Kesehatan Tubuh
Efek Samping Alat Pacu Jantung yang Perlu Diketahui

Table of Contents
Alat pacu jantung (pacemaker) adalah perangkat medis yang dipasang untuk membantu mengatur irama jantung bagi penderita gangguan irama jantung. Seperti prosedur medis lainnya, penggunaan alat ini dapat memberikan manfaat yang besar, namun juga memiliki kemungkinan efek samping yang perlu diketahui. Lantas, apa saja risiko efek samping alat pacu jantung? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Risiko Efek Samping Alat Pacu Jantung
Aritmia adalah gangguan irama jantung yang terjadi ketika sistem kelistrikan jantung tidak bekerja secara normal, sehingga detak jantung dapat menjadi terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Tidak semua aritmia memerlukan tindakan pemasangan alat. Namun, pada jenis aritmia tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung untuk membantu menjaga irama tetap stabil.
Penting untuk diingat bahwa alat pacu jantung (pacemaker) merupakan terapi yang aman dan efektif untuk menangani gangguan irama jantung. Hal ini didukung oleh studi dalam Journal of Arrhythmia (2023) yang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pacemaker sangat tinggi dan risiko komplikasi yang relatif rendah apabila dilakukan sesuai indikasi medis.
Penelitian lain berjudul Mortality of Patients with Implanted Pacemaker: Long-term Follow-up Data from Czech National Pacemaker Registry (REPACE) (2023) menyebutkan, pasien dengan pacemaker memiliki harapan hidup yang relatif baik sebanding dengan populasi umum dalam jangka 5–10 tahun setelah pemasangan.
Meski terdapat kemungkinan efek samping yang perlu diperhatikan, kondisi ini tidak selalu terjadi pada setiap pasien dengan pacemaker. Setelah pemasangan alat pacu jantung, dokter biasanya melakukan observasi untuk memastikan kondisi pasien stabil dan tidak ada komplikasi yang terjadi sebelum akhirnya diizinkan pulang.
Secara umum, beberapa efek samping alat pacu jantung yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Alergi Terhadap Alat Pacu Jantung
Salah satu efek samping alat pacu jantung atau pacemaker adalah timbulnya reaksi alergi. Meski jarang terjadi, komponen logam (seperti titanium atau nikel) atau polimer (seperti epoksi atau silikon) pada pacemaker yang kontak langsung dengan jaringan tubuh dapat memicu reaksi alergi. Reaksi ini bukan alergi langsung seperti biduran atau sesak napas, melainkan reaksi imun yang muncul beberapa hari hingga minggu setelah pemasangan.
2. Penggumpalan Darah
Penggumpalan darah (trombosis) di sekitar area pemasangan pacemaker merupakan efek samping yang cukup umum dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari tanpa menimbulkan komplikasi serius. Penggumpalan darah biasanya terjadi pada pembuluh darah vena di area tempat kabel dimasukkan, seperti vena subklavia atau vena aksila.
Kondisi ini ditandai dengan sedikit pembengkakan pada lengan yang terdampak. Guna menangani hal ini, dokter biasanya meresepkan obat antikoagulan untuk mengurangi risiko atau mencegah gumpalan darah bertambah besar.
3. Infeksi di Area Alat Pacu Jantung
Pada beberapa kasus, pacemaker dapat menyebabkan infeksi di sekitar area yang dipasangi alat, biasanya terjadi dalam 12 bulan pertama pascapemasangan. Infeksi bisa terjadi pada kulit di sekitar kantong pacemaker (pocket infection) atau, yang lebih serius, menyebar ke kabel (lead) hingga ke dalam jantung. Jika terjadi infeksi, sebaiknya pasien segera melapor agar mendapatkan penanganan guna mencegah penyebaran.
Infeksi pacemaker biasanya ditandai dengan demam tinggi serta pembengkakan, nyeri, dan kemerahan di area sekitar tempat pacemaker dipasang. Dokter akan memberikan obat antibiotik sebagai langkah penanganan utama atau melakukan operasi untuk melepas dan mengganti pacemaker jika diperlukan.
4. Kebocoran Udara
Kebocoran udara dapat terjadi jika kabel pacemaker berada terlalu dekat dan secara tidak sengaja menusuk paru-paru selama prosedur pemasangan. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran udara dari paru-paru dan mengenai area dada atau yang disebut sebagai pneumotoraks.
Efek samping ini cukup jarang ditemukan dan jika terjadi biasanya akan membaik dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Penelitian berjudul Outcomes of Pacemaker Implantation in Adults in Ethiopia (2024) menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya pneumotoraks akibat pemasangan pacemaker relatif rendah, sekitar 0,6% hingga 3,9%.
5. Pacemaker Syndrome
Meski jarang terjadi, pacemaker dapat menyebabkan sinkronisasi antar ruang jantung tidak berjalan optimal. Akibatnya, kontraksi jantung tidak terkoordinasi dengan baik sehingga aliran darah menjadi kurang efisien. Kondisi ini disebut juga sebagai pacemaker syndrome.
Dalam beberapa kasus, darah dapat terdorong kembali ke arah yang tidak seharusnya, sehingga menimbulkan berbagai keluhan. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi sesak napas, tekanan darah rendah, dan kelelahan berat. Meskipun dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, pacemaker syndrome bukan komplikasi yang umum terjadi dan biasanya dapat ditangani dengan penyesuaian terapi yang tepat.
6. Masalah pada Alat Pacu Jantung
Efek samping lain yang bisa terjadi setelah pemasangan alat pacu jantung adalah timbulnya masalah pada perangkat (device-related complications). Pada beberapa kasus, kesalahan atau pergeseran posisi kabel pacemaker bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti aritmia, kerusakan otot jantung, pembekuan darah, dan gangguan aliran darah ke otak. Untuk mencegah komplikasi ini, pasien biasanya dijadwalkan untuk kontrol rutin guna memastikan posisi kabel dan fungsi sistem kelistrikan pacemaker berjalan dengan baik.
7. Gangguan Interaksi dengan Perangkat Lain
Efek samping alat pacu jantung yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kemungkinan gangguan perangkat saat berinteraksi dengan smartphone. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti interferensi elektromagnetik dari smartphone generasi terbaru terhadap fungsi pacemaker. Teknologi pacemaker modern telah dirancang dengan sistem pelindung terhadap gangguan sinyal eksternal.
Hanya saja, sebagai langkah antisipasi, pasien dianjurkan untuk tidak meletakkan atau menggunakan smartphone tepat di atas area pacemaker atau setidaknya berjarak sekitar 15 cm dari pacemaker. Pasien juga diminta untuk tidak menaruh smartphone di saku yang berada di atas alat, serta dianjurkan memegang smartphone di telinga yang berlawanan dengan sisi pacemaker saat perlu menelepon.
Bagaimana dengan perangkat lain, seperti MRI? MRI adalah mesin pencitraan yang menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio sehingga dianggap berbahaya jika berinteraksi dengan pacemaker yang terbuat dari logam. Namun, perkembangan teknologi telah memungkinkan banyak pasien pacemaker tetap menjalani MRI dengan aman, selama memenuhi beberapa syarat berikut:
-
Perangkat pacemaker yang digunakan adalah MRI-conditional pacemaker.
-
Prosedur MRI mengikuti protokol yang telah ditentukan, termasuk tidak melewatkan pemeriksaan perangkat sebelum dan sesudah MRI.
-
Pasien yang perangkatnya tidak MRI‑conditional juga dapat menjalani MRI dalam beberapa situasi dengan pengaturan dan pengawasan ketat oleh tim medis yang berpengalaman.
Itulah informasi mengenai efek samping alat pacu jantung yang perlu diketahui. Prosedur pemasangan alat pacu jantung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.
Mengingat pemasangan alat pacu jantung merupakan prosedur invasif yang bersifat jangka panjang, dapat dipahami jika pasien merasa membutuhkan pendapat medis kedua (second opinion) untuk meninjau ulang rencana penanganan yang disarankan. Dalam hal ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis yang lengkap di Indonesia. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai alat pacu jantung, Anda dapat menggunakan layanan second opinion untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
NIH. After Getting a Pacemaker. Diakses pada 2026 | Stanford Medicine. Pacemaker Risks. Diakses pada 2026 | NHS UK.Pacemaker implantation. Diakses pada 2026 | European Heart Journal. Mortality of patients with implanted pacemaker: Long-term follow-up Data from Czech National Pacemaker Registry (REPACE). Diakses pada 2026 | Pacing and Clinical Electrophysiology. Misplacement of pacemaker leads: How to avoid and how to approach?. Diakses pada 2026 | AER. Hypersensitivity Reactions to Components of Cardiac Implantable Electronic Devices and Their Treatment: A Systematic Review. Diakses pada 2026 | Canadian Journal of Cardiology. 2021 Update on Safety of Magnetic Resonance Imaging: Joint Statement From Canadian Cardiovascular Society/Canadian Society for Cardiovascular Magnetic Resonance/Canadian Heart Rhythm Society. Diakses pada 2026 | Dove Press. Assessment of Trend, Indication, Complications, and Outcomes of Pacemaker Implantation in Adult Patients at Tertiary Hospital of Ethiopia: Retrospective Follow Up Study. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000







