Kesehatan Tubuh
Cara Pakai Obat Tetes Telinga yang Benar dan Jenis-Jenisnya

Table of Contents
Obat tetes telinga adalah jenis obat berbentuk cairan yang dapat digunakan dengan cara diteteskan ke telinga untuk membantu menangani berbagai gangguan telinga, seperti infeksi telinga, atau melunakkan kotoran telinga. Namun, agar penggunaannya lebih efektif, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan cara pakai obat tetes telinga yang benar. Untuk mengetahuinya, mari simak informasi dalam artikel berikut ini.
Apa itu Obat Tetes Telinga?
Obat tetes telinga adalah obat berbentuk cairan yang diteteskan ke dalam saluran telinga. Obat ini kerap digunakan untuk membantu menangani berbagai gangguan telinga, seperti otitis media, otitis eksterna, penyumbatan saluran telinga akibat penumpukan kotoran telinga (serumen prop), dan lain sebagainya.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan obat tetes telinga tidak disarankan bagi seseorang yang mengalami gendang telinga pecah. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan masuknya cairan obat ke dalam rongga telinga yang lebih dalam dan memicu tekanan berlebih di area tersebut.
Jenis-Jenis Obat Tetes Telinga dan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya, obat tetes telinga dapat dibedakan berdasarkan golongan obatnya. Beberapa di antaranya yaitu obat tetes telinga antibiotik, obat tetes telinga steroid, obat tetes telinga antifungal, wax-softening ear drop, hydrating ear drop, dan obat tetes telinga analgesik. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Obat Tetes Telinga Antibiotik
Jenis obat tetes telinga yang pertama adalah obat tetes telinga antibiotik. Sesuai dengan namanya, obat ini mengandung antibiotik yang dapat digunakan untuk membantu menangani infeksi bakteri pada telinga, seperti otitis eksterna dan otitis media. Adapun beberapa jenis senyawa aktif yang terkandung dalam obat tetes telinga antibiotik di antaranya siprofloksasin, polimiksin B, atau ofloksasin.
2. Obat Tetes Telinga Steroid
Obat tetes telinga steroid adalah jenis obat tetes telinga yang mengandung steroid, seperti betametason dan fludrokortison untuk membantu meredakan pembengkakan dan peradangan di saluran telinga, yaitu kondisi yang kerap berkaitan dengan alergi dan infeksi telinga.
3. Wax-Softening Ear Drop
Wax-softening ear drop atau dikenal dengan cerumenolytics merupakan obat tetes telinga yang dapat membantu melunakkan serumen prop (kotoran telinga) yang menumpuk di saluran telinga. Beberapa contoh zat aktif yang terkandung dalam obat tetes telinga jenis ini adalah natrium dokusat.
4. Obat Tetes Telinga Analgesik
Obat tetes telinga analgesik adalah jenis obat yang dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri telinga, yaitu salah satu gejala yang kerap terjadi akibat infeksi ataupun peradangan pada telinga. Obat ini biasanya mengandung zat aktif tertentu, seperti lidokain atau benzokain.
Cara Pakai Obat Tetes Telinga yang Benar
Agar bisa bekerja secara optimal dalam menangani gangguan telinga, sangat penting untuk memahami cara pemakaian obat tetes telinga yang benar. Ingatah untuk membaca dan mengikuti tata cara pakai obat tetes telinga yang tertera pada kemasan obat.
Secara umum, langkah-langkah yang bisa dilakukan saat menggunakan obat tetes telinga adalah sebagai berikut:
-
Pastikan obat tetes telinga berada pada suhu normal tubuh. Jika suhu obat tetes telinga terasa dingin, pasien dapat memegang botol obat tetes telinga atau memasukkannya ke dalam saku pakaian selama beberapa menit.
-
Kocok botol obat terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika tertera label “kocok dahulu” pada kemasan obat tetes telinga.
-
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mulai menggunakan obat tetes telinga.
-
Posisikan badan berbaring miring ke samping hingga telinga yang akan diberikan obat menghadap ke atas.
-
Untuk anak-anak, arahkan si kecil berbaring menyamping atau biarkan kepalanya berada di pangkuan Anda.
-
Pastikan saluran telinga terlihat dalam posisi lurus sehingga obat tetes telinga bisa menjangkau bagian yang perlu ditangani.
-
Tarik bagian atas telinga ke atas dan ke bawah. Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, orang tua dapat menarik bagian atas telinga ke bawah dan ke belakang.
-
Pegang pipet obat tetes telinga di bagian atas telinga. Pastikan pipet tidak menyentuh telinga. Kemudian, Anda bisa meneteskan obat tetes telinga dari pipet tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.
-
Letakkan kembali pipet ke dalam botol obat tetes telinga dan pastikan pipet tersebut tidak bersentuhan dengan apa pun agar tidak terkontaminasi.
-
Tetaplah berada dalam posisi yang sama selama 3–5 menit untuk memastikan obat tetes telinga mengalir turun ke saluran telinga. Menggerakkan telinga atau menekan daun telinga secara perlahan juga bisa membantu.
-
Jika harus menggunakan obat tetes telinga di kedua sisi, tunggulah selama 5–10 menit sebelum meneteskan obat tersebut di sisi telinga lainnya. Hal ini bertujuan memastikan obat pada saluran telinga pertama memiliki waktu yang cukup untuk bekerja secara optimal.
Perlu dipahami bahwa obat tetes telinga disarankan untuk digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Obat tetes telinga hanya dapat digunakan apabila diagnosis pasien sudah ditegakkan oleh dokter. Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk meneteskan obat ke telinga Anda.
Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Otolaringologi (THT) di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan telinga, seperti nyeri telinga atau telinga berdenging. Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan medis secara akurat dan sesuai kondisi tubuh pasien.
Sebagai informasi, setiap prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda, tergantung pada fasilitas medis yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi pasien.
Untuk memudahkan Anda, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.
Sumber
Cleveland Clinic. Ear Drops. Diakses pada 2024 | Earpros. Ear Drops How do They Work. Diakses pada 2024 | Canadian Pharmacists Association. Proper Use of Ear Drops. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






