Kesehatan Tubuh
5 Efek Jangka Panjang Gegar Otak Ringan, Perlu Diwaspadai

Table of Contents
Gegar otak adalah kondisi medis berupa cedera atau trauma pada otak akibat benturan, pukulan, ataupun guncangan keras. Salah satu jenis gegar otak yang umum terjadi adalah gegar otak ringan. Meski tidak separah jenis cedera otak lainnya, gegar otak ringan tetap perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan efek samping dalam jangka panjang. Lantas, apa saja efek jangka panjang gegar otak ringan tersebut?
Untuk mengenali efek jangka panjang gegar otak ringan selengkapnya, mari simak ulasan berikut ini sampai tuntas.
Penyebab Gegar Otak Ringan
Gegar otak ringan merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya rasa nyeri kepala ringan yang berlangsung dalam kurun waktu singkat (kurang dari 15 menit) dan munculnya benjolan pada kepala. Adapun sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gegar otak ringan adalah sebagai berikut:
- Pukulan keras pada leher atau kepala yang menyebabkan otak mengalami guncangan.
- Kecelakaan lalu lintas.
- Terjatuh dari tempat yang tinggi.
- Melakukan aktivitas fisik yang berisiko tinggi menyebabkan cedera, seperti olahraga tinju. Risiko gegar otak dapat semakin meningkat apabila olahraga tinju tidak dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tanpa pantauan ahli.
Efek Jangka Panjang Gegar Otak Ringan
Pada kebanyakan kasus, gegar otak ringan cenderung tidak menimbulkan efek samping yang signifikan. Meski begitu, terdapat sejumlah efek samping jangka panjang dari gegar otak ringan yang perlu diwaspadai, yaitu:
1. Nyeri Kepala
Efek jangka panjang gegar otak ringan yang umum terjadi adalah nyeri kepala yang menyerupai migrain dan terjadi terus menerus. Umumnya, dokter akan meresepkan obat analgesik untuk meredakan rasa nyeri tersebut.
Meski tergolong ringan, nyeri kepala akibat gegar otak ringan ini perlu ditangani dengan cepat dan tepat apalagi jika sakit kepala tidak kunjung hilang atau membaik setelah mengonsumsi obat pereda nyeri.
2. Kehilangan Keseimbangan Tubuh
Kehilangan keseimbangan tubuh merupakan salah satu akibat gegar otak ringan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya benturan keras pada otak bagian belakang yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Selain itu, kehilangan keseimbangan tubuh ini juga dapat menyebabkan pusing, mual, dan muntah.
3. Gangguan Fungsi Kognitif
Tak jarang bagi penderita gegar otak ringan untuk mengalami gangguan fungsi kognitif, seperti sulit untuk fokus, berpikir, dan berkonsentrasi hingga hilang ingatan dalam jangka pendek.
4. Perdarahan pada Otak
Pada beberapa kasus, gegar otak ringan berisiko menyebabkan perdarahan otak dalam jangka panjang. Efek samping ini tergolong sangat serius karena bisa memicu terjadinya stroke hingga kerusakan otak permanen, terutama jika tidak segera ditangani dengan tepat.
5. Efek Gegar Otak Ringan Lainnya
Selain komplikasi yang telah disebutkan di atas, gegar otak ringan juga dapat menimbulkan efek samping seperti:
- Sangat mengantuk dan sulit untuk tetap terjaga.
- Linglung dan tidak dapat berpikir jernih.
- Gangguan tidur.
- Kehilangan kesadaran dalam jangka pendek.
- Kejang.
- Mual dan muntah.
Cara Menangani Gegar Otak Ringan
Gegar otak ringan merupakan salah satu jenis cedera kepala ringan karena kondisi tersebut biasanya tidak mengancam nyawa. Meski begitu, kondisi ini tetap memerlukan penanganan yang tepat dan segera untuk menghindari risiko komplikasi jangka panjang yang tetap berpotensi terjadi pada penderita. Berikut adalah sejumlah cara menangani gegar otak ringan yang dapat dilakukan:
- Segera menghentikan segala aktivitas yang sedang dilakukan agar cedera tidak semakin memburuk.
- Pastikan terdapat pendamping selama 48 jam untuk mengawasi perubahan pada penderita, seperti perubahan konsentrasi, daya ingat, dan perilaku.
- Meletakkan kompres es yang sudah dibalut dengan kain atau handuk pada area yang mengalami cedera.
- Menghindari olahraga atau aktivitas fisik berat terlebih dahulu selama 1–3 minggu untuk menghindari perburukan kondisi.
- Segera mengunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang optimal terutama jika gejala terjadi secara terus menerus dan tidak membaik walau telah mengonsumsi obat-obatan.
Itu dia sejumlah efek jangka panjang gegar otak ringan serta cara menanganinya. Perlu diketahui bahwa tidak semua penderita gegar otak ringan akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping tergantung pada tingkat keparahan cedera kepala yang dialami oleh masing-masing individu.
Namun, untuk menghindari risiko efek samping tersebut, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter Siloam Hospitals terdekat. Tak perlu khawatir, dokter Siloam Hospitals telah berpengalaman di bidangnya sehingga mampu memberikan diagnosis serta tindakan medis yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter mencari jadwal, booking, dan buat janji temu dengan dokter terkait. Fitur tersebut juga bisa ditemukan pada aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan dan menjadwalkan pertemuan dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







