Apa Itu Coiling Aneurisma? Kenali Tujuan dan Prosedurnya!
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Coiling Aneurisma? Kenali Tujuan dan Prosedurnya!

17 Maret 2026 6 menit waktu baca
coiling aneurisma adalah

Coiling aneurisma adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan untuk menangani aneurisma, yaitu pelebaran atau penonjolan pada dinding pembuluh darah, terutama di otak. Berbeda dengan operasi besar, coiling dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah sehingga tidak memerlukan sayatan lebar. Untuk memahami lebih lanjut tentang coiling aneurisma, simak artikel berikut ini.

 

Apa Itu Coiling Aneurisma?

 

Di Indonesia, prevalensi stroke terus meningkat dan mencapai sekitar 8,3 per 1.000 penduduk. Salah satu penyebabnya adalah pecahnya aneurisma otak, yakni pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah otak yang melemah dan berisiko menimbulkan perdarahan apabila pecah. Untuk mengatasi kondisi ini, tindakan intervensi seperti coiling aneurisma menjadi terobosan penting.

 

Coiling aneurisma adalah prosedur minimal invasif untuk menutup aliran darah ke dalam aneurisma pada pembuluh darah otak. Metode ini banyak dipilih karena prosedurnya hanya membutuhkan sayatan kecil dan waktu pemulihan yang relatif lebih cepat. Selain itu, prosedur ini juga terbukti efektif dalam menutup kantung aneurisma sehingga risiko pecah dan perdarahan dapat dikurangi secara signifikan.

 

Studi dari Journal of Clinical Medicine (2024) menunjukkan bahwa aneurisma dapat tertutup dengan optimal setelah prosedur coiling pada 70,1% kasus pasien usia muda dan 64,0% pasien usia lebih tua. Temuan ini menunjukkan bahwa prosedur coiling tetap efektif untuk kedua kelompok usia, meskipun tingkat keberhasilannya juga dipengaruhi oleh ukuran aneurisma, teknik yang digunakan, dan kondisi medis pasien.

 

Jenis Prosedur Coiling Aneurisma

 

Tindakan coiling aneurisma memiliki beberapa metode yang dipilih berdasarkan bentuk, ukuran, dan kompleksitas aneurisma. Berikut beberapa jenis prosedur yang umum digunakan:

 

  • Coiling standar (bare coil): Menggunakan lilitan coil platinum biasa yang dimasukkan ke dalam kantung aneurisma melalui mikrokateter tanpa alat tambahan. Coil akan memenuhi kantung aneurisma dan memicu pembentukan bekuan darah (trombus) sehingga aliran darah ke aneurisma berhenti. Teknik ini sederhana, cepat, dan umumnya digunakan pada aneurisma dengan leher sempit. 

  • Stent-assisted coiling: Pada metode ini, dokter memasang stent di pembuluh darah utama yang mengalami aneurisma untuk menahan coil agar tetap berada di dalam aneurisma. Prosedur ini sangat berguna untuk aneurisma dengan leher lebar atau bentuk yang rumit, dan membantu hasil penutupan lebih tahan lama.

  • Balloon-assisted coiling: Teknik ini menggunakan balon kecil yang dimasukkan bersamaan dengan mikrokateter. Balon akan dikembangkan sementara di depan leher aneurisma saat coil dimasukkan sehingga coil tidak keluar dari kantung aneurisma. Balloon-assisted coiling cocok untuk menangani aneurisma kompleks dengan leher lebar tanpa stent permanen dan membuat coil lebih rapat.

  • Bioactive coils: Coil jenis ini mengandung bahan tambahan untuk merangsang pembentukan trombus dan membantu penyembuhan aneurisma. Tujuannya adalah menurunkan risiko kekambuhan, meski bukti efektivitas jangka panjang masih beragam.

 

Prosedur Coiling Aneurisma

 

Prosedur coiling aneurisma terbagi dalam tiga tahap utama, yakni persiapan sebelum prosedur, pelaksanaan saat prosedur berlangsung, dan perawatan atau pemulihan setelah prosedur. Berikut adalah penjelasannya.

 

Persiapan Prosedur Coiling Aneurisma

 

Sebelum menjalani coiling aneurisma, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, termasuk alergi, reaksi terhadap obat atau zat kontras, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Selain itu, beberapa pemeriksaan tambahan, seperti tes darah dapat dilakukan untuk memastikan fungsi pembekuan darah dan kondisi kesehatan lainnya sebelum prosedur.

 

Sebelum prosedur coiling dilakukan, dokter akan melakukan perencanaan tindakan secara menyeluruh berdasarkan hasil pemeriksaan pencitraan pembuluh darah otak, seperti CT angiografi (CTA), MR angiografi (MRA), atau angiografi serebral. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai ukuran, bentuk, serta lokasi aneurisma, termasuk lebar leher aneurisma dan hubungan dengan pembuluh darah di sekitarnya. 

 

Informasi ini yang akan membantu dokter menentukan teknik yang paling sesuai. Perencanaan ini juga mencakup pemilihan jenis dan ukuran coil yang akan digunakan agar penutupan aneurisma dapat dilakukan secara optimal dan aman.

 

Selama Prosedur Coiling Aneurisma

 

Prosedur coiling aneurisma biasanya dilakukan di ruang kateterisasi dengan bantuan pencitraan sinar-X khusus (fluoroskopi). Pasien akan diberikan anestesi agar tetap nyaman selama prosedur berlangsung.

 

Dokter kemudian memasukkan kateter tipis melalui pembuluh darah, biasanya melalui arteri di paha atau pergelangan tangan, dan mengarahkannya menuju pembuluh darah otak yang mengalami aneurisma. Melalui kateter tersebut, dokter akan memasukkan coil platinum kecil ke dalam kantong aneurisma.

 

Coil akan mengisi kantong aneurisma dan memicu terbentuknya bekuan darah di dalamnya. Dengan demikian, aliran darah tidak lagi masuk ke dalam aneurisma sehingga risiko pecah atau perdarahan dapat berkurang.

 

Selama prosedur berlangsung, dokter memantau posisi coil dan aliran darah menggunakan pencitraan angiografi untuk memastikan aneurisma telah tertutup dengan baik sebelum kateter dilepas.

 

Setelah Prosedur Coiling Aneurisma

 

Setelah prosedur coiling aneurisma selesai, pasien biasanya dipindahkan ke ruang pemulihan atau, pada kasus tertentu, ke unit perawatan intensif (ICU) untuk observasi. Dokter akan memantau tanda vital pasien, kondisi luka operasi, serta sirkulasi pada lokasi pemasukan kateter.

 

Selama periode awal, sangat penting bagi pasien untuk tetap berbaring di tempat tidur selama 12 hingga 24 jam. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan tekanan pada titik akses arteri dan mencegah komplikasi perdarahan. Tim medis juga akan mengoptimalkan hidrasi pasien melalui cairan infus serta memberikan obat antinyeri dan pengencer darah untuk memastikan sirkulasi tetap lancar dan mencegah terbentuknya gumpalan vena.

 

Pasien dengan aneurisma elektif (belum pecah) umumnya dapat pulang dalam satu hingga dua hari. Sementara itu, pasien dengan kasus aneurisma pecah mungkin memerlukan rehabilitasi lanjutan. Sebagai langkah evaluasi jangka panjang, Siloam Hospitals menyediakan pemantauan dengan menjadwalkan pemindaian berkala, seperti CT angiografi atau MRI, untuk memastikan posisi coil tetap tepat dan aneurisma tetap tertutup.

 

Risiko Komplikasi Coiling Aneurisma

 

Meskipun coiling aneurisma umumnya aman, prosedur ini tetap memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa komplikasi yang paling umum meliputi:

 

  • Sakit kepala, mual, dan kelelahan setelah prosedur, yang biasanya bersifat sementara.

  • Perdarahan atau memar di area tempat kateter dimasukkan.

  • Reaksi alergi terhadap zat kontras yang digunakan untuk melihat pembuluh darah.

  • Gangguan neurologis sementara, seperti kesemutan, kelemahan pada lengan atau kaki, atau kesulitan berbicara.

 

Meskipun jarang, risiko neurologis yang lebih signifikan, seperti stroke atau perdarahan ulang tetap ada. Oleh karena itu, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatan pasien, serta memberikan panduan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi.

 

Bisakah Pasien Menjalani Kehidupan Normal setelah Coiling Aneurisma?

 

Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah prosedur coiling aneurisma, meski kecepatan pemulihan sangat bergantung pada kondisi aneurisma saat ditangani. Pasien yang menjalani prosedur sebelum aneurisma pecah biasanya pulih lebih cepat dan memiliki hasil yang lebih stabil.

 

Sementara itu, pasien dengan aneurisma yang sudah pecah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan gejala jangka panjang yang ditimbulkan, seperti kelelahan, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, atau perubahan suasana hati. Dengan dukungan rehabilitasi fisik dan kognitif selama 6–12 bulan pertama, peluang untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal tetap terbuka lebar.

 

Demikian penjelasan mengenai coiling aneurisma, lengkap dengan jenis serta prosedurnya. Perlu diingat bahwa coiling aneurisma adalah prosedur yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh tenaga medis profesional. Oleh karena itu, informasi di atas hanya bersifat edukasi dan tidak dapat menggantikan saran atau pemeriksaan langsung dari dokter.

 

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai coiling aneurisma, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Bedah Saraf Neurovaskular di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan menilai kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, menjelaskan opsi penanganan yang paling sesuai, serta memberikan panduan dan tindak lanjut yang tepat sesuai kebutuhan medis Anda.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan penanganan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter akan tetap memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang aman, tepat, dan disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan lebih praktis, seperti mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk kemudahan mengatur kebutuhan kesehatan Anda.

Sumber

NHS. Elective Treatment of Brain Aneurysm by Coil Occlusion or Stent. Diakses pada 2026 | Neurosurgical Review. Comparison of Outcomes between Clipping and Endovascular Coiling in Anterior Choroidal Artery Aneurysm: A Systematic Review. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Endovascular Coiling. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. Efficacy of Coil Embolization in Small, Anterior Circulation Aneurysms in Patients Less Than 40 Years Old. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Endovascular Treatment of Intracranial Aneurysms: Past and Present. Diakses pada 2026 | Healthline. What Is Brain Aneurism Coiling? Diakses pada 2026 | Healthline. What Does Life After a Brain Aneurysm Look Like? Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail