tiba-tiba. Emosi para penderita BPD cenderung tidak terkendali dan irasional, seperti cemas, benci, dan sedih secara berlebihan. Hal tersebut menyebabkan penderita BPD kesulitan menenangkan dirinya sendiri.
- Bertindak secara impulsif yang membahayakan dan mudah kecanduan akan hal-hal tertentu. Contohnya yaitu kecanduan untuk berjudi atau mengonsumsi minuman beralkohol.
- Merasa khawatir secara berlebihan bahwa tidak ada orang yang menyukai keberadaannya.
- Depresi dan sering membenci dirinya sendiri.
- Pada beberapa kasus, penderita BPD memiliki keinginan atau bahkan langsung bertindak untuk melukai dirinya sendiri.
Diagnosis Borderline Personality Disorder
Dokter akan mendiagnosis pasien yang diduga mengidap borderline personality disorder melalui beberapa tahap.
Pertama, dokter akan melakukan wawancara medis dan mengamati gejala yang terlihat. Selain itu, dokter juga akan memeriksa riwayat medis pasien dan keluarganya.
Selanjutnya, dokter melakukan evaluasi psikologis.
Evaluasi psikologis ini biasanya menggunakan perantara kuesioner agar pasien bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan bersifat personal dan mendalam dengan lebih leluasa.
Umumnya, langkah diagnosis ini dilakukan oleh orang dewasa yang mengidap borderline personality disorder.
Sebab, anak-anak atau remaja yang mengidap gangguan kepribadian ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia.
Namun, apabila gejala yang ditimbulkan cukup membahayakan, Anda tetap dapat membawa anak untuk mengunjungi dokter.
Baca juga: Kenali Gejala dan Ragam Jenis Gangguan Makan (Eating Disorders)
Pengobatan Borderline Personality Disorder
Tindakan medis yang paling utama dilakukan untuk mengobati BPD adalah psikoterapi.
Psikoterapi merupakan terapi psikologis yang dilakukan untuk membantu pengidap dalam mengelola emosinya.
Jenis psikoterapi yang digunakan sebagai upaya pengobatan borderline personality disorder adalah dialectical behavior therapy (DBT).
Di samping itu, pengobatan borderline personality disorder ini juga sering mengombinasikan psikoterapi dengan penggunaan obat-obatan.
Apabila gejala yang ditimbulkan cukup parah, seperti melakukan percobaan bunuh diri, penderita borderline personality disorder tersebut akan direkomendasikan untuk rawat inap oleh dokter.
Kesimpulannya, borderline personality disorder adalah gangguan mental cukup serius yang perlu ditangani oleh ahli medis.
Karena itu, apabila Anda merasakan ciri-ciri borderline personality disorder tersebut, jangan ragu untuk menghubungi psikolog atau psikiater.
Anda dapat menghubungi dokter spesialis kesehatan Jiwa dari Siloam Hospitals.
Untuk itu, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals secara online melalui aplikasi MySiloam.
Anda juga bisa memilih layanan telekonsultasi dari Siloam Hospitals jika ingin berdiskusi dengan dokter mengenai kesehatan mental atau hal medis lainnya secara efisien di rumah.
Baca juga: Tips Menghadapi Anggota Keluarga dengan Gangguan Kecemasan
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







