Mengenal EBUS: Endobronchial Ultrasound untuk Diagnosis Kanker Paru-Paru
Kesehatan Tubuh

Mengenal EBUS: Endobronchial Ultrasound untuk Diagnosis Kanker Paru-Paru

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
EBUS Endobronchial Ultrasound

Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan yang sering kali terdiagnosis pada tahap lanjut. Untuk mendeteksi kanker paru-paru, EBUS (endobronchial ultrasound) dapat membantu dalam diagnosis secara lebih akurat. 

 

Untuk lebih mengenal apa itu EBUS dan mengapa metode ini sangat efektif dalam diagnosis kanker paru-paru, mari simak pembahasan berikut.

 

Apa itu Endobronchial Ultrasound?

Endobronchial ultrasound atau EBUS adalah prosedur diagnostik yang menggunakan bronkoskopi dan dilengkapi dengan ultrasound untuk pencitraan di dalam bronkus atau saluran pernapasan. Istilah "endobronchial" berasal dari "endo" yang berarti di dalam, dan "bronchial" yang merujuk pada saluran napas.

 

Ultrasound dalam pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi gangguan paru-paru, termasuk peradangan, infeksi, atau kanker di paru-paru dan sekitarnya. Dokter dapat melihat langsung ke dalam saluran napas dan memancarkan ultrasound untuk melihat struktur di luar dinding saluran napas.

 

Pada kondisi di mana terdapat kecurigaan kanker paru-paru, dokter dapat menggunakan EBUS untuk melihat lebih detail jaringan abnormal yang sebelumnya terdeteksi melalui rontgen dada maupun CT scan. Selain itu, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk mendiagnosis kondisi pasien dan menentukan stadium kanker paru. 

 

 

Kanker paru-paru sendiri merupakan kondisi di mana sel-sel di dalam paru-paru mengalami pertumbuhan tak terkendali, bermutasi, dan berubah menjadi ganas. Sel-sel ini berkembang secara cepat dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

 

Kanker paru stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga sering tidak disadari penderitanya. Kanker paru baru akan menimbulkan keluhan ketika telah mencapai stadium lanjut di mana pengobatan menjadi kurang efektif.

 

Karena itulah, diagnosa kanker paru-paru pada stadium awal sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Metode diagnostik lain seperti rontgen dada dan CT scan sering kali tidak cukup untuk mendeteksi kanker pada tahap awal atau menentukan sejauh mana kanker telah menyebar.

 

Keunggulan Endobronchial Ultrasound

Endobronchial ultrasound (EBUS) memiliki banyak keunggulan, terutama dalam diagnosis kanker paru-paru serta kondisi toraks lainnya. Berikut beberapa keunggulan utama EBUS:

  • Minimal invasif. Dengan menggunakan ultrasound sebagai panduan, EBUS dapat meminimalkan komplikasi penusukan di area yang sensitif seperti paru-paru yang berdekatan dengan jantung dan pembuluh darah.

  • Pencitraan real-time. EBUS memberikan visualisasi real-time dari struktur di dalam dan di sekitar saluran napas.

  • Sensitivitas diagnostik tinggi. Tingkat keberhasilan dan sensitivitas EBUS dalam mendeteksi kanker paru-paru sangat tinggi, dengan angka sensitivitas mencapai lebih dari 95%. Ini berarti EBUS sangat efektif dalam menegakkan diagnosis yang akurat​.

  • Staging yang komprehensif. Sampel biopsi yang diambil melalui EBUS berguna untuk mengevaluasi stadium kanker paru, terutama dalam kasus stadium awal (early stage). Hal ini penting untuk menentukan pilihan perawatan yang paling tepat, seperti apakah reseksi tumor dapat dilakukan atau tidak.

  • Prosedur rawat jalan. EBUS umumnya dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien tidak perlu dirawat inap.

 

Prosedur Endobronchial Ultrasound

Prosedur EBUS mirip dengan prosedur bronkoskopi paru pada umumnya. Tahapan utama dalam melakukan EBUS meliputi:

 

1. Indikasi Medis

Pasien harus memiliki indikasi medis yang jelas untuk menjalani EBUS, seperti kecurigaan adanya pembesaran kelenjar getah bening atau lesi di luar dinding saluran napas yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

 

2. Evaluasi Kondisi Pasien   

Memastikan tidak ada kontraindikasi berat yang dapat memengaruhi keselamatan selama prosedur, seperti kondisi jantung atau paru-paru yang parah.

 

3. Pelaksanaan Prosedur

Bronkoskop dimasukkan melalui mulut atau hidung ke dalam saluran napas. Dengan bantuan ultrasound, dokter dapat melihat struktur di dalam dan sekitar saluran napas dari area yang dicurigai secara real-time.

 

4. Pengambilan Sampel dan Penyelesaian

Jika ditemukan lesi yang mencurigakan, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) tersebut. Setelah sampel diambil dan dipastikan tidak ada perdarahan, dokter akan mengeluarkan bronkoskop dengan hati-hati dari saluran napas pasien.

 

Risiko Komplikasi Endobronchial Ultrasound

EBUS adalah prosedur dengan risiko yang sangat rendah dan secara umum kurang dari 3%. Adapun dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Paru-paru kolaps.

  • Masalah pernapasan lainnya.



Apabila Anda atau kerabat memiliki faktor risiko dan gejala yang mengarah pada penyakit paru-paru, segera konsultasikan pada Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat untuk kondisi Anda. Penting untuk diketahui bahwa informasi mengenai alat diagnosa kanker di atas tidak mewakili penanganan secara spesifik. 

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker paru-paru dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan dan ketersediaan tenaga medis masing-masing rumah sakit. Dokter dan tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-ginanjar-arum-desianti-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ginanjar Arum Desianti, SpP (K)

Pulmonologi (Paru)

Subspesialis Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-rio-hermawan-sprad-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rio Hermawan, SpRad (K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-sudianto-sprad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Sudianto, SpRad

Radiologi

Spesialis Radiologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail