Proses Penyembuhan Patah Tulang & Prosedur Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Proses Penyembuhan Patah Tulang & Prosedur Pengobatannya

23 Oktober 2025 6 menit waktu baca
proses penyembuhan patah tulang

Fraktur adalah kondisi ketika tulang menjadi retak, patah, atau pecah menjadi beberapa bagian sehingga turut mengubah bentuk tulang. Untuk mengembalikan bentuk dan fungsi tulang yang patah, tubuh akan melakukan proses regenerasi secara bertahap. Lantas, bagaimana proses penyembuhan patah tulang? Mari simak artikel berikut untuk mengetahui proses penyembuhan fraktur tulang selengkapnya.

 

Proses Penyembuhan Patah Tulang

 

Lama atau durasi proses penyembuhan patah tulang dapat berbeda-beda di setiap individu, tergantung pada usia, kondisi kesehatan tubuh, asupan nutrisi, aliran darah ke tulang, tingkat keparahannya, serta jenis perawatan yang diterima. Secara umum, proses penyembuhan patah tulang yang tergolong ringan dapat berlangsung selama 4–5 bulan.

 

Sementara itu, pada kasus patah tulang yang tergolong parah, dibutuhkan waktu selama kurang lebih 1 tahun hingga pulih sepenuhnya. Dalam proses penyembuhannya, tulang yang patah akan mengalami proses regenerasi yang terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

 

1. Tahap Perdarahan dan Peradangan

 

Tahap perdarahan dan peradangan terjadi ketika tulang baru mengalami fraktur. Setelah berlangsung selama beberapa jam hingga hari, perdarahan tersebut akan mereda secara perlahan karena adanya proses pembekuan darah di area patah tulang. Saat terjadi peradangan, bagian tubuh yang mengalami patah tulang akan terlihat kemerahan, bengkak, dan terasa sangat nyeri.

 

Hal ini dapat terjadi karena proses peradangan sendiri merupakan mekanisme penyembuhan alami yang dilakukan oleh tubuh. Tubuh pun akan mendapatkan sinyal dari otak untuk tidak menggerakkan atau menggunakan bagian tubuh yang mengalami peradangan sehingga dapat mempercepat proses pemulihan.

 

2. Tahap Reparatif

 

Selanjutnya, proses penyembuhan patah tulang akan memasuki tahap reparatif. Umumnya, tahap ini dimulai sekitar satu minggu setelah mengalami patah tulang. Melalui tahap reparatif, darah yang beku akan diganti dengan jaringan fibrosa dan tulang rawan (kalus lunak).

 

Sebagai informasi, kalus lunak merupakan jaringan yang sebagian besar tersusun dari kolagen dan dibuat oleh sekelompok sel khusus yang disebut dengan kondroblas. Selanjutnya, kalus lunak tersebut mulai menyatukan bagian-bagian tulang yang patah.

 

Namun, perlu diketahui bahwa tulang yang sudah mulai menyatu ini masih belum cukup kuat untuk digunakan oleh tubuh sehingga penderita tidak boleh memberikan tekanan atau beban berlebih pada tulang tersebut. Setelah kalus lunak terbentuk dan menyatukan tulang-tulang yang patah, maka berikutnya akan muncul sel osteoblas yang berfungsi untuk membentuk tulang keras.

 

Sel tersebut akan mengisi rongga-rongga yang masih kosong serta menambahkan zat mineral ke dalam jaringan tulang yang baru. Dalam beberapa minggu setelahnya, kalus lunak akan mulai diganti dengan kalus keras untuk memadatkan jaringan tulang. Proses ini biasanya berlangsung 2–6 minggu setelah terjadi patah tulang.

 

3. Tahap Remodeling

 

Tahap terakhir dari proses penyembuhan patah tulang adalah tahap remodeling, yaitu proses ketika kalus keras secara berkelanjutan berubah bentuk dan menjadi lebih padat hingga membentuk tulang asli yang baru. Sirkulasi atau peredaran darah di sekitar area patah tulang pun juga semakin membaik.

 

Tulang baru umumnya berukuran lebih besar karena terdapat jaringan berlebih dari sel osteoblas. Oleh karena itu, tubuh akan menghasilkan sel osteoklas yang berfungsi untuk memecah jaringan berlebih tersebut untuk membuat tulang kembali ke bentuk aslinya. Umumnya, tahapan ini dimulai sekitar 6 minggu setelah terjadi patah tulang dan akan berlangsung selama beberapa bulan atau hingga bertahun-tahun ke depan.

 

Ciri-Ciri Patah Tulang Mau Sembuh

 

Secara umum, terdapat sejumlah kondisi yang menandakan patah tulang akan segera sembuh, seperti:

 

  • Rasa nyeri semakin berkurang walaupun tanpa mengonsumsi obat pereda nyeri.

  • Dapat bergerak lebih leluasa.

  • Pembengkakan pada area patah tulang mulai mereda.

  • Memar di sekitar area patah tulang semakin berkurang.

 

Prosedur Pengobatan Patah Tulang

 

Pada dasarnya, tujuan utama dari dilakukannya prosedur pengobatan patah tulang adalah untuk mempercepat proses penyembuhan patah tulang, meredakan rasa nyeri, serta mencegah risiko terjadinya sejumlah komplikasi. Namun, perlu diketahui bahwa prosedur pengobatan patah tulang perlu dilakukan secara medis, bukan dengan pengobatan alternatif.

 

Pasalnya, pengobatan alternatif tanpa pengawasan langsung dari dokter justru dapat memperburuk rasa nyeri serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Berikut adalah sejumlah prosedur pengobatan medis yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk menangani patah tulang:

 

A. Penggunaan Gips

 

Gips merupakan alat bantu kesehatan yang umum digunakan untuk mendukung proses penyembuhan patah tulang tanpa pembedahan. Dokter biasanya akan memasang gips setelah pembengkakan di area patah tulang sudah mulai mereda. Pemasangan gips yang kencang saat area patah tulang masih mengalami pembengkakan justru dapat menghambat sirkulasi darah ke area yang mengalami cedera.

 

Oleh karena itu, saat masih terdapat pembengkakan, dokter dapat menggunakan bidai atau belat untuk mencegah pergerakan di area patah tulang. Pada dasarnya, gips berfungsi untuk menjaga bagian ujung tulang yang patah agar tetap berada pada posisi seharusnya. Selain itu, penggunaan gips ini juga bertujuan untuk meminimalkan pergerakan bagian tubuh yang mengalami patah tulang sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan optimal.

 

B. Penggunaan Traksi

 

Traksi merupakan alat yang terdiri dari katrol, pemberat, senar, serta rangka logam yang dapat dipasang di atas tempat tidur. Alat ini digunakan untuk menyangga serta meregangkan tendon dan otot di sekitar tulang yang patah guna membantu menyejajarkan posisi tulang dan mempercepat proses penyembuhan. Penggunaan traksi biasanya dilakukan untuk membantu menstabilkan struktur tulang yang patah sebelum menjalani prosedur operasi.

 

C. Penggunaan Obat-obatan

 

Untuk membantu mengatasi keluhan yang dialami oleh pasien patah tulang, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat, seperti:

 

  • Obat analgesik, seperti parasetamol untuk membantu meredakan rasa nyeri. Pada beberapa kasus patah tulang yang menyebabkan rasa nyeri hebat tak tertahankan, dokter dapat meresepkan obat analgesik yang lebih kuat seperti morfin atau tramadol.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen untuk meredakan rasa nyeri serta mengurangi peradangan.

  • Antibiotik, untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi bakteri. Obat antibiotik biasanya diberikan pada kasus patah tulang terbuka.

 

D. Tindakan Operasi

 

Pada kasus patah tulang yang tergolong parah, dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani prosedur pembedahan. Tindakan medis ini bertujuan untuk mengembalikan tulang yang patah ke posisi semula. Lalu, untuk menahan patahan tulang tersebut agar tetap pada posisinya, dokter dapat memasang pen, screw, atau perangkat yang terbuat dari logam di sekitar tulang tersebut, baik di dalam (fiksasi internal) maupun di luar (fiksasi eksternal).

 

E. Fisioterapi

 

Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk membantu mengembalikan fungsi pergerakan normal tubuh agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-harinya. Selain itu, terapi ini juga dapat membantu meringankan rasa nyeri dan kekakuan permanen yang kerap dialami oleh pasien patah tulang.

 

Penting untuk diingat bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Proses penyembuhan patah tulang pada setiap pasien pun dapat berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor, salah satunya tingkat keparahannya.

 

Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Spesialis Orthopaedi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait penyembuhan patah tulang serta saran penanganan yang tepat sesuai kondisi tubuh.

 

Sebagai informasi, setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi - Homecare yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian tenaga medis akan datang ke rumah Anda sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail