Jadwal Vaksin Orang Dewasa Berdasarkan Rekomendasi PAPDI
Kesehatan Tubuh

Jadwal Vaksin Orang Dewasa Berdasarkan Rekomendasi PAPDI

04 November 2024 7 menit waktu baca
vaksin dewasa

Vaksin adalah senyawa atau zat yang didapatkan dari mikroorganisme yang telah diinaktivasi atau dilemahkan dan berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin dapat digunakan sebagai langkah pencegahan penyakit untuk berbagai kalangan usia, tidak terkecuali bagi orang dewasa. Lantas, bagaimana jadwal vaksinasi orang dewasa yang direkomendasikan? Mari simak informasinya dalam pembahasan berikut ini.

Jadwal Vaksinasi Orang Dewasa Berdasarkan Rekomendasi PAPDI

 

Dilansir dari rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tahun 2021, terdapat beberapa jenis vaksin yang dijadwalkan secara rutin untuk orang dewasa. Beberapa jenis vaksin tersebut, di antaranya sebagai berikut:

1. Influenza

Jenis vaksin pertama yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah vaksin influenza. Vaksin ini tersedia dalam bentuk quadrivalent atau trivalent sebanyak 1 dosis setiap tahun. Vaksin influenza dapat diberikan pada individu mulai dari usia 19 tahun ke atas.

 

Vaksin influenza disarankan bagi semua orang, tak terkecuali ibu hamil dan penderita kondisi medis tertentu, seperti pasien dengan gangguan sistem pernapasan kronis, penyakit ginjal kronis, gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), orang dengan sistem imun lemah/immunocompromised (seperti HIV/AIDS serta kanker), lansia dan sebagainya.

2. Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/Tdap)

Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Td/Tdap) pada orang dewasa pada dasarnya merupakan vaksin booster atau tambahan dari imunisasi Td/Tdap yang sudah diterima pada masa kanak-kanak. Pemberian booster Td/Tdap ini sangat penting mengingat adanya wabah difteri yang terjadi di beberapa daerah serta waning immunity setelah mendapatkan vaksinasi pertusis.

 

Sebagai informasi, waning immunity adalah kondisi ketika menurunnya kekebalan tubuh yang dihasilkan oleh vaksin seiring dengan berjalannya waktu. Orang dewasa bisa mendapatkan vaksin Td/Tdap sebanyak 1 kali dosis booster setiap 10 tahun sekali.

 

Orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap yang merupakan vaksin DTP dengan reduksi antigen difteri dan pertusis. Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler. Untuk mencegah tetanus neonatorum, status imunisasi tetanus bagi wanita usia subur WUS dan calon pengantin perempuan juga harus diperhatikan.

3. Varicella

Vaksin varicella merupakan jenis vaksin hidup yang diberikan untuk meminimalkan risiko terjadinya cacar air. Orang dewasa yang belum pernah terjangkit cacar air atau tidak memiliki kekebalan terhadap virus varicella dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi ini.

 

Sebab, gejala varicella pada orang dewasa umumnya cenderung lebih berat dibandingkan gejala varicella pada masa kanak-kanak. Vaksin varicella dapat diberikan pada orang dewasa sebanyak 2 dosis dengan interval selama 4–8 minggu.

 

Selain itu, vaksin ini juga sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan. Namun, vaksin varicella tidak diperkenankan untuk ibu hamil. Varicella dapat menyebabkan cacat janin bila infeksi primer terjadi pada trimester pertama kehamilan, sehingga dianjurkan diberikan sebelum menikah atau hamil. Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi terakhir.

4. Human Papillomavirus (HPV)

Bagi wanita, vaksin HPV tersedia dalam bentuk bivalent dan quadrivalent. Adapun waktu pemberian vaksin HPV yang terbaik untuk wanita adalah pada usia 9–26 tahun dan/atau sebelum aktif secara seksual. Vaksin ini juga bisa diberikan sampai berusia 55 tahun. Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

 

Perlu diingat, vaksinasi ini tidak menggantikan pemeriksaan pap smear/IVA yang dilakukan minimal untuk skrining kanker serviks. Adapun jadwal pemberian vaksin HPV untuk wanita adalah:

 

  • Bulan ke-0: 1 dosis.

  • Bulan ke-1 atau 2: 1 dosis.

  • Bulan ke-6: 1 dosis.

 

Selain untuk wanita, vaksin HPV juga dapat diberikan bagi pria dewasa. Pemberian vaksin HPV untuk pria dewasa hanya tersedia dalam bentuk quadrivalent dan diberikan pada usia 19–26 tahun sebanyak 3 dosis dengan ketentuan seperti berikut ini:

 

  • Bulan ke-0: 1 dosis.

  • Bulan ke-2: 1 dosis.

  • Bulan ke-6: 1 dosis.

5. MMR

MMR adalah jenis vaksin untuk mencegah risiko measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella (campak Jerman). Vaksin ini sangat direkomendasikan bagi tenaga kesehatan, orang yang tinggal di lingkungan padat, orang yang akan bepergian ke daerah tertentu, dan saat terjadi wabah. Adapun ketentuan pemberian vaksin MMR untuk orang dewasa adalah:

 

  • Jika belum pernah mendapatkan vaksin MMR pada masa kanak-kanak, seseorang akan mendapatkan 2 dosis MMR dengan interval 28 hari.

  • Jika sudah pernah mendapatkan vaksin MMR pada masa kanak-kanak, seseorang akan mendapatkan 1 dosis MMR.

 

Vaksin MMR dapat diberikan kepada perempuan sebelum menikah/hamil. Vaksin ini dapat membantu mencegah sindroma rubela kongenital, yaitu sekumpulan gejala yang disebabkan infeksi virus rubela pada janin selama masa kehamilan akibat ibu tidak mempunyai kekebalan terhadap virus rubela. Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi terakhir.

6. Hepatitis A

Vaksin hepatitis A adalah jenis vaksin yang direkomendasikan untuk semua individu. Secara umum, vaksin hepatitis A dapat diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6–12 bulan. Selain diberikan dalam imunisasi tunggal, vaksin hepatitis A juga bisa dikombinasikan dengan vaksin lain, yaitu:

 

  • Kombinasi hepatitis A dan hepatitis B: Diberikan sebanyak 3 dosis (bulan ke-0, 1, dan 6).

  • Kombinasi hepatitis A dan demam tifoid: Diberikan sebanyak 1 dosis pertama kombinasi. Kemudian, dilanjutkan dengan vaksin hepatitis A (pada bulan ke-6 sampai 12) dan tifoid (setiap 3 tahun) terpisah.

7. Hepatitis B

Semua orang dewasa disarankan untuk mendapatkan vaksin hepatitis B. Namun, sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan HbsAg terlebih dahulu. Vaksin hepatitis B untuk orang dewasa dapat diberikan sebanyak 3 dosis dengan ketentuan seperti berikut ini:

 

  • Bulan ke-0: 1 dosis.

  • Bulan ke-1: 1 dosis.

  • Bulan ke 6: 1 dosis.

8. Rabies

Jenis vaksin untuk orang dewasa selanjutnya adalah vaksin rabies. Vaksin ini pada dasarnya diberikan sebagai post-exposure prophylaxis. Artinya, vaksin rabies dapat segera diberikan ketika seseorang mengalami suatu kondisi yang berisiko tinggi memicu terjadinya rabies, seperti digigit oleh anjing yang terinfeksi rabies. Adapun pemberian vaksin rabies dapat dilakukan sebanyak 4 kali dosis dengan jadwal seperti berikut ini:

 

  • Hari ke-0: 2 dosis.

  • Hari ke-7: 1 dosis.

  • Hari ke-21: 1 dosis.

9. COVID-19

Jadwal vaksin COVID-19 dapat diberikan sesuai dengan jenis vaksinnya. Pemberian vaksin ini umumnya dilakukan pada individu berusia 18–60 tahun. Untuk anak-anak dan orang dengan kondisi tertentu, pemberian COVID-19 memiliki ketentuannya sendiri, sesuai dengan masing-masing merek vaksin yang hanya dapat diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya.

10. Vaksin Pneumokok

Vaksin pneumokok adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit akibat bakteri pneumokokus. Penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, infeksi aliran darah, dan meningitis. Vaksin ini harus diberikan kepada calon jemaah haji dan umrah sebagai pelindung sebelum berangkat haji/umrah.

 

Ada 2 jenis vaksin pneumokok yang diberikan, yaitu:

 

  • PVC13 (Pneumokokal Konjugat 13-valent), untuk semua orang berusia 50 tahun ke atas.

  • PPSV23 (Pneumokokal Polisakarida), untuk semua orang berusia 60 tahun ke atas.

 

Bagi individu yang belum pernah mendapatkan vaksin pneumokok, dianjurkan untuk pemberian PCV13 terlebih dahulu baru ditambah dengan PPSV23 dengan jeda minimal 1 tahun. Namun, bagi individu yang sudah pernah mendapat vaksinasi PPSV23 sebelumnya, vaksin PCV13 diberikan dengan jeda minimal 1 tahun setelah vaksin PPSV23 diberikan.

Jadwal Vaksin untuk Orang Dewasa Lainnya

Selain dari yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa jenis vaksin untuk orang dewasa lainnya yang direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Beberapa jenis vaksin tersebut, di antaranya:

 

  • Zoster: Diberikan sebanyak 1 dosis pada usia 60 tahun ke atas dengan atau tanpa episode Zoster sebelumnya. Vaksin Zoster merupakan vaksin hidup.

  • Meningitis meningokokal: Diberikan sebanyak 1 dosis untuk 2 tahun. Vaksin ini tidak diberikan secara rutin tetapi hanya diwajibkan kepada calon jemaah haji/umrah dan calon pelancong ke negara-negara tertentu, sesuai ketentuan. Namun, vaksin meningitis meningokokal juga dapat diberikan kepada ibu hamil dan menyusui (jika pertimbangan dokter melihat adanya manfaat yang diperoleh lebih besar dari risiko).

  • Demam tifoid: 1 dosis untuk 3 tahun dengan pengulangan vaksin diberikan setelah 10 tahun.

  • Yellow fever: Vaksin ini merupakan jenis vaksin hidup dan tidak rutin diberikan. Vaksin yellow fever hanya diberikan jika seseorang hendak pergi ke negara tertentu, dengan 1 dosis untuk 10 tahun.

  • Japanese encephalitis (JE): Diberikan sebanyak 1 atau 2 dosis dan hanya diberikan pada seseorang yang akan bepergian ke daerah endemik JE.

Rekomendasi Vaksinasi Orang Dewasa dengan Kondisi Tertentu

Seperti yang telah dijelaskan, orang dewasa dengan kondisi medis tertentu memiliki jadwal dan ketentuan pemberian vaksinasi yang berbeda daripada orang dewasa yang sehat. Berdasarkan rekomendasi PAPDI, berikut adalah anjuran pemberian vaksinasi untuk orang dewasa dengan indikasi medis atau kondisi tertentu:

Sumber: Rekomendasi PAPDI tahun 2021

 

Demikian informasi selengkapnya mengenai jadwal vaksin orang dewasa yang penting untuk dipahami. Namun, apabila menderita kondisi medis tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko munculnya efek samping yang serius dan bisa mengganggu kesehatan tubuh.

 

Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Tak perlu khawatir, tim dokter Siloam Hospitals sudah berpengalaman di bidangnya sehingga dapat memberikan Anda pelayanan kesehatan secara komprehensif dan sesuai kondisi tubuh.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik serta reservasi pertemuan dengan dokter pilihan. Aplikasi ini juga memungkinkan pasien untuk check in mandiri hingga antre secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

Sumber

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Jadwal Imunisasi Dewasa. Diakses pada 2024 | Australian Government Department of Health and Aged Care. Immunisation for Adults. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail