Kesehatan Tubuh
CT Scan Thorax untuk Deteksi Kanker Paru-Paru, Kenali Manfaat dan Prosedurnya

Table of Contents
Dalam mendeteksi kanker paru-paru, diperlukan berbagai metode pemeriksaan seperti CT scan thorax yang dapat menghasilkan gambaran rinci dari paru-paru dan daerah sekitarnya.
Pada dasarnya, CT scan thorax adalah suatu metode pemeriksaan untuk mendeteksi organ-organ dalam rongga dada dan sekitarnya. Dalam hal ini, CT scan thorax dapat mendeteksi keberadaan kanker paru-paru.
CT scan thorax sangat penting dilakukan karena kanker paru-paru yang terdeteksi pada stadium awal memiliki potensi kesembuhan yang lebih tinggi. Maka dari itu, mari ketahui lebih lanjut mengenai CT scan thorax untuk pemeriksaan kanker paru-paru dalam artikel berikut.
Mengenal Skrining Kanker Paru dengan CT Scan Thorax
Skrining kanker paru dengan CT scan thorax adalah suatu prosedur pencitraan medis menggunakan sinar-X dan teknologi tomografi komputer yang difokuskan pada deteksi, evaluasi, dan penilaian kanker paru-paru. Pemeriksaan ini juga dapat memeriksa ukuran, lokasi, dan karakteristik tumor serta potensi penyebarannya ke area lain dalam tubuh.
Jenis CT scan yang biasanya digunakan untuk skrining kanker paru adalah low dose CT scan (LDCT). Pasalnya, LDCT memiliki kemampuan untuk mendeteksi lesi kecil atau nodul pada paru-paru yang mungkin merupakan tanda awal kanker paru-paru.
Pemeriksaan ini ditujukan pada seseorang dengan risiko tinggi kanker paru-paru. Skrining kanker paru-paru juga umum direkomendasikan untuk seseorang yang sudah berusia lanjut dan perokok aktif.
Berdasarkan data Globocan tahun 2020, kanker paru-paru adalah jenis kanker penyebab kematian pertama di Indonesia. Karena itulah deteksi dini sangat penting dilakukan, pasalnya semakin dini didiagnosis, maka peluang keberhasilan pengobatan kanker paru-paru pun akan semakin tinggi.
Manfaat CT Scan Thorax pada Kanker Paru
CT scan thorax memiliki sejumlah manfaat penting dalam kasus kanker paru dan pengelolaan kesehatan lainnya, termasuk:
1. Deteksi Dini Kanker Paru
CT scan thorax dapat membantu mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal, bahkan sebelum timbulnya gejala kanker paru-paru. Dengan deteksi dini, pengobatan pun dapat dimulai lebih cepat, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan.
2. Penilaian Stadium dan Penyebaran
CT scan dapat membantu dokter dalam menilai sejauh mana kanker paru telah berkembang dan apakah terdapat tanda-tanda penyebaran kanker ke bagian lain dalam tubuh. Informasi ini penting untuk merencanakan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.
3. Monitoring Pengobatan
Setelah pengobatan kanker paru dimulai, CT scan thorax dapat digunakan untuk memonitor respons sel kanker terhadap terapi dan menilai efektivitas pengobatan.
4. Perencanaan Bedah dan Radioterapi
CT scan thorax dapat memberikan gambaran yang detail tentang lokasi dan ukuran tumor serta membantu tim medis merencanakan tindakan pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi pada kasus kanker paru secara akurat.
5. Pemantauan Jangka Panjang
Pemeriksaan CT scan thorax secara berkala dalam jangka panjang dapat membantu dokter memantau perubahan dalam ukuran atau karakteristik tumor serta mengidentifikasi ada atau tidaknya perkembangan kanker paru yang baru.
6. Evaluasi Kondisi Paru-Paru Lainnya
Selain kanker paru, CT scan thorax juga dapat mendeteksi dan menilai berbagai masalah kesehatan paru-paru lainnya, seperti infeksi paru atau gangguan pernapasan.
Persiapan CT Scan Thorax
Sebelum menjalani CT scan thorax, pasien diminta untuk menginformasikan beberapa hal berikut kepada dokter:
-
Riwayat penyakit tertentu, khususnya apabila terdapat infeksi pada saluran pernapasan.
-
Riwayat alergi tertentu.
-
Sedang hamil atau menyusui.
-
Obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
-
Mengidap claustrophobia atau kecemasan berlebih dalam ruangan sempit.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh pasien meliputi:
-
Dalam beberapa kasus, pasien diminta untuk berpuasa selama empat hingga enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
-
Pastikan untuk melepaskan benda-benda berbahan logam seperti perhiasan, jam tangan, kacamata, dan gigi palsu.
-
Kenakan pakaian yang disediakan oleh rumah sakit.
Prosedur CT Scan Thorax
Selama proses pemeriksaan berlangsung, pasien akan melalui serangkaian langkah-langkah berikut:
-
Radiografer akan meminta pasien untuk berbaring dalam posisi supinasi, yaitu posisi terlentang dengan kepala dan badan berada dalam satu garis lurus. Untuk menjaga posisi pasien tetap stabil dan benar, radiografer dapat menggunakan tali pengaman dan bantal untuk mempertahankan posisi pasien.
-
Radiografer juga akan meminta pasien untuk mengangkat lengan dan menaruhnya di atas kepala.
-
Selanjutnya, meja pemeriksaan akan secara perlahan masuk ke dalam mesin pemindai (scanner) untuk menetapkan posisi awal pemeriksaan.
-
Pasien akan diminta untuk menahan nafas selama 5–10 detik.
-
Meja pemeriksaan akan terus bergerak melewati mesin pemindai (scanner).
-
Setelah selesai melewati scanner, pasien dapat bernapas kembali.
-
Radiografer menggunakan komputer untuk menciptakan gambar tiga dimensi dari berbagai sudut, sehingga memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap paru dan struktur di sekitarnya.
Membaca Hasil CT Scan Thorax
Pemeriksaan CT scan thorax dapat mengungkap berbagai hasil abnormal yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter. Beberapa kemungkinan hasil tersebut meliputi:
-
Adanya nodul, tumor atau massa. Sebagian besar nodul (sekitar 95%) tidak mengarah pada keganasan, tetapi menunjukkan adanya jaringan parut pada paru-paru akibat infeksi atau kelenjar getah bening yang kecil.
-
Jika LDCT menunjukkan adanya nodul yang berukuran lebih besar, maka pasien dianjurkan untuk mengulang pemeriksaan LDCT beberapa bulan kemudian untuk mengevaluasi perkembangan ukuran nodul.
-
Jika nodul bertumbuh lebih besar atau bentuknya mencurigakan, maka pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan CT scan dengan kontras atau biopsi.
-
Jika nodul mengarah ke kecurigaan kanker, maka tes darah dan tes pencitraan lainnya (CT/PET scan, bone scan) dianjurkan untuk menentukan stadiumnya.
Risiko CT Scan Thorax
Umumnya risiko CT scan thorax rendah, namun beberapa faktor risiko tetap perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah paparan radiasi, meskipun dosis radiasi yang digunakan cenderung rendah, paparan berulang atau dosis yang lebih tinggi kemungkinan dapat meningkatkan risiko potensial terhadap kerusakan sel.
Selain itu, pemberian zat kontras sebelum CT scan juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi pada beberapa individu. Walaupun reaksi ini biasanya ringan, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi ini bisa berkembang menjadi lebih serius. Karena itu, penting untuk dibicarakan dengan dokter dan tim medis tentang risiko dan manfaat sebelum menjalani CT scan thorax untuk deteksi kanker paru.
Itulah informasi penting yang perlu diketahui mengenai CT scan thorax untuk deteksi kanker paru. Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan layanan CT scan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter kami di Siloam Hospitals terdekat.
Kunjungi Siloam Hospitals dan atur konsultasi melalui fitur Cari Dokter. Gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memesan paket CT scan thorax/dada dan melakukan konsultasi dengan dokter secara virtual, kapan saja dan di mana saja. Segera unduh aplikasi MySiloam untuk menjaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Rontgen Dada/Thorax PA + Lateral
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
CT Thorax Non-CNTRS / CT Scan Dada
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
MRI 1.5T Whole Spine Non-CNTRS / MRI Seluruh Tulang Belakang
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp5.616.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000







