Penyebab Kandung Kemih Turun (Sistokel) dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyebab Kandung Kemih Turun (Sistokel) dan Pengobatannya

21 Agustus 2025 4 menit waktu baca
kandung kemih turun

Kandung kemih adalah organ dalam sistem perkemihan yang terletak di perut bagian bawah. Agar tetap pada posisinya, kandung kemih ditopang oleh otot serta jaringan pada bagian dasar panggul. Namun, apabila otot dasar panggul melemah, kondisi tersebut berisiko menyebabkan kandung kemih turun.

 

Kandung kemih turun atau sistokel adalah kondisi medis yang ditandai dengan turunnya kandung kemih menuju vagina. Adapun gejala yang kerap dikeluhkan oleh penderita sistokel adalah munculnya benjolan pada vagina serta sensasi tidak nyaman pada area panggul dan vagina.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga cara mengatasi kandung kemih turun selengkapnya melalui ulasan berikut ini.

 

Mengenal Kandung Kemih Turun (Sistokel)

 

Sistokel atau kandung kemih turun adalah gangguan kesehatan berupa turunnya posisi kandung kemih ke sekitar vagina karena melemahnya jaringan atau otot dasar panggul. Berdasarkan tingkat keparahannya, sistokel dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Tingkat 1 (ringan): sebagian kandung kemih turun ke bagian atas vagina.
  • Tingkat 2 (sedang): kandung kemih turun hingga menyentuh bukaan vagina. 
  • Tingkat 3 (berat): sebagian kandung kemih telah keluar dari tubuh melalui vagina.
  • Tingkat 4 (komplet): seluruh kandung kemih berada di luar vagina. Kondisi ini sering kali dibarengi dengan turunnya organ tubuh lain, seperti usus, rahim, dan rektum.

 

Penyebab Kandung Kemih Turun

 

Kandung kemih turun dapat terjadi karena melemah atau meregangnya otot dasar panggul sehingga tidak mampu menopang kandung kemih dengan baik. Adapun sejumlah faktor yang dapat menyebabkan otot dan jaringan dasar panggul melemah serta memicu sistokel adalah sebagai berikut:

  • Kehamilan.
  • Baru melakukan persalinan secara normal.
  • Lanjut usia.
  • Obesitas.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Menopause.
  • Menderita sembelit yang menyebabkan mengejan terlalu keras saat buang air besar.
  • Mengidap batuk kronis atau bronkitis.
  • Pernah menjalani histerektomi (operasi pengangkatan rahim).

 

Gejala Kandung Kemih Turun

 

Pada tahap awal, kandung kemih turun sering kali tidak menimbulkan gejala. Umumnya, penderita sistokel baru mengeluhkan gejala tertentu ketika kondisi sudah bertambah parah. Adapun sejumlah gejala yang kerap dikeluhkan oleh penderita sistokel adalah sebagai berikut:

  • Munculnya benjolan di sekitar vagina.
  • Rasa tidak puas setelah buang air kecil.
  • Inkontinensia urine atau atau kebocoran urine atau mengompol secara tidak sengaja.
  • Nyeri pada vagina, perut bagian bawah, panggul, serta selangkangan.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Nyeri dan tertekan pada bagian panggul terutama saat sedang batuk atau mengangkat beban berat.

 

Diagnosis Kandung Kemih Turun

 

Utamanya, dokter akan mendiagnosis sistokel dengan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter juga akan memastikan sistokel melalui beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes urodinamik, untuk mendeteksi kelainan pada sistem perkemihan dan melihat sisa urine dalam kandung kemih setelah buang air kecil.
  • Sistoskopi, yaitu prosedur medis dengan memasukkan alat khusus yang dilengkapi lampu dan kamera (sistoskop) melalui uretra untuk melihat kondisi kandung kemih.
  • CT Scan atau MRI, untuk memeriksa organ dalam perut dan panggul.
  • Rontgen, untuk memeriksa bentuk kandung kemih.

 

Cara Mengobati Kandung Kemih Turun

 

Pengobatan sistokel cenderung bervariasi menyesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahannya. Jika masih tergolong ringan dan tidak mengganggu aliran urine, dokter hanya menyarankan penderita sistokel untuk melakukan perawatan mandiri, seperti:

  • Melakukan senam kegel untuk melatih kekuatan otot dasar panggul.
  • Menghindari mengangkat beban berat.
  • Penderita sistokel yang disebabkan oleh obesitas dianjurkan untuk menjalani program diet guna menurunkan berat badan.

 

Apabila gejala yang muncul cukup parah, dokter akan menangani sistokel melalui beberapa tindakan medis berikut ini.

  • Pemasangan cincin pesarium di dalam vagina untuk menopang kandung kemih agar tidak turun ke vagina. Meski tidak bisa memperbaiki posisi kandung kemih sepenuhnya, tindakan ini dapat membantu meringankan gejala yang muncul.
  • Terapi estrogen, yaitu penggunaan hormon estrogen guna menguatkan otot dan mengurangi penipisan dinding di sekitar vagina. Metode ini umumnya diberikan pada wanita yang telah menopause.
  • Operasi, yaitu prosedur medis yang dilakukan dengan membuka perut bagian bawah untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi semula serta membersihkan jaringan berlebih.

 

Cara Mencegah Kandung Kemih Turun

 

Meski sulit dicegah, Anda tetap dapat menurunkan risiko sistokel dengan menerapkan pola hidup sehat serta menghindari faktor pemicunya. Berikut penjelasannya.

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Menghindari mengangkat beban berat.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit.

 

Apabila Anda mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat dan berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat.

 

Untuk penanganan seputar masalah urologi lebih lanjut, Anda dapat langsung berkunjung ke Siloam Hospitals Asri. Siloam Hospitals Asri menyediakan peralatan medis dan teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terbaik terkait batu ginjal, gangguan prostat, tumor urothelium, dan masalah urologi lainnya.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, hingga buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

message

ArticleDetail