Kenali Ciri-Ciri Bayi Tabung Berhasil, Tanda Awal Kehamilan?
Ibu dan Anak

Kenali Ciri-Ciri Bayi Tabung Berhasil, Tanda Awal Kehamilan?

15 Oktober 2025 4 menit waktu baca
ciri ciri bayi tabung berhasil

Program bayi tabung sering menjadi harapan bagi pasangan yang menghadapi tantangan kesuburan. Setelah melalui proses yang panjang, hasil keberhasilan biasanya ditandai dengan sejumlah ciri fisik maupun medis yang dapat diamati. Sebenarnya, bagaimana ciri-ciri bayi tabung berhasil? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Ciri-Ciri Bayi Tabung Berhasil

 

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah salah satu solusi yang sering disarankan untuk pasangan yang kesulitan memiliki anak. Prosedur ini dilakukan dengan menggabungkan sperma dan sel telur (ovum) di luar rahim dalam suatu wadah khusus untuk mewujudkan kehamilan.

 

Lantas, apakah pasangan yang menjalani program bayi tabung pasti berhasil hamil? Efektivitas bayi tabung terhadap setiap pasangan bisa berbeda-beda. Penelitian berjudul Factors Influencing the Success Rates of In Vitro Fertilization (IVF) in Indonesian Couples: A Multicenter Study (2024) menunjukkan bahwa keberhasilan bayi tabung (IVF) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun sejumlah faktor yang paling sering menurunkan tingkat keberhasilan IVF adalah usia wanita, infertilitas pada pria, dan endometriosis.

 

Ketika program bayi tabung berhasil, ciri-ciri yang muncul atau yang akan dirasakan biasanya sama dengan tanda-tanda awal kehamilan, seperti:

 

  • Perdarahan atau bercak ringan.

  • Kram perut.

  • Payudara nyeri.

  • Lelah atau mudah capek.

  • Mual.

  • Kembung.

  • Perubahan keputihan.

  • Sering buang air kecil.

  • Telat menstruasi.

  • Tidak mengalami gejala sama sekali.

 

Tanda-tanda tersebut biasanya baru muncul sekitar dua minggu setelah prosedur transfer embrio dilakukan Namun, tanda-tanda ini juga tidak bisa dijadikan patokan pasti, mengingat bahwa obat-obatan hormon yang digunakan dalam IVF, seperti estrogen dan progesteron, bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan tanda-tanda kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang akurat dari dokter untuk memastikan apakah IVF telah berhasil.

 

Kapan Harus Melakukan Tes Kehamilan?

 

Tes kehamilan setelah menjalani IVF akan lebih akurat jika dilakukan 10–14 hari setelah prosedur transfer embrio dilakukan. Setelah transfer dilakukan, implantasi atau proses menempelnya embrio ke dinding rahim (endometrium) akan terjadi dalam waktu yang bervariasi, tergantung usia embrio yang ditransfer. 

 

Pada transfer blastokista (day-5), implantasi biasanya lebih cepat dibandingkan transfer embrio (day-3). Setelah implantasi berhasil, embrio mulai menghasilkan hormon hCG yang bisa dideteksi oleh tes kehamilan.

 

Dilansir dari sebuah jurnal dalam JBRA Assisted Reproduction (2022), berdasarkan berbagai studi, awal deteksi kehamilan kehamilan setelah IVF umumnya dilakukan dengan mengukur kadar β-hCG pada hari ke 9–14 hari setelah transfer embrio. Namun, pada siklus frozen-thawed, tes ini dapat dilakukan lebih dini, yaitu sejak hari ke-5 setelah transfer embrio.

 

Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Bayi Tabung

 

Seperti yang sudah dijelaskan, tingkat keberhasilan IVF bisa berbeda-beda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi:

 

  • Usia: Wanita berusia 35–40 tahun memiliki kemungkinan hamil sekitar 50% lebih rendah dibandingkan wanita usia di bawah 35 tahun. Sementara itu, wanita berusia di atas 40 tahun memiliki kemungkinan hamil sekitar 75% lebih rendah dibandingkan wanita berusia di bawah 35 tahun.

  • BMI (body mass index): Baik kondisi underweight maupun overweight dan obesitas bisa menurunkan peluang kehamilan dan meningkatkan risiko komplikasi. Peluang terbaik biasanya ada pada wanita dengan BMI normal.

  • Ketebalan endometrium: Siklus IVF dengan ketebalan endometrium kurang dari 8 mm memiliki peluang kehamilan klinis yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang memiliki ketebalan endometriumnya ≥8 mm. Singkatnya, semakin tebal lapisan endometrium, peluang keberhasilan cenderung lebih tinggi.

  • Riwayat IVF: Pasangan yang pernah mengalami kegagalan IVF biasanya memiliki peluang keberhasilan lebih rendah pada siklus berikutnya. Meski begitu, tetap ada kemungkinan hamil pada percobaan selanjutnya.

 

Bagaimana Jika Tes Kehamilan Negatif?

 

Hasil tes kehamilan negatif biasanya menunjukkan bahwa implantasi tidak terjadi, namun kebenarannya harus dikonfirmasi oleh pemeriksaan darah β-hCG yang sesuai jadwal atau pengulangan tes, karena pemeriksaan yang terlalu dini dapat memberikan hasil negatif palsu  Kegagalan implantasi bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti kualitas embrio, kondisi endometrium, dan faktor genetik. 

 

Apabila terjadi kegagalan implantasi, gejala yang muncul biasanya berupa perdarahan atau haid yang dapat beberapa hari kemudian, biasanya lebih deras dari normal akibat pengaruh obat-obatan yang membuat lapisan rahim lebih tebal. Pada kondisi ini, pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Jika Tes Kehamilan Negatif, Kapan Harus Melakukan IVF Berikutnya?

 

Tidak ada aturan tunggal mengenai kapan IVF berikutnya dapat dilakukan. Waktu percobaan ulang disesuaikan dengan kondisi fisik dan emosional pasien serta rekomendasi klinik. Banyak pasangan bisa memulai siklus berikutnya setelah satu siklus menstruasi, sementara yang lain mungkin disarankan jeda lebih lama untuk evaluasi atau perbaikan kondisi. Jika masih ada embrio beku yang tersisa, biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakannya terlebih dahulu sebelum melakukan transfer embrio segar yang baru.

 

Mengenali ciri-ciri bayi tabung yang berhasil memang dapat memberikan harapan. Kendati demikian, kepastian hanya bisa didapatkan melalui pemeriksaan medis. Setiap individu mungkin mengalami tanda yang berbeda, sehingga pemantauan dokter menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kehamilan tetap sehat dan aman.

 

Untuk mendapatkan saran dan evaluasi menyeluruh serta pendampingan yang tepat mengenai program bayi tabung atau IVF, Anda dan pasangan bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kandungan) Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda dan pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan juga bisa mengunjungi Siloam Fertility Center. Klinik ini dibangun dengan konsep one-stop services untuk memberikan layanan komprehensif terkait dengan perencanaan program kehamilan yang dilakukan oleh tim dokter multidisiplin dan berpengalaman di bidangnya dalam satu lokasi.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

 

Sumber

Healthline. Signs Your Embryo Transfer May Have Been Successful. Diakses pada 2025 | International Journal of Fertility and Sterility. Determining Factors Influencing The Successful Embryo Transfer and Pregnancy during The Frozen Cycle of In Vitro Fertilization: A Retrospective Cohort Study. Diakses pada 2025 | StatPearls. In Vitro Fertilization. Diakses pada 2025 | JBRA Assisted Reproduction. Can biochemical pregnancy be determined 5 days after frozen-thawed embryo transfer?. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail