Kesehatan Tubuh
Adakah Cara Agar Rambut Tidak Rontok saat Kemoterapi?

Table of Contents
Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan khusus. Obat-obatan yang digunakan dalam terapi ini biasanya bersifat sangat kuat, sehingga kerap menimbulkan sejumlah efek samping, salah satunya adalah rambut rontok. Namun pertanyaannya, adakah cara agar rambut tidak rontok saat kemoterapi?
Untuk mengetahui cara agar rambut tidak rontok saat kemoterapi selengkapnya, mari simak ulasan berikut ini hingga tuntas.
Adakah Cara Agar Rambut Tidak Rontok saat Kemoterapi?
Sebagian pasien kanker mungkin akan mengalami kerontokan rambut selama menjalani perawatan kemoterapi. Sebetulnya, apa penyebab rambut rontok saat kemoterapi? Perlu diketahui bahwa kemoterapi biasanya menggunakan obat-obatan yang sangat kuat, sehingga dapat menimbulkan efek samping tertentu, termasuk rambut rontok.
Obat kemoterapi tidak mampu membedakan sel sehat dan sel kanker, sehingga sel-sel folikel rambut dapat ikut hancur dan menyebabkan kerontokan. Banyaknya jumlah rambut yang rontok dipengaruhi oleh tipe obat, dosis, rute pemberian obat, tingkat sensitivitas pasien terhadap obat kemoterapi, dan riwayat pengobatan kanker sebelumnya.
Sebagai informasi, tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah rambut rontok, baik sebelum maupun setelah menjalani perawatan kemoterapi. Namun, apakah rambut rontok akibat kemoterapi bisa tumbuh kembali?
Tidak perlu khawatir, kerontokan rambut akibat kemoterapi biasanya hanya bersifat sementara dan bisa tumbuh kembali dalam kurun waktu 3–6 bulan. Sel-sel folikel rambut merupakan salah satu sel yang membelah dengan cepat di dalam tubuh, sehingga rambut akan tumbuh kembali setelah selesai menjalani program kemoterapi
Selain itu, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membantu meminimalkan kerontokan rambut selama kemoterapi, di antaranya sebagai berikut:
1. Scalp Cooling Caps (Scalp Hypothermia)
Scalp cooling caps atau scalp hypothermia adalah metode yang dilakukan dengan cara meletakkan kantong es atau topi pendingin di atas kepala selama perawatan kemoterapi berlangsung. Metode ini dapat membuat pembuluh darah di dekat folikel rambut berkontraksi, sehingga obat-obatan yang digunakan dalam perawatan kemoterapi tidak mencapai bagian tersebut dan bisa meminimalkan kerontokan rambut.
Namun, metode scalp cooling caps berisiko menyebabkan sel kanker tumbuh kembali di area kepala, karena bagian tersebut tidak mendapatkan dosis obat kemoterapi yang sama dengan bagian tubuh lainnya. Selain itu, metode ini juga dapat membuat pasien merasa tidak nyaman dan nyeri kepala selama prosedur kemoterapi berlangsung.
2. Menggunakan Bando Kompresi Kulit Kepala
Menggunakan bando kompresi kulit kepala juga menjadi salah satu cara agar rambut tidak rontok saat kemoterapi yang bisa dilakukan. Secara umum, metode ini dapat digunakan bersamaan dengan scalp cooling caps (scalp hypothermia) ataupun tidak.
Serupa dengan scalp cooling caps, bando kompresi kulit kepala dapat memperlambat aliran darah di area kepala sehingga membuat obat-obatan kemoterapi tidak mencapai area kepala yang bisa mengurangi kerontokan rambut. Namun, cara ini diketahui tidak seefektif scalp cooling caps.
Perawatan Rambut untuk Pasien yang Menjalani Kemoterapi
Meski kerontokan rambut tidak bisa dicegah sepenuhnya, pasien yang menjalani kemoterapi dapat melakukan perawatan rambut sebelum, selama, serta setelah menjalani pengobatan kanker tersebut. Dengan begitu, kesehatan rambut tetap terjaga secara optimal. Berikut adalah beberapa cara mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi yang bisa dilakukan:
Sebelum kemoterapi:
-
Merawat rambut dengan lembut dan hati-hati, seperti menghindari menggunakan sampo yang mengandung pewangi, alkohol, dan asam salisilat. Penting pula untuk mengeringkan rambut setelah keramas, tidak mewarnai rambut, dan menghindari menggunakan alat penata rambut bersuhu panas, seperti catok rambut atau hot rollers agar tidak memperparah kerontokan rambut.
-
Mempertimbangkan memotong rambut menjadi lebih pendek. Hal ini dapat membuat rambut terlihat penuh dan tebal. Selain itu, rambut pendek juga bisa memudahkan penderita untuk menggunakan wig atau turban.
-
Mulai memilih wig atau rambut palsu yang sesuai dengan warna dan bentuk rambut asli. Cara ini bisa membantu mengembalikan kepercayaan diri penderita selama menjalani perawatan kemoterapi nantinya.
Selama kemoterapi:
-
Menggunakan sisir rambut yang lembut, agar tidak memperburuk kerontokan rambut.
-
Menggunakan sampo atau kondisioner yang mengandung pelembap, untuk mengurangi sensasi gatal pada kulit kepala selama menjalani perawatan kemoterapi.
-
Menutup kepala menggunakan topi, wig, atau turban, untuk melindungi kepala dari paparan udara dingin dan sinar matahari. Pasalnya, perawatan kemoterapi dapat membuat kulit kepala cenderung sensitif.
-
Menggunakan minoxidil, yaitu obat yang dapat digunakan untuk rambut rontok pada kulit kepala sebelum dan selama kemoterapi kemungkinan besar tidak dapat mencegah kerontokan rambut, meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut dapat mempercepat pertumbuhan kembali rambut. Namun, penderita kanker darah tidak disarankan untuk menggunakan obat ini sebagai cara menumbuhkan rambut setelah kemoterapi.
Setelah kemoterapi:
-
Tetap merawat rambut dengan hati-hati, seperti menggunakan sampo berbahan lembut, tidak mewarnai rambut, dan menghindari menggunakan alat penata rambut bersuhu panas. Sebab, rambut yang baru tumbuh pascakemoterapi biasanya masih sensitif dan rentan rontok.
-
Mengonsumsi makanan yang baik untuk pertumbuhan rambut, seperti biji wijen hitam, kacang hitam, gandum, padi, bayam, wortel, kacang, daging ikan, telur, dan lain-lain.
-
Menggunakan sarung bantal berbahan satin.
-
Mengonsumsi suplemen biotin. Suplemen biotin (vitamin B-7) bermanfaat untuk memproduksi keratin, yaitu protein untuk membentuk rambut, kuku, dan kulit sehingga bisa menstimulasi pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen ini, tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Perlu diketahui bahwa rambut rontok akibat kemoterapi juga dapat memengaruhi tekstur rambut, ketebalan, warna, dan kecepatan rambut tumbuh kembali. Bahkan bulu mata juga mungkin dapat tumbuh lebih panjang, tebal, dan berwarna lebih gelap.
Demikian informasi lengkap mengenai cara agar rambut tidak rontok saat kemoterapi yang dapat disampaikan. Seperti yang sudah dijelaskan, meski tidak bisa dicegah sepenuhnya, rambut rontok saat kemoterapi biasanya bersifat sementara.
Apabila Anda membutuhkan perawatan berkelanjutan terkait dengan penyakit kanker, silakan mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan kanker di Indonesia yang menyediakan fasilitas medis berteknologi canggih serta tim dokter dari berbagai disiplin ilmu sehingga dapat memberikan deteksi dini hingga penanganan kanker secara komprehensif.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan Homecare - Coordinated Care apabila membutuhkan perawatan dari pendampingan aktivitas sehari-hari di rumah dari perawat Siloam Hospitals (perawat bisa pulang pergi atau menginap di rumah). Pasien pun bisa mendapatkan pemantauan kesehatan dari dokter umum serta dokter spesialis jika diperlukan.
Praktis, layanan Homecare - Coordinated Care dapat dipesan secara online melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Aplikasi tersebut juga bisa digunakan untuk melihat informasi jadwal serta membuat janji temu dengan dokter dari mana pun dan kapan pun. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.




