Mengenal Gips untuk Patah Tulang, Manfaat, dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Gips untuk Patah Tulang, Manfaat, dan Prosedurnya

22 Agustus 2024 7 menit waktu baca
gips untuk patah tulang

Gips adalah perangkat medis untuk melindungi dan menopang tulang maupun sendi yang cedera, seperti patah tulang (fraktur). Perangkat ini digunakan untuk imobilisasi (membatasi gerakan) tulang yang patah, sehingga proses pemulihannya bisa berjalan optimal. Guna mengetahui jenis, manfaat, prosedur pemasangan, hingga perawatan gips untuk patah tulang selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel di bawah ini.

 

Apa itu Gips?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa gips adalah perangkat medis yang digunakan untuk menopang serta melindungi tulang atau sendi yang terdampak akibat fraktur (patah tulang). Perangkat ini dapat menjaga bagian ujung tulang yang patah agar tetap pada posisinya. Selain itu, gips juga bisa membantu mencegah maupun menurunkan kontraksi otot di area tubuh yang mengalami cedera, serta mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

 

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis fraktur bisa menggunakan gips untuk membantu proses pemulihannya. Perangkat ini biasanya tidak digunakan pada kondisi patah tulang rusuk dan patah tulang selangka. Area fraktur yang mengalami pembengkakan juga tidak disarankan untuk menggunakan gips karena dikhawatirkan bisa menghambat sirkulasi darah pada bagian tubuh tersebut.

 

Berbagai Jenis Gips untuk Patah Tulang

 

Pada dasarnya, gips terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan lembut yang menempel pada kulit dan lapisan keras untuk melindungi area yang cedera. Lapisan bagian dalam gips umumnya terbuat dari kapas atau bahan sintetis yang berfungsi memberikan bantalan pada tulang.

 

Selain itu, terdapat juga gips yang lapisan bagian dalamnya terbuat dari bahan antiair, sehingga memungkinkan pasien, terutama anak-anak, untuk melakukan aktivitas yang melibatkan air dengan mudah. Namun, gips yang terbuat dari bahan antiair tidak bisa langsung digunakan setelah pasien menjalani operasi. Pasien baru bisa menggunakan gips ini jika area cedera sudah tidak terlalu bengkak.

 

Di sisi lain, gips juga bisa dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan bahan yang digunakan pada lapisan bagian luarnya, yaitu gips plester dan gips fiberglass. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

 

  • Gips plester. Jenis gips yang relatif lebih murah dan mudah dicetak dibandingkan dengan gips berbahan fiberglass.

  • Gips fiberglass. Jenis gips ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya sebagai berikut:

 

    • Lebih ringan.

    • Lebih tahan lama.

    • Memiliki struktur yang berpori-pori sehingga sirkulasi udaranya cenderung lebih baik.

    • Sinar-X bisa menembus gips berbahan fiberglass dengan lebih baik dibandingkan dengan gips plester. Dengan begitu, gips fiberglass dapat memudahkan dokter untuk memantau proses penyembuhan patah tulang dengan sinar-X.

    • Memiliki warna, corak, dan desain yang lebih beragam.

 

Tak hanya dari segi bahan, jenis gips juga dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Bentuk gips ini biasanya akan disesuaikan dengan lokasi tulang yang patah. Berikut adalah beberapa jenis gips yang dibedakan berdasarkan bentuknya:

 

  • Short arm cast: Gips yang dipasang di bawah siku ke arah tangan untuk menangani patah pergelangan tangan.

  • Short leg cast: Dipasang di bawah lutut hingga ke tungkai untuk menangani patah tungkai kaki.

  • Bilateral long leg hip spica cast: Dipasang dari dada ke kaki untuk menangani patah tulang panggul.

 

Manfaat Gips untuk Patah Tulang

 

Manfaat utama gips adalah untuk membantu mengoptimalkan proses penyembuhan fraktur (patah tulang) dengan cara imobilisasi atau membatasi pergerakan bagian tubuh yang mengalami cedera. Di samping itu, beberapa manfaat gips untuk patah tulang lainnya adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga bagian ujung tulang yang patah agar tetap pada posisi normal atau posisi fisiologisnya. Dengan begitu, tulang yang patah bisa tersambung kembali di posisi seharusnya.

  • Membantu meredakan nyeri yang kerap muncul ketika area tulang yang patah digerakkan.

  • Mencegah kerusakan jaringan yang berada di sekitar area cedera.

 

Prosedur Pemasangan Gips untuk Patah Tulang

 

Pertama-tama, dokter akan terlebih dahulu mengarahkan pasien untuk menjalani tes pencitraan, seperti sinar-X, guna menegakkan diagnosis fraktur dan mencari tahu jenis patah tulang yang terjadi. Gips biasanya tidak digunakan jika area yang cedera masih mengalami pembengkakan atau tingkat keparahan fraktur masih tergolong ringan.

 

Jika diperlukan pemasangan gips, dokter akan mereposisi atau mengembalikan posisi  tulang-tulang yang patah agar berada di posisi yang tepat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui prosedur reduksi tertutup dan tindakan operasi (reduksi terbuka).

 

Pada prosedur reduksi tertutup (closed reduction), dokter akan meluruskan tulang dari bagian luar area yang cedera dengan menekan fragmen tulang ke posisi yang seharusnya. Prosedur ini biasanya membutuhkan obat antinyeri dan penenang (sedatif). Di sisi lain, tindakan operasi akan dilakukan pada kasus patah tulang yang lebih rumit atau serius.

 

Setelah itu, dokter dapat memasang gips melalui langkah-langkah berikut ini:

 

  • Memasang stockinette (perban ringan yang elastis) di sekitar area tulang yang patah.

  • Memasang lapisan bantalan yang terbuat dari kapas atau bahan lembut lain pada area yang cedera.

  • Membungkus bagian tubuh yang cedera dengan lapisan luar gips, baik yang berbahan dasar plester maupun fiberglass. Lapisan luar tersebut awalnya memang tampak lembap, namun akan mengering setelah 10–15 menit dan mengeras dalam kurun waktu 1–2 hari. Selama periode tersebut, pasien disarankan untuk selalu berhati-hati karena plester bisa retak atau pecah saat mulai mengeras.

  • Terkadang, dokter akan membuat sayatan kecil pada lapisan luar gips untuk memberikan ruang yang cukup jika sewaktu-waktu terjadi pembengkakan.

 

Perawatan Gips untuk Patah Tulang

 

Selama menggunakan gips, pasien dapat menggunakan alat bantu, seperti sling (penyangga lengan) atau tongkat agar lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakan yang kerap muncul karena penggunaan gips yang kencang.

 

Merupakan hal yang normal jika pada 48–72 jam pertama dari pemasangan gips bagian yang cedera akan sedikit bengkak. Maka dari itu, penting untuk melakukan perawatan mandiri guna mengatasi pembengkakan selama menggunakan gips, yaitu sebagai berikut:

 

  • Mengangkat bagian tubuh yang mengalami pembengkakan sedikit lebih tinggi dari jantung, terutama saat sedang berbaring dengan cara menggunakan bantal atau barang lain untuk menjadi penyangga. Apabila gips dipasangkan pada kaki, posisikan tubuh sedikit lebih rendah atau gunakan kursi recline (duduk dalam posisi bersandar). Hal ini penting dilakukan selama 24–72 jam pertama setelah pemasangan gips. 

  • Meletakkan kompres dingin pada gips. Taruh es pada kantong plastik (ice pack) yang sudah dibungkus dan letakkan di area gips pada beberapa titik selama 20 menit setiap 2 jam. Penting untuk membungkus es agar gips tidak basah.

  • Menggerakkan jari tangan atau jari kaki pada bagian tubuh yang cedera secara perlahan tapi sering untuk mencegah kekakuan pada otot dan sendi.

 

Di sisi lain, penting pula bagi pasien untuk merawat dan menjaga gips yang digunakan agar tetap dalam kondisi yang baik. Dalam hal ini, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pasien dalam merawat gips untuk patah tulang, di antaranya:

 

  • Memeriksa kondisi gips secara rutin. Perhatikan apabila sudah terjadi kerusakan pada gips.

  • Hindari menggaruk kulit di bawah gips dengan memasukkan benda yang runcing. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Jika merasa gatal, gunakan pengering rambut (hair dryer) mode dingin dan arahkan anginnya ke bawah gips. 

  • Menjaga kebersihan gips.

  • Memastikan gips tidak terlalu sering terkena air dan dalam kondisi yang lembap karena dapat menyebabkan iritasi serta infeksi. Saat mandi, bungkus gips dengan 2 lapisan plastik yang direkatkan pada solatip atau karet untuk mencegah air masuk. Penting pula untuk menghindari berenang atau berendam selama penggunaan gips.

  • Apabila gips sudah terlanjur terkena air, keringkan bagian dalam gips dengan pengering rambut menggunakan mode dingin untuk mencegah iritasi hingga luka bakar pada kulit.

  • Menghindari memasukkan losion, bedak, atau salep ke bagian bawah gips.

  • Menghindari memberikan tekanan berlebih pada gips.

  • Tidak mengubah posisi atau melepas gips sendirian.

 

Sementara itu, segera hubungi dokter apabila mengalami tanda-tanda bahaya (warning signs) terkait gips berikut ini:

 

  • Rasa sakit yang terjadi terus menerus dan terasa semakin memburuk.

  • Perubahan warna kulit di atas maupun di bawah gips menjadi kebiruan. 

  • Bagian tubuh yang dipasang gips terasa atau teraba dingin.

  • Muncul aroma tidak sedap dari bawah gips dan terdapat luka di area yang dipasang gips.

  • Gips rusak dan pecah.

  • Mati rasa dan kesemutan di tangan atau kaki. 

  • Sensasi terbakar dan menyengat. 

  • Pembengkakan berlebihan di bawah gips. 

  • Hilangnya kemampuan gerakan aktif jari kaki atau jari tangan. 

 

Dapat disimpulkan bahwa gips merupakan perangkat medis yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan proses pemulihan patah tulang. Di samping itu, jika membutuhkan perawatan lebih lanjut terkait dengan kondisi patah tulang, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) dari Siloam Hospitals.

 

Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari layanan Siloam at Home untuk membantu mengembalikan fungsi tubuh setelah mengalami patah tulang. Paket ini bisa memudahkan Anda untuk melakukan terapi fisik bersama fisioterapis berpengalaman tanpa perlu keluar rumah.

 

Siloam at Home (1)

 

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail