Kesehatan Tubuh
Masih Banyak Dipercaya, Ini 8 Mitos Kanker Payudara yang Keliru

Table of Contents
- Mengenal Mitos Kanker Payudara
- 1. Mitos Kanker Payudara: Penyakit Keturunan
- 2. Mitos Kanker Payudara: Bra Berkawat Menyebabkan Kanker Payudara
- 3. Mitos Kanker Payudara: Benjolan di Payudara Sudah Pasti Kanker
- 4. Mitos Kanker Payudara: Hanya Menyerang Wanita
- 5. Mitos Kanker Payudara: Mammografi Menyebabkan Sel Kanker Menyebar
- 6. Mitos Kanker Payudara: Tidak Dapat Disembuhkan
- 7. Mitos Kanker Payudara: Mendekatkan Ponsel ke Payudara Dapat Menyebabkan Kanker
- 8. Mitos Kanker Payudara: Membatasi Konsumsi Gula Dapat Menyembuhkan Kanker
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak dialami serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar akibat kanker pada wanita di Indonesia. Sayangnya, masih banyak orang yang memercayai mitos kanker payudara, yang dapat menyebabkan penundaan dalam penanganan medis.
Bahkan, disebutkan dalam laman resmi Kementerian Kesehatan, terdapat sebanyak 70% penderita kanker payudara yang baru terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal, sekitar 43% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini secara rutin, mendapatkan penanganan dini, dan menghindari faktor risikonya.
Mengenali berbagai fakta kanker payudara bisa menjadi salah satu langkah awal bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya penyakit ini. Oleh karenanya, mari simak informasi lebih lanjut mengenai fakta dan mitos kanker payudara dalam ulasan berikut.
Mengenal Mitos Kanker Payudara
Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa mitos kanker payudara yang banyak beredar dan penting untuk dipahami.
1. Mitos Kanker Payudara: Penyakit Keturunan
Faktanya, faktor keturunan hanyalah salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker payudara dan menyumbang sekitar 10% dari seluruh kasus kanker payudara. Pasalnya, sebagian besar orang yang mengalami kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker di keluarganya.
Adapun faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah melahirkan anak pertama kali saat usia 30 tahun, menstruasi pertama (menarche) pada usia di bawah 12 tahun, menopause setelah umur 55 tahun, manipulasi hormonal (terapi hormon), tidak menyusui, riwayat operasi tumor jinak payudara, tidak memiliki anak, mengalami stres berat, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
2. Mitos Kanker Payudara: Bra Berkawat Menyebabkan Kanker Payudara
Tak sedikit orang yang percaya bahwa penggunaan bra berkawat, terutama saat tidur dapat memicu kanker payudara. Hal ini diyakini terjadi karena bra berkawat dapat menyebabkan aliran cairan getah bening ke pembuluh darah terganggu, sehingga memicu penumpukan racun yang mengakibatkan kanker.
Faktanya, belum ada studi yang membuktikan adanya hubungan antara bra berkawat dan kanker payudara. Pemakaian bra dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing orang. Namun, disarankan untuk memilih bra yang tidak terlalu ketat dan nyaman dipakai, terutama saat tidur.
3. Mitos Kanker Payudara: Benjolan di Payudara Sudah Pasti Kanker
Munculnya benjolan yang tidak nyeri memang salah satu gejala kanker payudara, tapi bukan berarti keberadaan benjolan tersebut artinya selalu kanker. Benjolan di payudara bisa juga merujuk pada kondisi medis lainnya, seperti lipoma (tumor jinak jaringan lemak), fibroadenoma (tumor jinak payudara yang paling umum ditemukan), serta infeksi.
Jadi, jika Anda merasa khawatir terhadap munculnya benjolan di payudara, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.
4. Mitos Kanker Payudara: Hanya Menyerang Wanita
Hingga kini, masih banyak yang bertanya-tanya apakah pria juga bisa terkena kanker payudara. Faktanya, bukan hanya wanita yang berisiko, tetapi pria juga bisa terkena penyakit ini. Jadi, baik wanita maupun pria perlu waspada terhadap gejala awal kanker payudara.
Sayangnya, belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan kanker payudara pada pria. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang membuat pria juga berisiko mengalaminya:
-
Berusia di atas 60 tahun.
-
Faktor genetik (herediter).
-
Memiliki berat badan berlebih.
-
Menderita sindrom Klinefelter.
-
Paparan radiasi pada bagian dada.
-
Penurunan atau defisiensi fungsi organ hati.
-
Kondisi medis yang menyebabkan peningkatan kadar hormon estrogen.
5. Mitos Kanker Payudara: Mammografi Menyebabkan Sel Kanker Menyebar
Mammografi merupakan alat untuk memeriksa dan mendeteksi adanya kanker payudara dengan menggunakan sinar radiasi. Sebagian orang menganggap bahwa sinar radiasi ini bisa menyebarkan sel kanker payudara. Faktanya, anggapan tersebut salah.
Mammografi tidak menyebabkan sel kanker payudara menyebar dan semakin parah. Sebaliknya, melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala, terutama pada wanita yang sudah berusia di atas 35 tahun, mampu mendeteksi secara dini kanker payudara.
6. Mitos Kanker Payudara: Tidak Dapat Disembuhkan
Anggapan bahwa kanker payudara tidak bisa disembuhkan adalah kekeliruan yang selama ini masih menyebar di masyarakat. Padahal, dengan deteksi dini serta menjalani pengobatan secara tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara. Itulah sebabnya, setiap wanita disarankan untuk rutin melakukan skrining kanker payudara.
7. Mitos Kanker Payudara: Mendekatkan Ponsel ke Payudara Dapat Menyebabkan Kanker
Sebenarnya, paparan sinar radiasi secara terus-menerus memang dapat menyebabkan perubahan genetik (mutasi gen) pada sel tubuh dan memicu perkembangan kanker. Namun, perlu diketahui bahwa ponsel hanya memancarkan sinar radiasi yang sangat rendah dan tidak berpotensi mengakibatkan mutasi gen pada sel tubuh.
Bahkan, hingga kini belum ada studi atau penelitian yang membuktikan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan penyakit kanker.
8. Mitos Kanker Payudara: Membatasi Konsumsi Gula Dapat Menyembuhkan Kanker
Konsumsi gula sering kali dikaitkan dengan perkembangan penyakit kanker. Pasalnya, masyarakat menganggap bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker dan sebaliknya, menghentikan konsumsi gula bisa menyembuhkan kanker.
Faktanya, membatasi konsumsi gula tidak dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hanya saja, mengonsumsi gula secara berlebihan memang berpotensi memicu obesitas dan diabetes, di mana kedua kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Itulah penjelasan mengenai beberapa mitos kanker payudara yang perlu diluruskan. Seperti yang sudah dijelaskan, penyakit ini dapat dicegah dan peluang kesembuhan dapat ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Karenanya, Anda dapat melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri dengan melakukan metode SADARI dan SADANIS atau melalui pemeriksaan medis di Siloam Hospitals terdekat. Kini, Anda pun dapat memesan paket MCU seperti Skrining Kanker Payudara secara praktis dengan Siloam Digital Lab & Radiologi. Dengan fitur ini, pemeriksaan yang telah dianjurkan dokter dapat diperoleh dengan lebih mudah.
Apabila Anda merasakan keluhan kesehatan tertentu, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat secara langsung agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. Anda dapat membuat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!




