Demensia Vaskular, Kenali Penyebab hingga Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Demensia Vaskular, Kenali Penyebab hingga Pencegahannya

10 September 2025 4 menit waktu baca
demensia vaskular

 

Demensia vaskular adalah salah satu bentuk gangguan kognitif yang terjadi akibat adanya gangguan pembuluh darah di otak. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan. Pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, dan penanganan menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan serta pengelolaan kondisi ini. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Demensia Vaskular?

 

Demensia vaskular adalah gangguan pada kemampuan berpikir seseorang, seperti penalaran, perencanaan, penilaian, dan ingatan, yang terjadi akibat kerusakan otak karena aliran darah ke otak terganggu. Dampak demensia vaskular pada kemampuan berpikir dan penalaran seseorang bisa berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan serta lokasi stroke.

 

Dilansir dari StatPearls, demensia vaskular merupakan salah satu penyebab paling umum dari major neurocognitive disorder (MND), terutama pada orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun dan menjadi salah satu penyebab utama demensia yang bukan berasal dari penyakit degeneratif.

 

Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang mengalami stroke yang menyumbat arteri di otak, meski demikian tidak semua stroke menyebabkan demensia vaskular. Penelitian berjudul Emerging Concepts in Vascular Dementia: A Review (2021) menyebutkan bahwa demensia vaskular dapat terjadi akibat cedera jaringan otak iskemik maupun hemoragik di area tertentu yang kemudian dapat menimbulkan gangguan kognitif. 

 

Penyebab Demensia Vaskular

 

Demensia vaskular terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah otak sehingga aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi penting ke otak berkurang. Akibatnya, proses berpikir tidak bisa berjalan dengan baik. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

 

  • Stroke iskemik: Jenis stroke ini biasanya dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk demensia vaskular. Selain itu, terdapat jenis stroke yang tidak menimbulkan gejala nyata (silent stroke). Walaupun tidak menimbulkan gejala, silent stroke tetap dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia. 

  • Perdarahan otak: Kondisi ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang membuat pembuluh darah melemah dan pecah. Hal ini dapat menimbulkan perdarahan pada otak.

  • Penyempitan atau kerusakan kronis pembuluh darah otak: Beberapa faktor seperti proses penuaan, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, dan diabetes, dapat merusak pembuluh otak dalam jangka panjang sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya demensia vaskular.

 

Di samping itu, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko demensia vaskular adalah sebagai berikut:

 

 

Gejala Demensia Vaskular

 

Sebagian orang dengan demensia vaskular bisa kehilangan memori, namun sebagian lainnya mungkin tidak, tergantung dari bagian otak yang aliran darahnya berkurang. Jika kerusakan terjadi di area otak yang berperan penting dalam menyimpan dan mengambil informasi, gejalanya bisa sangat mirip dengan Alzheimer

 

Gejala demensia vaskular biasanya terlihat dengan jelas setelah seseorang mengalami stroke. Kondisi ini dapat memicu perubahan secara tiba-tiba pada kemampuan berpikir dan persepsi, seperti:

 

  • Kebingungan.

  • Disorientasi.

  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.

  • Gejala stroke, seperti mati rasa atau kelumpuhan pada satu sisi wajah atau tubuh.

  • Kesulitan berjalan.

  • Gangguan keseimbangan.



Diagnosis Demensia Vaskular

 

Sebagai informasi, belum tersedia tes khusus yang bisa menegakkan diagnosis demensia vaskular secara pasti. Namun, dokter biasanya menentukan diagnosis dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh seperti:

 

  • Pemeriksaan tanda vital: Dokter dapat melakukan pemeriksaan tanda vital yang meliputi tekanan darah, suhu tubuh, laju napas, laju nadi.

  • Pemeriksaan neurologis: Pemeriksaan yang bertujuan untuk menilai refleks, kemampuan berjalan, tonus dan kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan tubuh, serta fungsi penglihatan dan perabaan.

  • Uji fungsi kognitif: Tes ini dilakukan untuk menilai kemampuan pasien dalam berbahasa, berhitung, mengingat, memecahkan masalah, dan memberikan respons terhadap situasi tertentu. Pada demensia vaskular, biasanya ditemukan kesulitan besar dalam menganalisis masalah dan mencari solusi.

 

Selain itu, untuk menegakkan diagnosis, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang. Adapun pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

 

  • Tes laboratorium: Pemeriksaan ini dapat meliputi tes darah lengkap, kadar kolesterol dan gula darah, serta sebagai pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti gangguan tiroid atau defisiensi vitamin. 

  • Tes pencitraan: Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan MRI atau CT scan. MRI sering kali menjadi pilihan utama dalam mendiagnosis demensia vaskular karena memberikan hasil yang lebih detail mengenai stroke, TIA, dan kelainan pembuluh darah.

 

Pengobatan Demensia Vaskular

 

Pengobatan demensia vaskular umumnya berfokus pada pengendalian kondisi kesehatan dan faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit ini, seperti menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Upaya ini dapat membantu memperlambat perkembangan gejala dan mencegah penurunan fungsi kognitif lebih lanjut. Sesuai kondisi masing-masing pasien, dokter dapat meresepkan obat untuk:

 

  • Menjaga kadar kolesterol dalam darah dalam rentang normal.

  • Menurunkan tekanan darah.

  • Mencegah terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah.

  • Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

 

Pencegahan Demensia Vaskular

 

Perlu dipahami bahwa kesehatan pembuluh darah otak berkaitan erat kesehatan jantung secara keseluruhan. Karenanya, menjaga kesehatan jantung penting dilakukan untuk mengurangi risiko demensia vaskular. Adapun langkah-langkah yang dapat diterapkan antara lain:

 

  • Menjaga tekanan darah tetap normal.

  • Mencegah atau mengendalikan diabetes.

  • Berhenti merokok.

  • Rutin berolahraga.

  • Mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi demensia vaskular. Dengan kata lain, gejala seperti kebingungan, disorientasi, hingga gangguan keseimbangan, bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Journal of Stroke & Cerebrovascular Diseases. Emerging Concepts in Vascular Dementia: A Review. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Vascular dementia. Diakses pada 2025 | StatPearls [Internet]. Vascular Dementia. Diakses pada 2025 | Alzheimer’s Association. Vascular Dementia. Diakses pada 2025 | National Institute of Aging. Vascular Dementia: Causes, Symptoms, and Treatments. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail