Kesehatan Tubuh
Kenali IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan Standar Responsnya

Table of Contents
Beberapa kondisi medis memang memerlukan penanganan secepat mungkin, seperti nyeri dada mendadak, kesulitan bernapas, perdarahan hebat, stroke, atau cedera serius akibat kecelakaan. Di sinilah peran IGD diperlukan. IGD adalah unit vital di rumah sakit yang berfungsi menangani pasien dengan kondisi darurat atau mengancam nyawa.
Di IGD, pasien mendapatkan pemeriksaan cepat dan tindakan medis awal yang tepat sehingga risiko komplikasi atau kematian dapat diminimalkan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang fungsi IGD, sistem triase, kondisi yang ditangani, serta fasilitas yang tersedia, simak artikel berikut ini.
Apa Itu IGD?
Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah bagian penting di rumah sakit yang dirancang untuk menangani pasien dengan kondisi darurat atau yang berisiko mengancam nyawa. Tidak semua pasien di IGD berada dalam kondisi yang sama, sehingga tenaga medis akan terlebih dahulu menilai tingkat kegawatannya sebelum menentukan prioritas penanganan.
Dalam praktiknya, pasien dengan kondisi paling kritis akan ditangani lebih dulu, meskipun datang lebih lambat. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat urgensi medisnya. IGD bertindak sebagai pusat penentuan prioritas medis.
Sistem Triase di IGD
Perlu diketahui bahwa pelayanan di IGD tidak menggunakan sistem antrean, melainkan menerapkan sistem triase. Triase di IGD berfungsi menilai tingkat kegawatan pasien dan menentukan prioritas perawatan. Sistem ini memastikan pasien kritis mendapat penanganan segera, sementara pasien yang lebih stabil tetap menerima perawatan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Salah satu sistem triase yang banyak digunakan adalah emergency severity index (ESI) yang membantu menilai kebutuhan pasien secara cepat dan mengalokasikan sumber daya rumah sakit secara efisien. Berikut tingkatan/levelnya:
1. Level 1 (Darurat Tinggi)
Pasien yang membutuhkan tindakan penyelamat nyawa segera, seperti henti napas, henti jantung, syok berat, atau kondisi yang memerlukan resusitasi dan intervensi jalan napas segera.
2. Level 2 (Risiko Tinggi)
Pasien yang berisiko memburuk dengan cepat atau memerlukan banyak sumber daya rumah sakit. Tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, laju napas, suhu, saturasi oksigen tidak stabil.
3. Level 3–5 (Prioritas Rendah hingga Stabil)
Kondisi yang relatif stabil, di mana pasien masih dapat menunggu, meskipun tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dalam kondisi darurat massal, seperti kecelakaan besar, sistem triase sering dilengkapi dengan penandaan warna untuk mempercepat identifikasi pasien:
-
Hijau (Minimal): Kondisi cedera ringan.
-
Kuning (Tertunda/Delayed): Kondisi cedera serius namun tidak mengancam nyawa
-
Merah (Segera/Immediate): Kondisi cedera serius yang mengancam nyawa, pasien membutuhkan perawatan segera.
-
Abu-abu (Expectant): Kondisi cedera sangat parah sehingga kemungkinan selamat rendah dengan sumber daya yang tersedia.
-
Hitam (Meninggal/Dead): Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Sistem triase, baik di IGD reguler maupun saat darurat massal, membantu tenaga medis menentukan prioritas tindakan dengan cepat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan memastikan pasien dengan kondisi paling kritis mendapatkan penanganan tepat waktu.
Kondisi Gawat Darurat yang Membutuhkan Penanganan di IGD
Tidak semua kondisi kesehatan memerlukan perawatan di IGD. Unit ini khusus melayani kondisi yang membutuhkan penanganan medis cepat untuk mencegah risiko kematian atau komplikasi. Beberapa kondisi darurat yang paling sering ditemui meliputi:
-
Demam tinggi di atas 37.5 derajat Celsius.
-
Diare berat hingga menyebabkan dehidrasi.
-
Nyeri dada mendadak yang dapat menjadi pertanda serangan jantung atau gangguan jantung serius lainnya.
-
Kesulitan bernapas yang berat atau sesak napas yang mengancam keselamatan pasien.
-
Gejala stroke, seperti kelemahan tiba-tiba pada wajah atau anggota tubuh, kesulitan berbicara, atau hilangnya keseimbangan.
-
Perdarahan hebat yang sulit dihentikan atau perdarahan internal.
-
Kejang.
-
Cedera kepala atau trauma serius akibat kecelakaan, benturan, atau jatuh dari ketinggian.
-
Reaksi alergi berat (anafilaksis), seperti pembengkakan, kesulitan bernapas, atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, termasuk setelah konsumsi makanan atau obat.
Tenaga Medis dan Fasilitas di IGD
IGD dilengkapi dengan tenaga medis yang terlatih dalam menangani kondisi gawat darurat. Tim di IGD biasanya terdiri dari dokter umum atau dokter jaga IGD, perawat IGD, dan petugas penunjang lain yang siap bekerja cepat. Sementara itu, beberapa contoh alat medis dan fasilitas penting yang biasanya tersedia di IGD meliputi:
-
Kursi roda.
-
Tempat tidur dorong (trolley) dengan tabung oksigen.
-
Alat penyedot lendir (suction elektrik).
-
Alat pengukur oksigen darah (pulse oximeter).
-
Alat ukur tekanan darah.
-
Termometer untuk mengukur panas tubuh.
-
Infus dan alat pemberian obat cair (infusion pump).
-
Defibrillator dan troli resusitasi untuk penanganan henti jantung.
-
Alat bantu pernapasan untuk dewasa, anak, dan bayi.
-
Pemanas bayi (infant radiant warmer) untuk bayi baru lahir.
Keberadaan fasilitas ini ditujukan agar setiap pasien mendapatkan diagnosis cepat, tindakan awal yang tepat, dan rencana perawatan lanjutan jika diperlukan. Dengan adanya peralatan dan fasilitas lengkap, IGD dapat menangani berbagai keadaan darurat mulai dari luka berat, masalah jantung, sesak napas, hingga perawatan bayi yang memerlukan perhatian khusus.
Apakah IGD dan UGD Berbeda?
Pada dasarnya, UGD atau Unit Gawat Darurat juga termasuk bagian dari IGD. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu sebagai tempat untuk menangani kondisi darurat medis dengan layanan 24 jam. Namun, dari segi fasilitas, IGD memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan terkadang didukung oleh dokter spesialis tertentu. Sementara UGD memiliki cakupan yang lebih kecil.
Demikian pembahasan seputar IGD, termasuk standar waktu respons, sistem triase, hingga fasilitas yang tersedia. Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak bisa menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami kondisi darurat, seperti nyeri dada mendadak, kesulitan bernapas, atau cedera serius, sebaiknya segera kunjungi IGD di Siloam Hospitals terdekat atau hubungi emergensi 1-500-911 untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.
Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
StatPearls. Emergency Department Triage. Diakses pada 2026 | Indonesian Journal of Global Health Research. Literature Review: The Triage Optimization with Emergency Severity Index (ESI) Impact on Emergency Department Quality of Care. Diakses pada 2026 | Journal of Language and Health. Best Practice Pelayanan Instalasi Gawat Darurat RS Mata Cicendo dalam Perspektif Manajemen Mutu Rumah Sakit. Diakses pada 2026 | Jurnal Abdimas Pamenang. Peran Instalasi Gawat Darurat dan Fungsi Triage di Instalasi Gawat Darurat. Diakses pada 2026 | Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara. Edukasi Alur Pelayanan IGD Rumah Sakit di Mesjid Husnul Khotimah Kota Pekanbaru. Diakses pada 2026 | Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan. Response Time Perawat dan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit QIM Batang. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Medical Emergency. Diakses pada 2026 | PubMed Central. Going vertical: triage flags improve extraction times for priority patients. Diakses pada 2026 | MUHS. Instruments and Equipments General Surgery. Diakses pada 2026 | PubMed Central. Medical and Surgical Devices in The Emergency and Trauma Patient: What The Radiologist Should Know, and How They Can Add Value. Diakses pada 2026 | Kementerian Kesehatan RI. Efektivitas Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Emergency Response Time. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






