Mengenal Jenis-Jenis Fraktur pada Tulang dan Diagnosisnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Jenis-Jenis Fraktur pada Tulang dan Diagnosisnya

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
Jenis-jenis fraktur

Ketika seseorang mengalami fraktur, dokter perlu melakukan diagnosis yang akurat guna menentukan pengobatan yang tepat. Selain itu, dokter juga perlu memastikan jenis fraktur yang dialami pasien, sehingga penanganan yang dilakukan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Dengan begitu, proses penyembuhan fraktur pun akan berjalan optimal.

 

Mari simak lebih lanjut penjelasan tentang macam-macam fraktur dan cara diagnosisnya dalam artikel berikut ini.

 

Mengenal Jenis-Jenis Fraktur

 

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi di mana keutuhan struktur tulang dalam tubuh terganggu atau terputus. Kondisi ini dapat terjadi pada tulang di berbagai bagian tubuh, namun lebih sering terjadi pada tulang tangan, pinggul, selangka, lengan atas, dan kaki.

 

Fraktur sering kali disebabkan oleh benturan keras akibat kecelakaan atau gerakan yang dilakukan secara berulang, di mana tulang mendapatkan tekanan atau benturan yang kekuatannya lebih besar daripada ketahanan tulang itu sendiri.

 

Namun nyatanya, pada kasus-kasus tertentu, fraktur dapat terjadi bahkan hanya dengan benturan ringan, terutama pada saat tulang sudah mengalami pengeroposan, seperti yang sering terjadi pada kondisi osteoporosis.

 

Terdapat beberapa jenis patah tulang atau fraktur, yakni fraktur terbuka, tertutup, lengkap, dan tidak lengkap. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing fraktur yang perlu diketahui.

 

1. Jenis Fraktur Terbuka

 

Jenis yang pertama adalah fraktur terbuka (open/compound fracture). Ini adalah jenis fraktur di mana bagian ujung tulang yang patah mengalami robek dan menembus permukaan kulit. Akibatnya, tulang yang patah serta jaringan yang berada di bawah kulit dapat terlihat dari luar.

 

2. Jenis Fraktur Tertutup

 

Sebaliknya, fraktur atau patah tulang tertutup (close/simple fracture) adalah jenis fraktur di mana bagian ujung dari tulang yang patah tidak sampai mengakibatkan robekan pada kulit (kulit masih utuh), sehingga jaringan di bawah kulit maupun tulang yang patah tidak terlihat dari luar.

 

3. Jenis Fraktur Tidak Lengkap

 

Fraktur tidak lengkap (incomplete fracture) adalah jenis fraktur di mana tulang tidak mengalami patah atau terputus sepenuhnya, namun hanya sekadar retak. Fraktur atau patah tulang tidak lengkap terbagi menjadi beberapa tipe, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Buckle atau torus fracture: Kondisi ketika patah tulang tidak sampai memisahkan tulang menjadi dua bagian, tetapi bagian tulang yang retak akan menonjol.

  • Greenstick fracture: Kondisi ketika salah satu sisi tulang retak dan bengkok. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak.

  • Hairline fracture atau stress fracture: Kondisi ketika tulang mengalami retak cukup tipis, hanya terlihat seperti garis rambut.

 

4. Jenis Fraktur Lengkap

 

Patah tulang lengkap (complete fracture) adalah jenis fraktur di mana tulang patah atau terputus sepenuhnya menjadi dua bagian atau lebih. Fraktur atau patah tulang lengkap terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain:

 

  • Displaced fracture: Kondisi ketika tulang patah hingga remuk berkeping-keping dan keluar dari tempat atau posisi aslinya.

  • Nondisplaced fracture: Kondisi ketika tulang patah hingga remuk berkeping-keping tetapi tidak keluar dari posisi aslinya. Tipe fraktur ini merupakan kebalikan dari displaced fracture.

  • Segmental fracture: Kondisi ketika tulang patah menjadi dua bagian yang tidak saling berkaitan, namun ada bagian tulang yang terlihat melayang di antara kedua bagian tulang patah tersebut.

  • Comminuted fracture: Kondisi ketika tulang patah atau hancur menjadi tiga bagian atau lebih.

  • Avulsion fracture: Kondisi ketika tulang di dekat tendon atau ligamen patah, sehingga tendon atau ligamen tersebut menarik potongan tulang yang patah menjauhi bagian utama tulang.

  • Compression fracture: Kondisi ketika tulang hancur atau remuk akibat adanya tekanan.

  • Transverse fracture: Fraktur yang garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang. Pola patah tulangnya membentuk garis lurus.

  • Oblique fracture: Fraktur yang garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang.

  • Spiral fracture: Dikenal juga dengan sebutan fraktur torsi, merupakan jenis patah tulang yang terjadi karena gaya rotasi atau puntiran.

 

Diagnosis Fraktur

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui tentang keluhan, riwayat kesehatan, serta riwayat cedera yang dialami pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area tubuh yang mengalami fraktur.

 

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan menyentuh dan menggerakan area yang diduga mengalami patah tulang. Kemudian, untuk membantu penegakan diagnosis, dokter pun akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Foto rontgen.

  • CT scan atau MRI.

  • Bone scan (tes pemindaian tulang).

  • Pemeriksaan darah.

  • Pemeriksaan kepadatan tulang (bone mineral densitometry).

 

Setelah menjalani pengobatan, pasien patah tulang biasanya akan pulih dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Selama proses pemulihan, pasien wajib melakukan kontrol secara rutin sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter untuk memantau perkembangan kondisi tulang yang patah.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa jenis fraktur serta cara mendiagnosisnya yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda mengalami cedera yang mengarah pada kondisi patah tulang, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.

 

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang. Sebagai pusat unggulan ortopedi, Siloam Hospitals Mampang menawarkan perawatan hingga terapi rehabilitasi bagi anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami gangguan pada tulang, sendi, ligamen, atau otot. Rumah sakit ini juga didukung oleh tim ahli ortopedi serta kedokteran fisik dan rehabilitasi yang profesional dan kompeten.

 

Apabila ingin melakukan perawatan terkait dengan gangguan tulang di rumah, Anda dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home. Paket ini memungkinkan Anda untuk menjalani terapi fisik atau rehabilitasi dari rumah dan didampingi langsung oleh tim profesional.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan paket serta menikmati berbagai layanan kesehatan kesehatan lainnya, seperti membuat janji temu hingga mengecek hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail