Diagnosis Kanker Payudara dengan Menjalani Tes Pencitraan
Kesehatan Tubuh

Diagnosis Kanker Payudara dengan Menjalani Tes Pencitraan

02 Januari 2026 5 menit waktu baca
daftar tes pencitraan untuk mendiagnosis kanker payudara stadium awal/mendeteksi penyebarannya

Apabila seseorang telah terdiagnosis kanker payudara, diperlukan tes pencitraan lebih lanjut untuk membantu menentukan stadium kanker dan mengonfirmasi penyebaran kanker (metastasis). Selain itu, tes pencitraan juga dapat dilakukan sebagai pemeriksaan rutin, terutama bagi cancer survivor (pasien kanker yang berhasil bertahan dan dinyatakan bersih). 

 

Terdapat beberapa jenis tes pencitraan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker payudara, seperti PET scan dan CT scan. Mari simak informasi selengkapnya tentang jenis-jenis tes pencitraan untuk mendeteksi kanker payudara melalui ulasan di bawah ini.

 

Bagaimana Proses Diagnosis Kanker Payudara?

 

Selama proses penegakkan diagnosis kanker payudara, tim medis dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang akan disesuaikan dengan:

 

  • Tanda-tanda dan gejala pada pasien.

  • Jenis kanker yang dicurigai.

  • Usia pasien.

  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

  • Hasil pemeriksaan sebelumnya.

 

Biasanya, tahapan skrining penyakit kanker juga melibatkan peran dari beberapa dokter spesialis, tergantung dari keluhan yang dialami oleh pasien, seperti dokter spesialis kulit, ahli radiologi, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis onkologi, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan analisa lebih lanjut mengenai kondisi dan hasil pemeriksaan pasien.

 

Manfaat Tes Pencitraan untuk Diagnosis Kanker Payudara

 

Beberapa gejala atau tanda dari kanker payudara umumnya meliputi adanya benjolan di payudara, luka pada payudara yang tak kunjung sembuh, adanya cekungan atau tarikan di kulit payudara, keluarnya cairan dari puting payudara, perubahan tekstur kulit payudara seperti kulit jeruk, serta adanya benjolan di area ketiak.

 

Saat seseorang mengalami gejala  tersebut, biasanya dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis, salah satunya adalah dengan tes pencitraan. Melalui tes ini,dokter bisa memantau perkembangan penyakit kanker payudara.

 

Dengan terdeteksinya kanker payudara sejak dini, dokter dapat segera menentukan  langkah pengobatan yang tepat. Hal ini dikarenakan semakin dini kanker payudara dideteksi, maka semakin tinggi pula tingkat kelangsungan hidup pasien dari penyakit ini.

 

Jenis Tes Pencitraan untuk Diagnosis Kanker Payudara dan Penyebarannya

 

Tes pencitraan untuk mendeteksi sejak dini dan memantau perkembangan penyakit kanker payudara cukup beragam. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Rontgen Dada

 

Rontgen dada adalah tes pencitraan yang memanfaatkan radiasi untuk mendapatkan gambar dari organ atau struktur lain di dalam dada. Pemeriksaan rontgen dada memungkinkan dokter untuk melihat dan mengevaluasi apakah terdapat penyebaran kanker payudara yang sudah mencapai paru-paru.

 

2. Mammografi

 

Mammografi adalah tes pencitraan menggunakan sinar-X yang dilakukan untuk melihat kondisi dari jaringan payudara. Mammografi dapat membantu mendeteksi kelainan pada payudara lebih awal, misalnya tumor, kanker, kista, atau penumpukan kalsium.

 

Wanita yang sudah berusia di atas 40 tahun disarankan untuk menjalani tes mammografi secara berkala setahun sekali, terutama jika memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara ataupun jenis kanker lainnya.

 

3. CT Scan

 

Computed tomography scan atau CT scan adalah tes pencitraan yang menggunakan kombinasi teknologi komputer khusus dan sinar-X untuk menghasilkan gambaran dari organ-organ, jaringan, dan struktur dalam tubuh secara detail.

 

CT scan tidak hanya mengambil 1–2 gambar saja seperti halnya foto rontgen, namun alat ini mampu menghasilkan banyak gambar dalam satu kali pemeriksaan yang menunjukkan bagian dalam tubuh yang sedang diperiksa.

 

Tes pencitraan ini sering digunakan untuk melihat apakah terdapat penyebaran kanker payudara ke organ-organ di bagian dada dan perut, seperti paru-paru atau hati. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan dalam membantu mengarahkan dokter saat melakukan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang diduga kanker.  

 

4. MRI Scan

 

Sama halnya dengan CT scan, magnetic resonance imaging scan atau MRI scan adalah pemeriksaan pencitraan yang dapat menghasilkan gambaran detail dari jaringan di dalam tubuh. Hanya saja, MRI menggunakan kombinasi dari gelombang radio dan magnet yang lebih kuat.

 

Umumnya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan MRI scan apabila kanker payudara dicurigai sudah menyebar ke bagian otak atau sumsum tulang belakang.

 

5. USG

 

USG atau ultrasonografi adalah jenis pemeriksaan pencitraan yang dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dari bagian tubuh tertentu. USG menggunakan alat kecil yang disebut transduser untuk menghasilkan gelombang suara yang memantul ke jaringan tubuh dan menimbulkan gema.

 

Setelah itu, transduser akan menerima gema dan mengirimkannya ke komputer untuk menampilkan suatu gambaran dalam bentuk video yang dapat dilihat dari layar monitor. USG dapat dilakukan di area payudara, ketiak, atau hati.

 

6. PET Scan

 

Positron emission tomography scan atau PET scan adalah jenis pemeriksaan pencitraan noninvasif yang menggunakan zat radioaktif dosis rendah, yaitu FDG (fluorodeoxyglucose). Zat radioaktif ini disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan nantinya akan terlihat berkumpul pada sel-sel kanker. 

 

PET scan berfungsi untuk mendeteksi lokasi kanker di berbagai organ dalam tubuh, termasuk kanker payudara dan melihat apakah terdapat penyebaran kanker payudara ke bagian tubuh lainnya.

 

Sering kali, PET scan dikombinasikan dengan CT scan dalam suatu mesin khusus sehingga kedua pemeriksaan dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini memungkinkan dokter untuk membandingkan area yang kadar zat radioaktifnya tinggi pada PET scan dengan gambaran yang lebih rinci pada CT scan.

 

7. Bone Scan

 

Pemeriksaan bone scan dapat membantu dokter untuk mendeteksi secara spesifik apakah terdapat penyebaran kanker payudara yang sudah mencapai tulang. Bone scan mampu menunjukkan kondisi seluruh tulang dalam tubuh pada waktu bersamaan dan menunjukkan area kecil penyebaran kanker yang mungkin tidak terlihat pada hasil foto rontgen.

 

Tes Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara di Siloam Hospitals

 

Untuk melakukan skrining kanker payudara, Siloam Hospitals menyediakan paket medical check up CT Scan Dada/Thorax (Non Kontras). Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengevaluasi ada tidaknya tanda-tanda penyebaran kanker payudara ke paru-paru, infeksi, kerusakan, atau kelainan pada rongga dada atau toraks.

 

Pemeriksaan ini juga dapat digunakan sebagai panduan bagi dokter dalam mengetahui lokasi tumor, sehingga memudahkan dokter ketika akan melakukan penusukan jarum untuk biopsi jaringan dalam dada yang dicurigai sebagai kanker, atau untuk aspirasi cairan dari dalam rongga dada.

 

Lebih lanjut, pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi beberapa kondisi lainnya pada rongga dada, seperti:

 

  • Perubahan ukuran, bentuk, dan posisi organ-organ pada rongga dada.

  • Tumor, cedera, perdarahan, infeksi, sumbatan, atau kondisi medis lainnya pada rongga dada.

  • Perdarahan atau akumulasi cairan di paru-paru.

  • Efektivitas dari terapi tumor atau kanker di dada.

  • Efek samping dari terapi tumor atau kanker di dada.

 

Itulah berbagai jenis tes pencitraan untuk diagnosis kanker payudara dan penyebarannya. Perlu diingat, informasi ini bersifat tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Jenis tahapan pemeriksaan dan pengobatan pun dapat berbeda tergantung fasilitas di setiap rumah sakit. Beberapa pemeriksaan di atas mungkin tidak tersedia di Siloam Hospitals yang Anda pilih.

 

Karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.  

 

Apabila ingin membuat appointment dengan dokter terkait, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-rio-hermawan-sprad-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rio Hermawan, SpRad (K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-sudianto-sprad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Sudianto, SpRad

Radiologi

Spesialis Radiologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anna-celesta-nastasia-nalley-sp-rad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail