Ini Berbagai Jenis Terapi Skizofrenia yang Sering Dilakukan
Kesehatan Mental

Ini Berbagai Jenis Terapi Skizofrenia yang Sering Dilakukan

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
terapi skizofrenia

Hingga kini, sebenarnya belum ada pengobatan maupun terapi yang dapat menyembuhkan pasien skizofrenia. Kendati demikian, terdapat beberapa terapi skizofrenia yang bisa membantu mengendalikan dan meredakan gejala penderita.

 

Umumnya, terapi tersebut perlu dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin seumur hidup. Mari simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis terapi skizofrenia.

 

Jenis-Jenis Terapi Skizofrenia

 

Skizofrenia adalah masalah gangguan mental serius yang dapat memengaruhi cara berpikir, emosi, hubungan, dan berbagai aspek kehidupan lain penderitanya. Adapun beberapa gejala skizofrenia, di antaranya halusinasi, delusi, hingga perubahan perilaku.

 

Terdapat berbagai jenis terapi skizofrenia, mulai dari psikoterapi, obat-obatan, dan lain sebagainya. Penderita skizofrenia perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis terapi yang paling efektif, sesuai dengan kondisi kesehatannya. Berikut adalah uraian selengkapnya tentang jenis-jenis terapi skizofrenia.

 

1.  Psikoterapi

 

Terapi skizofrenia yang pertama yaitu psikoterapi. Secara umum, psikoterapi adalah metode terapi yang digunakan untuk menangani berbagai macam gangguan kesehatan mental. Terapi ini biasanya dilakukan di bawah arahan, bimbingan, serta observasi dari psikiater, terapis, atau konselor.  

 

Tujuan dilakukannya psikoterapi adalah membantu meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia dengan cara mengenali permasalahannya, serta membentuk perilaku yang positif dalam menghadapi masalah kesehatan mental tersebut. Psikoterapi terbagi menjadi 3 jenis, berikut uraian selengkapnya.

 

A. Psikoterapi Individual

 

Terapi individual adalah terapi yang bertujuan untuk mengajarkan pasien mengenai cara menghadapi pikiran dan perilaku mereka. Pasien juga akan belajar lebih banyak tentang penyakit yang diderita dan dampaknya, serta berlatih membedakan kenyataan atau sekadar halusinasi.

 

B. Terapi Perilaku Kognitif

 

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behaviour therapy (CBT) adalah terapi yang digunakan untuk mengubah perilaku dan pola pikir pasien, membantu memahami pemicu delusi dan halusinasi, serta mengajarkan pasien bagaimana cara menghadapi dan mengatasinya. Terapi ini biasanya juga dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan. 

 

C. Terapi Remediasi Kognitif

 

Terapi remediasi kognitif atau yang dikenal juga sebagai cognitive enhancement therapy (CET) bertujuan untuk melatih pasien agar bisa memahami lingkungannya, serta membantu meningkatkan kemampuannya dalam mengingat atau memperhatikan sesuatu. Terapi ini juga dapat membantu pasien dalam mengendalikan dan mengatur pola pikirnya. CET juga mengombinasikan latihan otak dan terapi grup dengan sesama penderita skizofrenia.

 

2. Terapi Psikososial

 

Bila selama sesi psikoterapi penderita skizofrenia sudah merasa lebih baik, selanjutnya mereka mungkin membutuhkan bantuan untuk belajar menjadi bagian dari sebuah komunitas. Di sinilah terapi psikososial diperlukan. Terapi skizofrenia ini juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis, berikut di antaranya:

 

  • Pelatihan keterampilan sosial. Terapi skizofrenia ini berfokus pada peningkatan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial bagi penderitanya.

  • Rehabilitasi. Terkadang, skizofrenia adalah penyakit yang  gejalanya muncul dan berkembang secara bertahap ketika seseorang sedang membangun kariernya. Sehingga, rehabilitasi ini bisa membantu pasien dalam menghadapi masalah pekerjaan, keuangan, serta membantu dalam penyelesaian suatu masalah.

  • Edukasi keluarga. Terapi ini dilakukan untuk memberitahu teman atau anggota keluarga pasien bahwa penderita skizofrenia membutuhkan support system dari orang-orang terdekatnya.

  • Kelompok atau komunitas swadaya (self-help group). Dengan mengikuti komunitas ini, penderita bisa mengasah keterampilan sosialnya sekaligus saling berbagi pengalaman dengan para penyintas skizofrenia.

  • Assertive community treatment (ACT). ACT merupakan layanan personal yang membantu orang dengan skizofrenia menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

  • Coordinated specialty care (CSC). Perawatan yang ditujukan untuk orang yang mengalami episode psikosis untuk pertama kalinya. Terapi ini menggunakan pendekatan yang menggabungkan pengobatan dan terapi psikologis. CSC juga dapat bermanfaat untuk mencegah perburukan penyakit skizofrenia apabila ditangani sejak awal.

  • Terapi pemulihan sosial. Terapi yang berfokus untuk membantu penderita skizofrenia mencapai tujuannya serta membangun optimisme dan pikiran positif mengenai dirinya sendiri maupun orang lain.

 

3. Obat-obatan

 

Terapi skizofrenia berikutnya adalah pemberian obat-obatan antipsikotik dalam bentuk oral atau suntik. Obat ini dapat membantu mengurangi gejala skizofrenia, seperti halusinasi, delusi, cemas, dan sulit berkonsentrasi. Alhasil, kualitas hidup penderita serta kemampuannya dalam berinteraksi pun dapat menjadi lebih baik.

 

Namun, perlu diketahui bahwa obat antipsikotik harus dikonsumsi seumur hidup sekalipun gejala sudah membaik dengan dosis yang dipantau secara rutin oleh dokter. Beberapa jenis obat antipsikotik untuk penderita skizofrenia adalah sebagai berikut:

 

  • Olanzapine.

  • Paliperidone.

  • Clozapine.

  • Risperidone.

  • Haloperidol.

  • Fluphenazine.

  • Aripiprazole.

 

4. Terapi Elektrokonvulsif

 

Terapi ini dilakukan dengan memicu kejang singkat yang terkendali menggunakan listrik kecil yang dialirkan ke otak melalui elektroda yang dipasangkan dalam kepala pasien. Sebelum menjalani terapi ini, pasien akan mendapatkan anestesi (bius) umum terlebih dahulu. Terapi ini merupakan solusi penanganan yang baru akan dilakukan jika obat-obatan sudah tidak mampu mengatasi gejala pasien sama sekali.

 

5. Transcranial magnetic stimulation (TMS)

 

TMS atau transcranial magnetic stimulation adalah terapi skizofrenia yang dapat membantu mengurangi halusinasi serta gejala negatif lainnya. Terapi ini dilakukan dengan mengalirkan gelombang elektromagnetik ke otak melalui alat khusus yang ditempelkan di kepala pasien tanpa tindakan bedah.

 

Gangguan mental bukanlah kondisi yang perlu ditutupi. Hindari diagnosis mandiri (self diagnose) dan sebaiknya segera minta pertolongan orang terdekat atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi skizofrenia.


Bila ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa membuat janji temu dengan Psikiatri di Siloam Hospitals. Bahkan, bila tidak sempat ke rumah sakit, Anda bisa melakukan konsultasi secara virtual melalui layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

telechat

message

ArticleDetail