Apa itu Alkalosis? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Alkalosis? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

13 November 2025 3 menit waktu baca
alkalosis adalah

Table of Contents

Alkalosis adalah kondisi medis ketika darah dalam tubuh mengandung terlalu banyak basa. Alkalosis sering kali terjadi karena menurunnya kadar asam dalam tubuh, peningkatan natrium bikarbonat yang berperan sebagai basa, atau rendahnya karbon dioksida dalam darah.

 

Alkalosis dapat menjadi salah satu gejala dari gangguan kesehatan tertentu, seperti hipokalemia yang bisa menimbulkan komplikasi serius. Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui penyebab serta gejala alkalosis selengkapnya.

 

Apa itu Alkalosis?

 

Alkalosis adalah kondisi medis berupa tingginya kadar basa dalam darah. Kondisi ini menyebabkan pH darah dalam tubuh menjadi tidak seimbang, yaitu berada di atas 7,45. Alkalosis biasanya disebabkan oleh adanya gangguan pada organ-organ tubuh yang berperan sebagai pengontrol keseimbangan asam dan basa, seperti paru-paru dan ginjal.

 

Alkalosis adalah kebalikan dari asidosis. Bila alkalosis disebabkan oleh tingginya kadar basa, asidosis terjadi karena terlalu banyak senyawa asam dalam tubuh. Kendati demikian, alkalosis dan asidosis sama-sama berbahaya dan perlu ditangani sesegera mungkin.

 

Penyebab Alkalosis

 

Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya alkalosis adalah hilangnya ion hidrogen, penurunan senyawa asam (karbon dioksida, kalium, atau senyawa klorida), serta peningkatan senyawa bikarbonat dalam tubuh.

 

Berdasarkan penyebab yang mendasarinya, alkalosis dibedakan menjadi empat jenis yaitu:

 

1. Alkalosis Respiratorik

 

Jenis pertama dari alkalosis adalah alkalosis respiratorik. Alkalosis respiratorik terjadi karena kadar karbon dioksida dalam darah terlalu rendah. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya alkalosis respiratorik adalah sebagai berikut:

 

  • Hiperventilasi, yaitu kondisi yang menyebabkan seseorang bernapas terlalu cepat sehingga mengeluarkan karbon dioksida secara berlebihan. Kondisi ini sering dialami oleh pengidap anxiety disorder.
  • Demam tinggi.
  • Menderita penyakit paru-paru tertentu, seperti serangan asma, pneumonia, dan emboli paru.
  • Keracunan senyawa salisilat.
  • Berada pada dataran tinggi dalam waktu yang lama.
  • Menderita penyakit liver atau hati.

 

2. Alkalosis Metabolik

 

Alkalosis metabolik merupakan jenis alkalosis yang terjadi karena tubuh kehilangan terlalu banyak senyawa asam atau mengalami peningkatan basa secara berlebih. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya alkalosis metabolik di antaranya:

 

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa anjuran dokter, seperti obat diuretik, aspirin, dan antasida.
  • Muntah yang berlebihan sehingga menyebabkan tubuh kehilangan banyak elektrolit.
  • Konsumsi alkohol berlebih.
  • Gangguan kelenjar adrenal.
  • Tanpa sengaja menelan zat bikarbonat, seperti baking soda.
  • Dehidrasi.
  • Menderita penyakit ginjal.

 

3. Alkalosis Hipokloremik

 

Alkalosis hipokloremik terjadi ketika tubuh kehilangan senyawa klorida dalam jumlah banyak.  Senyawa klorida berperan penting dalam sistem pencernaan. Sehingga, berkurangnya kadar senyawa klorida pada tubuh dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pencernaan. Alkalosis hipokloremik umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu hiperhidrosis (berkeringat terlalu banyak) atau muntah berlebihan.

 

4. Alkalosis Hipokalemik

 

Alkalosis hipokalemik adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak kalium. Sejumlah kondisi yang menyebabkan terjadinya alkalosis hipokalemik adalah sebagai berikut:

 

  • Hiperhidrosis.
  • Penyakit ginjal.
  • Diare kronis.
  • Muntah berlebihan.

 

Gejala Alkalosis

 

Beberapa gejala yang biasanya muncul pada tahap awal alkalosis adalah sebagai berikut:

 

  • Mual dan muntah.
  • Otot terasa berkedut dan mati rasa.
  • Tremor atau tangan gemetar.
  • Spasme (kejang otot berkepanjangan).

 

Sementara itu, pada kondisi yang lebih serius, alkalosis dapat memunculkan sejumlah gejala seperti:

 

  • Sesak napas.
  • Pusing dan kebingungan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Koma.

 

Diagnosis Alkalosis

 

Alkalosis sering kali menjadi suatu gejala dari gangguan kesehatan lain. Maka dari itu, dokter perlu melakukan diagnosis untuk mengetahui penyebab alkalosis secara pasti. Beberapa tindakan yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis alkalosis adalah sebagai berikut:

 

  • Anamnesis: Dokter akan menanyakan keluhan yang dialami oleh pasien.
  • Tes urine atau urinalisis: Pengambilan sampel urine pasien untuk memeriksa kadar elektrolit serta pH urine.
  • Analisis gas darah arteri: Pengambilan sampel darah pasien untuk memeriksa kadar oksigen, karbon dioksida, serta pH darah.

 

Penanganan Alkalosis

 

Penanganan alkalosis biasanya akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa tindakan medis yang umum dilakukan dokter untuk menangani alkalosis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian cairan infus khusus untuk mengembalikan elektrolit serta cairan tubuh yang hilang.
  • Pemberian tablet kalium tambahan untuk mengatasi alkalosis yang disebabkan oleh kekurangan kalium.
  • Terapi oksigen untuk mengatasi alkalosis respiratorik.

 

Pencegahan Alkalosis

 

Cara mencegah alkalosis pada dasarnya dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko serta menjaga kesehatan tubuh sebaik mungkin. Sejumlah hal yang dapat Anda terapkan untuk mencegah terjadinya alkalosis di antaranya:

 

  • Minum air mineral yang cukup, kurang lebih 2 liter sehari.
  • Membatasi konsumsi alkohol, kafein, dan minuman bersoda.
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

 

Apabila Anda mengeluhkan gejala alkalosis seperti yang dijelaskan di atas, konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals untuk mendapatkan penanganan secara tepat.


Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail