Jenis-Jenis Obat Asam Lambung yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Obat Asam Lambung yang Perlu Diketahui

22 Januari 2026 5 menit waktu baca
jenis obat asam lambung

Asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti mulas, nyeri ulu hati, hingga kondisi lebih serius seperti gastroesophageal reflux disease (GERD). Untuk mengatasinya, terdapat berbagai jenis obat asam lambung yang dapat membantu menetralkan atau mengurangi produksi asam di lambung.

 

Pada dasarnya, obat-obatan asam lambung akan bekerja dengan menetralkan serta mengurangi produksi asam lambung di saluran pencernaan. Guna mengetahui berbagai jenis obat untuk asam lambung yang umum digunakan, mari simak pembahasan di bawah ini.

 

Mengenal Jenis-Jenis Obat Asam Lambung

 

Umumnya, dokter akan meresepkan obat untuk mengurunkan kadar asam lambung demi mengobati gejala tukak lambung, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan gastritis. Selain itu, beberapa jenis obat asam lambung juga diberikan untuk mengobati infeksi Helicobacter pylori. Berikut adalah beberapa jenis obat asam lambung beserta cara kerja dan indikasinya.

1. Antasida

 

Antasida merupakan jenis obat asam lambung yang dapat mengurangi kadar asam lambung, sehingga bisa membantu meredakan gejala maag dan gangguan pencernaan. Sebagai tambahan, antasida juga dapat mengobati gejala refluks asam (GERD), gastritis, dan tukak lambung.

 

Obat ini bekerja dengan menghentikan kerja enzim yang menghasilkan asam untuk memecah makanan dalam proses pencernaan (pepsin). Berdasarkan kandungan senyawanya, antasida dapat dibedakan menjadi 2 jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Sodium bikarbonat: Jenis antasida yang paling kuat sehingga bisa meredakan gejala refluks asam dalam waktu singkat. Namun, karena akan diserap oleh darah, penggunaan antasida jenis ini hanya boleh digunakan dalam waktu singkat agar tidak memicu terjadinya berbagai efek samping, seperti alkalosis (kondisi ketika darah di dalam tubuh cenderung terlalu basa). 

  • Kalsium karbonat: Serupa dengan sodium bikarbonat, kalsium karbonat juga termasuk jenis antasida yang kuat dan bisa meredakan gejala refluks asam dengan cepat. Kalsium karbonat juga akan diserap oleh darah sehingga bisa memicu alkalosis apabila dikonsumsi secara berlebihan.

  • Aluminium hidroksida: Jenis antasida yang relatif aman dan umum digunakan. Namun, aluminium hidroksida dapat berikatan dengan fosfat di saluran pencernaan, sehingga bisa menimbulkan efek samping berupa penurunan kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Jenis antasida ini juga dapat memicu terjadinya sembelit jika konsumsinya tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

  • Magnesium hidroksida: Jenis antasida yang cenderung lebih efektif dibandingkan dengan aluminium hidroksida. Magnesium hidroksida dapat bertindak dengan cepat untuk menetralkan cairan asam lambung. Namun, jenis antasida ini juga bersifat pencahar sehingga bisa menimbulkan efek samping berupa diare, terutama jika dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan.

 

2. Histamine Blockers (H2 Blockers)

 

Jenis obat asam lambung selanjutnya adalah histamine blockers atau H2 blockers. Obat ini akan bekerja dengan menghambat produksi histamin di dalam tubuh yang selain bertanggung jawab atas reaksi alergi, juga memiliki peran penting dalam memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi asam lambung. Dengan begitu, H2 blockers bisa membantu menurunkan produksi asam lambung.

 

Beberapa contoh obat golongan H2 blockers yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit terkait asam lambung, antara lain ranitidine, famotidine, dan cimetidine. Secara umum, H2 blockers biasanya tidak menimbulkan efek samping yang serius. Namun, jika dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan, obat ini dapat memicu terjadinya diare, ruam, serta sakit kepala.

 

3. Proton Pump Inhibitors

 

Proton pump inhibitors (PPI) adalah salah satu jenis obat asam lambung yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan asam lambung di saluran pencernaan dengan menghambat enzim yang memproduksi asam lambung. Selain itu, obat ini juga bisa mengoptimalkan proses penyembuhan tukak lambung dan usus, serta dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengobati infeksi akibat H. pylori.

 

Proton pump inhibitors dapat diberikan secara oral ataupun melalui intravena (IV). Obat-obatan ini biasanya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh, namun mungkin bisa menimbulkan efek samping berupa diare, sembelit, sakit perut, dan sakit kepala.

 

Beberapa jenis proton pump inhibitors yang umum digunakan, di antaranya:

 

  • Omeprazole.

  • Lansoprazole.

  • Esomeprazole.

  • Pantoprazole.

  • Rabeprazole.

 

4. Prostaglandin

 

Sediaan prostaglandin tertentu dapat menghambat produksi asam dan meningkatkan pertahanan mukosa. Oleh karena itu, obat golongan ini umumnya digunakan untuk mengurangi risiko cedera mukosa akibat obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Contoh obat asam lambung yang termasuk dalam golongan ini adalah misoprostol. Konsumsi misoprostol umumnya dapat menimbulkan efek samping berupa kram perut dan diare.

 

5. Sukralfat

 

Obat asam lambung selanjutnya adalah sukralfat, yang digunakan untuk mengobati tukak lambung atau usus dan gastritis jangka panjang. Sukralfat merupakan obat yang tidak memengaruhi produksi asam lambung, tetapi berperan sebagai gastroprotektor dengan membentuk lapisan pelindung di sekitar area yang meradang. Umumnya, konsumsi sukralfat mungkin menyebabkan efek samping berupa sembelit.

 

6. Potassium-Competitive Acid Inhibitors

 

Obat golongan penghambat asam kompetitif kalium atau potassium-competitive acid inhibitors (PCAB) adalah pilihan yang efektif untuk mengobati esofagitis berat dan membantu mengatasi infeksi oleh H. pylori. PCAB mengurangi produksi asam lambung dengan menghambat pompa proton yang menghasilkan asam lambung. Beberapa contoh obat PCAB yang digunakan untuk mengobati penyakit terkait asam lambung adalah vonoprazan dan tegoprazan.

 

Perubahan Gaya Hidup dan Pola Makan sebagai Metode Pengobatan Utama Penyakit Asam Lambung

 

Pada dasarnya, sebelum menggunakan obat-obatan yang dijelaskan di atas, pengobatan utama penyakit terkait asam lambung dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Dalam hal ini, beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

 

  • Menurunkan berat badan apabila memiliki berat badan berlebih (overweight) ataupun obesitas.

  • Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu asam lambung naik, seperti minuman berkafein (kopi, teh, atau cokelat).

  • Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat menurunkan tekanan pada otot esofagus bagian bawah, makanan berlemak, minuman berakohol, dan lain-lain.

  • Menghindari konsumsi makanan secara berlebihan.

  • Berhenti merokok.

  • Menghindari kebiasaan tidur atau rebahan setelah makan. 

 

Itu dia penjelasan mengenai berbagai jenis obat asam lambung yang dapat digunakan untuk menangani penyakit asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan di atas hanya bisa digunakan berdasarkan anjuran dari dokter agar tidak memicu terjadinya berbagai efek samping.

 

Oleh karena itu, jika Anda menderita kondisi yang berkaitan dengan penyakit asam lambung, disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat terlebih dahulu guna memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Dokter dan tenaga medis profesional mungkin akan melakukan tahapan pemeriksaan serta metode pengobatan yang bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap rumah sakit. Namun, seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut akan dipastikan oleh dokter terkait agar tetap sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk memudahkan Anda, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.

Sumber

Mayo Clinic. GERD: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2024 | MSD Manuals. Medications for the Treatment of Stomach Acid. Diakses pada 2024 | Verywell Health. GERD Medication. Diakses pada 2024 | About GERD. Medications for GERD Treatment. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Treatment. Diakses pada 2024 | Merck Manuals. Medications for the Treatment of Gastric Acidity. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Antacid. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail